
Ki Baruna segera hilang dan pertarungan segera berakhir. Sorak Sorai para prajurit meneriaki Tirta seperti pahlawan. Sementara Damar Kandi lebih memilih kabur setelah Ki Baruna dapat di kalahkan.
Pandangan berbeda nampak jelas di raut wajah Baginda Burnama ,dia sangat memahami bahwa seseorang yang bisa menyatukan dua kujang kembar adalah hanya yang berdarah dari keturunan leluhurnya. Itu berarti Tirta juga memiliki darah dari trah Kandi.
Setelah Tirta berada di hadapannya Raja Burnama segera memeluk erat panglima Tirta.
" Maafkan pamanmu ini yang tidak menyambutmu dengan layak"
" Apa maksud Baginda?
" Ketahuilah Tirta bahwa seseorang yang di pilih oleh Kujang kembar hanyalah keturunan dari ayahanda Ranaya Kandi .Jadi kamu pasti Jaka Satria anak dari mabayu Dewi Kumala Sari"
"Maaf Paduka aku hanya pengembara biasa"
"Apa kamu mau menjadi anak durhaka tak mau mengakui ibumu!"
Mendengar ucapan Burnama Tirta menjadi takut.
" Maafkan aku Raja tapi aku memang belum begitu mengetahui situasi ini karena aku berpisah dengan ibu semenjak kecil"
" Ia memang benar ada yang membawa lari dirimu sejak usiamu masih anak anak!"
sementara itu setelah mengetahui bahwa Damar Kandi telah pergi pasukan yang mendukungnya segera menyerah . Senopati Candra Sena segera menyuruh semua prajurit nya untuk melucuti senjata pasukan Damar Kandi dan membawanya ke istana.
Di tempat berbeda Raja Burnama Kandi tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah bertemu dengan Tirta yang ternyata adalah anak dari Dewi Kumalasari.
Bahkan dia terus saja berjalan berdampingan dengan Tirta masing masing di atas kuda menuju kerajaan Hutan Kayu Emas.
Kepulangan mereka di sambut suka cita oleh rakyat Hutan Kayu karena telah berhasil menumpas pembrontakan Damar Kandi.
__ADS_1
Patih Layung Kencana juga turut serta menyambut bersama Istri dan kedua anaknya .
Nilam Sari wajahnya sumringah melihat Tirta pulang dengan membawa kemenangan.
Raja Burnama Kandi memberikan pidato kepada semua punggawa kerajaan mengenai Tirta.
" Perlu kalian semua ketahui bahwa hari ini aku sedang berbahagia bukan karena aku sudah menang melawan adikku Damar Kandi tapi karena aku sudah bertemu dengan keponakanku yang juga dia memiliki hak yang sama jika mau memimpin kerajaan ini"
Tentu ucapan sang Raja membuat Patih Layung Kencana dan seluruh rakean tumenggung serta punggawa kerajaan yang hadir menjadi penasaran .
Sementara Nilam Sari sudah bisa menduga bahwa identitas Tirta mungkin sudah di ketahui oleh sang Raja.
" Perlu kalian semua ketahui bahwa Panglima Tirta ternyata adalah Keponakanku sendiri yang merupakan anak dari Mbayu Dewi Kumala Sari dan Juga Jaka Kelana Wijaya.Ternyata sejarah berulang kembali dulu kerajaan ini juga nyaris hancur oleh pemberontak dan di selamatkan oleh Jaka Kelana dan kini Tuhan telah menghadirkan Jaka Satria untuk menumpas Damar Kandi dan pasukanya hingga kerajaan Hutan Kayu Emas kembali damai sejahtera. Untuk itu aku akan menyerahkan kerajaan Hutan Kayu kepada Jaka Satria jika dia bersedia menjadi Raja"
Sungguh Tirta tidak menduga Raja Burnama Kandi akan melakukan hal sejauh ini.
Raja Burnama memang mengetahui bahwa Tirta memang sudah menjadi manusia seutuhnya dan tidak ada hawa yang ia rasakan seperti kaumnya.
Tapi sebagai ucapan terimakasih Raja Burnama mencoba memberikan Kujang Kembar kepada Jaka Satria namun lagi lagi Jaka menolak karena kujang kembar merupakan senjata lambang Dari Kerajaan Hutan Kayu Emas.
Jaka Satria mengabarkan bahwa tujuanya ke Hutan Kayu untuk menepati janjinya kepada Nilam untuk mencari keberadaan orang tuanya .Sekarang Nilam sudah berkumpul dengan keluarganya dan sudah saatnya ia kembali ke dunia manusia.
Mendengar ucapan Tirta Nilam Sari menjadi murung ,ibundanya sangat paham bahwa Nilam menaruh hati kepada Tirta .
" Ndo ibu akan ikut denganmu ke dunia manusia jika ayahmu mengizinkan "
Patih Layung Kencana tentu merasa berat jika harus berpisah kembali dengan Nilam yang belum lama berkumpul setelah di cari selama puluhan tahun. Namun ia menyadari bahwa Nilam juga sebagian tubuhnya memiliki jasad manusia dan dia berhak memilih untuk tinggal di manapun tempat yang ia suka .
Raja Burnama Kandi belum mengizinkan jika Jaka Satria akan secepat itu pergi ke dunianya.Ia meminta Tirta untuk tinggal beberapa hari lagi.
__ADS_1
Di tempat lain Ki Baruna yang terluka sedang di obati oleh seorang wanita yang rambutnya gimbal dengan warna kemerah merahan dialah Nyi sembadri yang merupakan istri dari Ki Baruna . Keduanya merupakan murid dari Dewi Kalinggi ratu kegelapan yang berkali kali berhadapan dengan Jaka Kelana.
Dewi Kalinggi sendiri masih terkurung di dalam Gogok Sakti saat bertarung melawan Jaka Kelana di dataran Tibet. Setelah itu Jaka Kelana menyimpan Gogok Sakti di sebuah tempat rahasia agar tidak satupun orang yang dapat menemukanya . Jaka Kelana berharap agar Dewi Kalinggi benar benar musnah dan tidak menimbulkan huru hara.
Beberapa hari telah berlalu Ki Baruna dan Sembadri sepakat untuk mencari keberadaan Gogok Sakti untuk mengeluarkan Dewi Kalinggi supaya bisa membalas kekalahan Baruna tempo hari.
Dia menyuruh anak buahnya menyebar ke seluruh pelosok mencari keberadaan pusaka Gogok sakti..
Sementara Damar Kandi yang sudah menduga bahwa Ki Baruna belum mati mencarinya ke kediamannya dia sangat yakin bahwa Nyi Sembadri pasti yang sudah membawa Ki Baruna..
Damar Kandi juga belum pupus ambisinya untuk kembali merebut tahta dari tangan Burnama Kandi.
Kita tinggalkan sejenak hutan Kayu Emas ke kerajaan Wisma Kencana,nampak Jaka Kelana sedang duduk semedi,entah kenapa ia seperti melihat kerajaanya di Liputi awan hitam yang sangat pekat . Jaka Kelana segera membuka matanya dan menceritakan gambaran yang ia lihat kepada Dewi Kumalasari.
" Dinda,aku merasakan akan ada hal buruk yang akan menimpa kerajaan kita dan juga masyarakat wisma Kencana ataupun karang Cendana . Aku melihat ada awan hitam pekat menyelimuti semua wilayah kerajaan"
" Tenangkan dirimu Kanda,apa sebaiknya kita sowan kepada Kiai Agung sudah lama kita tidak jumpa dengan Kiai Agung Prawoto "
Jaka menyetujui usulan Dewi Kumalasari . Keduanya berencana akan pergi ke wilayah timur pulau Jawa menemui gurunya Kiai Agung Prawoto untuk meminta wejangan.
Kembali ke hutan Kayu ,Raja Burnama dan juga patuh Layung Kencana terlihat sedih melepas kepergian Tirta ,lebih lebih Patih Layung Kencana yang harus di tinggal istri dan kedua anaknya yang sangat ia cintai .
Nawang Sari sudah tak mau berpisah dengan Nilam Sari dan juga ibunya. Tirta dan Nilam beserta ibu dan adiknya berjalan menuju sebuah lubang hitam yang berada di hadapannya.Setelah tubuh mereka masuk lorong itu seakan membawanya terbang menembus lapisan yang tebal menuju dunia manusia.
Setelah berapa saat terombang ambing di lorong gelap mereka membuka mata saat sinar matahari terasa hangat mengenai muka.
Mereka telah berada di dunia manusia .Langit biru terhampar luas matahari bersinar begitu terik. Nilam Sari berjalan paling depan megandeng tangan Nawang sementara ibunya serta Tirta berjalan di belakang ,mereka berjalan menuju tempat Ki Munding . Nilam berniat memberi kejutan kepada Kakeknya yang sudah sangat rindu ingin bertemu ibundanya
Bersambung
__ADS_1