
Jaka dan Nyi Seruni melompat dari punggung Dewi setelah sampai di bukit tengkorak.
Keduanya berjalan pelan, sementara di belakang Dewi berjalan sedikit cepat supaya bisa menyusul setelah sebelumnya merubah wujudnya menjadi manusia.
Nyi seruni memberikan sebuah bungkusan kecil yang berisi ramuan penawar.
Dia menyuruh Jaka untuk memberikanya kepada murid murid macan kumbang dan juga tengkorak putih yang masih bertahan.
Semua mata memandang seruni dengan mata kebencian, setelah mereka tahu bahwa itu adalah si pendekar jarum beracun yang sangat berbahaya.
Sementara hal yang berbeda terjadi kepada Ki Layung Seta yang terus saja mengamati wanita berambut perak yang sedang menuju ke arahnya.
Dia mencoba mengingat ingat wajah wanita di hadapanya, bayanganya menerawang jauh ke masa lalu.
"Apa bukankah itu Seruni, istri dari raja langit!" Ki Layung Seta mencoba mengamati kembali takut dia salah lihat.
Jaka segera mengumumkan bahwa seruni atau manusia berambut perak siap menerima hukuman untuk menebus kesalahanya.
Sementara itu Purwaka yang baru saja pulang untuk berburu, merasa curiga melihat orang berkumpul di bale dan terlihat seorang wanita yang tanganya di ikat.
Entah kenapa hatinya menjadi iba melihat wajah wanita tua yang terikat tanganya dengan tali.
Purwaka terbelalak ketika rekanya berkata bahwa wanita yang terikat adalah Seruni pendekar Jarum Beracun.
Purwaka naik pitam dan langsung berlari ke hadapan Seruni.
" Kamu harus mati di tanganku , agar arwah ayahku tenang!" teriak Purwaka.
Seruni menatap wajah pemuda yang berteriak lantang di hadapanya, dia hanya terdiam dan menahan air mata yang seakan mau jatuh ketika memandang wajah Purwaka.
" Anaku, anaku"
Gerutu Seruni dalam hatinya.
" Apakah kalian setuju, jika pembunuh ini di hukum sekarang juga!" teriak Purwaka.
Jaka dan Dewi menjadi sangat iba melihat Nyi Seruni dapat perlakuan kasar dari anaknya sendiri.
Orang orang pun berteriak agar Seruni secepatnya di hukum mati untuk menebus semua kesalahan yang telah dia lakukan.
Ki Layung Seta maju untuk menenangkan Purwaka yang berusaha memukul kepala Seruni.
" Tahan tahan anaku, kamu jangan kegabah, sebaiknya kita tanya dulu kenapa dia sampai membunuh ayahmu Raja Langit. Jangan biarkan dendam menguasai dirimu nak!"
Seruni" Bunuh saja aku. Jika dengan membunuhku itu akan membuat ayahmu tenang di alam baka!".
Purwaka menjadi gelap mata ia pun mencabut pedangnya dan mengangkatnya tinggi tinggi.
__ADS_1
Dewi berpaling muka dan memeluk Jaka sambil berbisik.
" Apa kiranya purwaka akan benar benar membunuh ibunya, kanda?"
Jaka" Kita berdoa saja supaya Ki Layung Seta segera mengenali Bibi Seruni. Aku juga tak sanggup kalau Purwaka benar benar membunuh ibundanya!"
Semua orang menjadi tegang melihat Seruni hanya menunduk dan menunggu Purwaka menebaskan pedangnya.
" Matilah kamu"
Purwaka mengayunkan pedangnya ke leher Seruni.
" Prakkkk"
Purwaka kaget ketika pedang yang di ayunkan ke leher Seruni tiba tiba patah di hantam Ki Layung Seta.
" Guru, apa yang engkau lakukan!" teriak Purwaka.
Tunggu dulu anaku. Biar aku tanyai dulu wanita itu.
" Apa benar kamu adalah Seruni" tanya Ki Layung Seta.
Seruni: Bukan aku bukan seruni, lebih baik cepat kau habisi aku anak muda. Biar arwah ayahmu tenang!"
Purwaka menyerobot pedang gurunya dan bersiap memancung Seruni.
" Apa kamu sudah tidak menghargai diriku lagi, purwaka!" bentak Ki Layung Seta.
Purwaka terdiam sambil menyeka darah yang keluar dari bibirnya.
" Ketahuilah Purwaka wanita itu adalah Seruni ibu kandungmu!"
Mendengar kata kata gurunya Purwaka tertegun sejenak.
" Tidak guru bukankah kata bapaku bahwa ibu telah mati setelah masuk ke jurang!" Jawab Purwaka.
" Tapi aku sangat yakin kalau dia Seruni ibu kandungmu!" jawab Ki Layung Seta.
Seruni tak bisa menahan air matanya hingga berjatuhan di lantai. Dewi tak kuasa menahan iba terhadap bibi Seruni ia melepas pelukanya kepada Jaka dan berlari memeluk Seruni.
Purwaka terbelalak melihat Dewi memeluk wanita yang telah membunuh ayahnya. Kini hatinya kembali berdebar.
" Paman Jaka sebenarnya apa yang terjadi, tolong ceritakan kepadaku!"
Jaka segera mendekati Purwaka dan membenarkan ucapan Ki Layung Seta.
Purwaka berjalan gontai sambil mendekati Seruni.
__ADS_1
" Apa benar kau ibundaku?"
Seruni hanya diam dan menangis sesenggukan.
" Maafkan aku nak,aku bukan seorang ibu yang baik. Aku bukan ibumu!"
Mendengar perkataan Seruni hati Purwaka nampak luluh. Ia segera berjalan dan membuka tali yang mengikat kedua tangan Seruni.
Purwaka segera mengangkat tubuh seruni untuk berdiri.
" Tolong jawab dengan jujur Nyi, apakah kamu benar ibu kandungku?"
Kali ini Seruni mengangguk, Purwaka segera memeluk erat ibundanya dan tangis kebahagiaan pun pecah.
Entah kenapa rekan rekan Purwaka yang terluka juga mulai melupakan kemarahanya terhadap Seruni. Mereka justru ikut larut melihat anak dan ibu yang telah berpisah jauh kini bertemu.
Rekan rekan Purwaka juga teringat kala Purwaka sering berkata bahwa ia sangat ingin bertemu ibunya walaupun hanya lewat mimpi. Kerena menurut cerita ayahnya ibunda purwaka telah mati karena jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam.
Kini Seruni mulai menatap wajah anaknya ia juga berkali kali minta maaf, karena dirinya telah memuat Purwaka menjadi yatim.
Namun kini Purwaka tahu kenapa ibunya Seruni sangat dendam dengan ayahnya. Hal itu terjadi karena kesalah pahaman berita hoak yang menyebut bahwa Purwaka telah di telantarkan oleh Patih Raja Langit hingga akhirnya meninggal dunia.
Ki Layung Seta dan para muridnya pun sudah tidak mempersoalkan kejahatan yang di lakukan Seruni, mereka sudah memaafkan.
Kini hari hari Purwaka nampak sangat ceria dan bahagia karena sudah bersanding dengan ibundanya.
Sementara Seruni tetap merasa bersalah karena telah membunuh suaminya yang ternyata merawat anaknya dengan baik.
Dia pun mengajak Purwaka menujukan makam ayahnya untuk berziarah dan meminta maaf atas kehilafanya.
Jaka dan Dewi nampak sangat bahagia, ia juga merasa tenang karena sudah menemukan titik terang tentang siapa yang telah membunuh Patih Raja Langit.
Dia pun sadar bahwa berita berita fitnah dan bohong akan sangat berbahaya jika tidak di telaah dengan cermat.
Akhirnya Jaka dan Dewi berpamitan untuk melanjutkan perjalanan. Mencari Dewi Kalinggi.
Purwaka sangat berterimakasih atas bantuan Jaka dan Dewi yang telah membawa ibundanya ke bukit tengkorak.
" Terimakasih Paman Jaka dan Bibi Dewi"
Jaka melambaikan tangan dan bersiap naik ke punggung Dewi yang telah berubah menjadi elang raksasa.
Sementara itu Seruni dan Ki Layung Seta melepas Jaka dan Dewi dari kejauhan. Kedua tentu sangat bangga sengan kesederhanaan raja Agung Jaka Kelana dan Juga Ratu Dewi Kumalasari.
Yang terus berusaha membuat rakyatnya menjadi nyaman dan tentram hidup di wilayah kerajaan Karang Cendana ataupun Wisma Kencana.
*** Mohon maaf tidak bisa updete panjang panjang dan aktif setiap hari, karena kesibukan. Terimkasih yang tetap setia membaca Jaka kelana dan elang raksasa.***
__ADS_1