
Suasana malam di Jurang kematian begitu mencekam,hanya terdengar suara burung hantu yang menambah seram suasana Jurang Kematian.
Jaka dan Pendekar Buta pun masing masing sudah terlelap ,sesosok benda kecil tiba tiba melayang.
Benda yang mengeluarkan cahaya berwarna kehijauan,melayang layang tepat di atas kepala Jaka Kelana.
Cahaya hijau kemilauan membuat mata Jaka terasa silau dan membuatnya terbangun dari tidurnya.
Jaka terbelalak melihat cahaya kehijauan memenuhi ruangan ,ia pun berusaha menjernihkan pikiranya setelah lama tertidur untuk mengetahui asal sumber cahaya.
Namun ketika Jaka baru akan mencari ke sekeliling kamarnya,cahaya tersebut sirna dan tiba tiba jatuhlah sebuah cincin berwarna hijau tepat membentur kepala Jaka.
Jaka yang mengetahui sesuatu menimpa di kepalanya ,kemudian meraba tanah di bawahnya,tanganya pun terhenti ketika menemukan sebuah cincin permata .
Jaka mengetok ngetok kepalanya sendiri,"aduh kenapa aku baru teringat akan batu safir permata hijau pemberian Dewi Lanjar".
Jaka begitu menyesal kenapa di saat hal genting ia tidak teringat akan cincin pemberian Dewi Lanjar.
Segera ia duduk bersemedi dan menggosok batu safir permata hijau,tiba tiba sesosok wanita yang menggunakan baju mirip kebaya kehijau hijauan keluar dari batu cincin.
Sosok wanita itu tak lain adalah Dewi Lancar Saraswati.
Wanita itu berjalan mendekati Jaka dan memukul kepalanya.
Dewi Lanjar"dasar lelaki begitu mudahnya kau melupakan diriku kanda,rupanya aku kalah cantik dengan Dewi Kumalasari".
Jaka menggaruk garuk kepalanya,sambil berpikir kira kira jawaban apa yang tepat ia lontarkan kepada Dewi Lanjar.
Jaka terdiam ia berpikir sejenak dalam hati,"ehm ehm kayaknya jawaban yang tepat untuk melunakan wanita adalah rayuan," pikir jaka dalam hati.
Jaka kemudian tersenyum,ia pun tak berkata kata,tanganya langsung menggegam tangan Dewi Lanjar,gombalanya pun mulai di lontarkan hingga akhirnya sang Dewi pun luluh termakan oleh rayuan Jaka Kelana.
Dewi Lanjar pun sebenarnya mengetahui kalau Jaka membutuhkan bantuanya,tapi ia kecewa karena Jaka tak pernah mencoba memanggil dirinya menggunakan batu permata yang ia pakai,karena perasanya telah terbuai bersama Dewi Kumalasari.
Jaka pun akhirnya meminta maaf kepada Dewi Lanjar ,ia mengakui bahwa dirinya hampir melupakan Dewi Lanjar karena sibuk mencari tujuh sumber air suci untuk menolong Dewi Kumalasari.
__ADS_1
Dewi Lanjar tersenyum,ia pun sebenarnya tak ada perasaan cemburu atau marah kepada Jaka,namun ia hanya ingin menolong suaminya tersebut jika dalam keadaan bahaya.
Dewi Lanjar menyuruh Jaka meminum air keabadian yang ia bawa dari istana laut,air yang berkhasiat untuk menawar semua racun dan mampu melipat gandakan kekuatan bagi yang meminumnya.
Nyeri di dada Jaka seketika berangsur menghilang ,ia pun segera meraba dadanya rupanya bekas luka akibat pukulan tapak wisa pun telah hilang.
Jaka pun segera mengambil posisi semedi untuk memulihkan semua kanuraganya.
Rupanya Dewi Lanjar pun tak mau berdiam diri ia pun mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh Jaka Kelana.
Jaka merasakan tubuhnya kini terasa hangat dan otot otot yang terasa lemah dan mengecil kini serasa membesar memenuhi tubuhnya.
Kekuatan tenaga dalamnya pun terasa semakin besar bahkan sampe dua kali lipat.
Jaka membuka matanya,namun rupanya wujud Dewi Lanjar telah sirna,hanya terdengar suaranya saja yang meminta maaf karena harus pergi tanpa pamit.
Dewi Lanjar pun meninggalkan sebuah guji yang berisi air keabadian di atas tempat tidur Jaka.
Jaka pun merasa beruntung masih mendapat perhatian dari istri keduanya,walaupun ia hampir di lupakannya.
Ia segera mengambil guji pemberian Dewi lancar dan mengikatnya di bagian pinggangnya,sementara guji yang kosong ia tinggalkan di bawah kolong tempat tidurnya.
Suara kokok ayam tanda fajar mulai bersahutan ,Jaka pun segera keluar dari gubuk .
Ia pun duduk sejenak untuk menunggu matahari terbit dan baru akan berlatih untuk mengetahui apakah kanuraganya benar benar sudah pulih seratus persen.
Sementara itu pendekar Buta masih pulas dengan tidurnya,hingga akhirnya sebuah suara keras mengagetkanya .
Pendekar Buta bahkan sampe terjatuh dari dipan karena kaget mendengar suara ledakan yang sangat keras.
Ia pun buru buru bangkit dan keluar dari dalam gubuk,tanpa pikir panjang Pendekar Buta menggunakan tongkatnya untuk menyerang Jaka.
Jaka pun bersiap menahan serangan Pendekar Buta,ia menahan kekuatan tenaga dalam Pendekar Buta yang berpusat di tongkat yang ia genggam.
Jaka lupa bahwa ia sedang berlatih pukulan penghancur karang,hingga akhirnya kedua kekuatan dasyatt beradu dan tongkat Pendekar Buta pun hancur berkeping keping.
__ADS_1
Bahkan tubuh kakek tua itu terpental,namun ia masih bisa mendarat dan berdiri kokoh .
Jaka pun segera mendekati pendekar buta dan meminta maaf.
Pendekar Buta tertawa,ia bahkan melontarkan pertanyaan ,"Jaka bagaimana mungkin kanuraganmu bisa cepat pulih,padahal biasanya paling cepat dua pekan itu pun paling baru tingkat dasarnya saja"..
Jaka pun ber alibi bahwa itu adalah keajaiban dari ramuan yang di berikan oleh Pendekar Buta.
Pendekar Buta terlihat binggung sambil menggaruk garuk keningnya,masih tidak percaya melihat kesembuhan Jaka yang begitu cepat.
Apalagi mampu mengeluarkan pukulan penghancur Karang yang harus di sertai tenaga dalam yang begitu besar.
Pendekar Buta pun masih tidak percaya ,namun Jaka terus berusaha meyakinkanya.
Jaka pun kembali meneruskan latihanya,kali ini ia menyuruh Pendekar Buta menjauh ,karena ia akan mencoba jurus dewa gledek.
Pendekar Buta malah tertawa sambil berkata bahwa ia ingin mencoba merasakan jurus legendaris itu ,Jaka pun kembali fokus ke gerakan jurus dewa gledek .
Suara guntur tiba tiba munjul di sertai kilatan petir yang menyambar nyambar,tubuh pendekar buta pun ikut menjadi sasaran hingga membuat bajunya compang camping dan tubuhnya pun menjadi hitam legam seperti ayam panggang yang gosong.
Jaka tak mampu menahan tawanya melihat tubuh Pendekar Buta menghitam dan hanya kelihatan bola mata dan giginya saja yang nampak memutih.
Pendekar Buta pun sangat menyesal tidak mengindahkan kata kata yang Jaka ucapkan.
Ia pun bergegas menuju sumur untuk membersihkan diri,Jaka pun masih tertawa terbahak melihat tingkah aneh pendekar buta akibat terkena pukulan dewa gledek.
catatan.
Sebelum datangnya bulan romadhon ,author ingin meminta maaf apabila kisah yang author bawakan kurang berkenan di hati pembaca yang budiman.
kami pun mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi anda yang menjalankanya.
Semoga puasa kali ini di beri kelancaran dan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT.
Aaaamiiin๐๐๐๐
__ADS_1