
Jaka semakin tertarik akan agama baru yang baru ia kenal,di tambah lagi sosok Kiai Agung Prawoto yang begitu bersahaja.
Setelah memberi tau asal usul islam sampe ke pulau Jawa kiai Agung Prawoto,memberikan sebuah mantera untuk di hafal dan di pelajari.
Rupanya Kiai prawoto menulisnya di sebuah lontar,Jaka pun berusaha membacanya.Ia juga nampak kesulitan untuk memahami mantera tersebut.
Kiai Prawoto menjelaskan bahwa itu adalah mantera pengusir setan,dengan mantera itulah orang orang yang di telan Dewi Kalinggi bisa kamu selamatkan.
Jaka dan Dewi terkejut mendengar penjelasan Kiai Prawoto,Jaka pun kembali bertanya secara detail.
Jaka"maaf Kiai apa sebenarnya isi dari mantera ini".
Kiai Agung"ketahuilah ananda ini adalah salah satu ayat dalam Al Quran ,kami menyebutnya dengan nama Ayat Kursi,ayat yang menerangkan tentang tanda tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT,yang meliputi semua yang berada di bumi dan langit".
Kali ini Dewi giliran bertanya pada Kiai.
Dewi"kiai bagaimana hukumnya dalam islam mengenai hubungan manusia dan bangsa jin".
__ADS_1
Kiai Prawoto menjelasakan ,bahwa manusia dan jin adalah alam yang berbeda tapi manusia boleh berinteraksi dengan bangsa jin,asal jin yang baik yang mengajak kepada kebaikan.
Kiai Prawoto juga menyinggung hubungan Jaka dan Dewi,menurut beliau itu memang bertentangan dengan islam,karena melanggar kodrat .Tapi ia kemudian tersenyum ,karena beliau tahu bahwa Dewi akan menjadi manusia seutuhnya di saat mempunyai keturunan.
Tapi beliau memberi saran ,agar Jaka dan Dewi banyak banyak memohon ampun kepada sang pencipta.
Akhirnya Jaka dan memantapkan diri untuk masuk islam dan membaca dua kalimat shyahadat.
Kiai Prawoto terharu mengetahui kedua tamunya bersedia masuk islam.
Jaka pun berkeinginan mendalami agama islam,setelah semua urusanya selesai dan konflik di kerajaan segera berahir,dan rakyat kembali tenang dan damai.
Kiai Prawoto terus memberikan bimbingan kepada Jaka dan Dewi Kumalasari,mengenai agama islam.
Rupanya sudah cukup lama Jaka dan Dewi berada di Bukit Mulyo,waktu untuk menyelamatkan guru serta kakeknya pun akan segera habis di karenakan sudah hampir satu purnama mereka berada di dalam kurungan ajian penghisap raga.
Jaka dan Dewi segera mohon diri ,sebelum mereka pergi Kiai Agung memberikan sebuah kalung yang ia biasa gunakan untuk berzikir,kalung yang di penuhi butiran butiran mirip batu batu kecil yang gemerlapan.
__ADS_1
Jaka pun dengan senang hati menerimanya,ia kemudian memakainya di kalungkan di leher.
Keduanya pun segera memberi salam,dan mulai berjalan meninggalkan bukit Mulyo,Sekali lagi Jaka dan Dewi terkejut,tiba tiba Kiai Agung Prawoto menyuruh Dewi untuk merubah wujudnya biar perjalanan tidak terlalu menyita waktu.
"Kenapa harus repot berjalan kaki ananda,Dewi bukankah tinggal mengepakan sayap saja malah tidak makan waktu,sudahlah tak usah terkejut he he he,"ucap Kiai Agung sambil memberikan sebuah kain untuk menutupi rambut Dewi.
Dewi pun menerima pemberian Kiai Agung dan segera mengubah wujudnya menjadi elang serta membawa Jaka terbang meninggalkan Bukit Mulyo.
Sepanjang perjalanan Jaka dan Dewi terus berbincang tentang sosok Kiai Agung Prawoto.Mereka begitu mengaggumi sosok tersebut,sampe tak terasa perjalanan mereka sudah memasuki wilayah Karang Cendana.
Jaka segera mencari letak Istana Karang Cendana ,namun ia tak menemukanya,ia pun teringat cerita prajurit Karang Cendana yang berada di Wisma Kencana,bahwa istana di liputi kabut hitam yang di buat oleh Dewi Kalinggi.
Cahaya matahari pun tidak mampu untuk menembusnya,dan kabut akan hilang kalau suasana menjelang malam hari.
Dewi pun memberi saran agar tetap mencoba memasuki istana pada siang hari dan harus bisa memhancurkan kabut pelindung.
Sebab ketika cahaya tidak bisa menyentuh kulit bangsa lembut,tentu saja mereka akan lebih kuat.
__ADS_1