JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kerajaan Naga Emas dan Wilayah Naga Perak


__ADS_3

Jaka dan Dewi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah cukup hampir satu purnama tinggal di istana Hulu Semingkir.


Kini kerajaan Hulu Semingkir sudah mulai bangkit, para penduduk pun mulai bercocok tanam, setelah musim kembali normal.


Raja Lingga Semingkir juga sudah banyak melakukan kebijakan yang sangat menguntungkan rakyatnya. Di antara kebijakanya yaitu bahwasanya pihak kerajaan tidak akan memungut pajak setelah situasi kembali normal dan kerajaan akan membeli semua hasil kebun para penduduk dengan harga tinggi.


Raja Lingga juga akan melakukan perdagangan antar wilayah, agar bisa menjual hasil ladang para penduduk dengan harga yang mahal.


Karena dulu sewaktu Arya Semingkir yang menjadi raja memang kerajaan itu terkenal kaya akan rempah rempah yang sangat terkenal hingga ke luar daerah.


Jaka dan Dewi pun ikut bahagia, melihat rakyat kembali hidup dengan damai.


Kali ini Jaka dan Dewi pun tidak berkeinginan untuk melanjutkan perjalanan melalui angkasa.


Jaka sengaja mengajak Dewi berkuda, biar semua daerah ia kunjungi sebelum akhirnya sampai di kerajaan yang ia tinggalkan yaitu Karang Cendana.


Semua orang melepas kepergian Jaka dan Dewi dengan penuh rasa terimakasih. Karena berkat jasa keduanya Hulu Semingkir kembali ke suasana tentram dan damai.


Seperti biasa banyak hadiah yang akan di berikan raja dan juga para penduduk sebagai hadiah, namun Jaka menolak dan hanya membawa beberapa hadiah buat bekal di perjalanan.


Pintu gerbang di buka, Jaka dan Dewi memacu kudanya meninggalkan istana Hulu Semingkir.


Rakyat pun menundukan kepala sebagai tanda hormat kepada sepasang pahlawan yang telah membebaskan kutukan yang sudah membelenggu Hulu Semingkir selama bertahun tahun.


Saat Jaka Dewi sampai sebuah persimpangan jalan, Jaka menyuruh Dewi untuk menentukan arah.


" Dinda, menurutmu jalan mana yang harus kita lalui?"Tanya Jaka.


"Kita belok kanan saja kanda, ku harap jalur ini akan membawa kita ke sebuah daerah yang tentram dan damai!".Jawab Dewi.


" Ya, mudah mudahan dinda, namun pasti dimana ada kebaikan, di situ ada kejahatan, tuhan menciptakan semuanya sudah berpasang pasangan!" timpal Jaka.


Dewi pun setuju dengan ucapan suaminya.

__ADS_1


" Betul kanda, dan mudah mudahan kita bisa selalu bersama sama dan bisa menghadapi semua kesulitan serta dapat selalu membantu orang".ucap Dewi.


" Siiip".jawab Jaka sambil menunjukan dua jempol tanganya kepada istrinya.


Tak terasa karena asyik mengobrol Jaka dan Dewi telah memasuki satu wilayah kerajaan yang bernama kerajaan Naga Emas.


Di mana di kerajaan tersebut sedang terjadi huru hara, terjadi perebutan kekuasan antara kedua pangeran yang sama sama ingin menjadi raja menggantikan ayah mereka.


Hingga akhirnya perang saudara pun pecah, pangeran Nakula yang sudah di jadikan putra mahkota yang notabenya memiliki jiwa kepemimpinan yang adil harus tunduk di bawah kuasa pangeran Sadewa, yang arogan dan suka berfoya foya.


Raja Pandu pun tak mau jika peperangan berlarut larut dan semakin menyengsarakan rakyat. Hingga ia pun mengangkat Sadewa menjadi raja di kerajaan Naga Emas.


Namun setelah Sadewa menjabat ia mengusir saudaranya sendiri Nakula beserta keluarganya dan orang orang yang tidak sejalan dengan kepemimpinanya.


Hingga akhirnya, ia memberikan sebuah tanah pertikan untuk di huni oleh Pangeran Nakula beserta para pendukungnya.


Lambat laut tanah pertikan menjadi sebuah daerah yang cukup ramai, karena ternyata banyak penduduk yang mengungsi ke wilayah pertikan.Karena mereka sudah jenuh dengan Raja Sadewa yang memimpin dengan sewenang wenang.


Lambat laun Pangeran Sadewa agak khawatir jika daerah Naga Perak semakin berkembang dan kemudian berniat memberontak untuk merebut kekuasaanya.


Ia pun menyuruh beberapa teliksandi untuk menyudup dan memberi kabar, seberapa besar pasukan yang telah di himpun oleh pangeran Nakula.


Ia mengutus dua orang pendekar yang jago bela diri bernama, Surasena dan juga Kuda Merta.


Keduanya pun segera berangkat menuju daerah Naga Perak sesuai perintah raja Sadewa.


Sementara itu Jaka dan Dewi tengah asyik beristirahat sambil menikmati hidangan di sebuah kedai.


" Silahkan minumanya, Den!" perintah pelayan sambil menaruh minuman di meja.


" Terimakasih Ki, maaf ini namanya daerah apa ya?" Tanya Jaka.


Dewi" Maaf Ki, kami ini pengembara yang tak sengaja lewat di wilayah ini!."

__ADS_1


" Tuan, Nona, ini adalah wilayah kerajaan Naga Emas" Jawab pelayan.


Ketika lagi asyik mengobrol Surasena dan Kuda Merta datang sambil berteriak.


" Pelayan siapkan arak dan makanan yang paling enak di kedai ini!" bentak Surasena sambil melempar sekantong uang dan jatuh tepat di hadapan si pelayan.


Pelayan pun segera mengambil uang dan berlari untuk menyiapkan hidangan.


Dewi" Kanda,nampaknya kedua orang tersebut orang terkenal di wilayah ini, lihat saja pakaian mereka juga bagus dan seperti orang istana!;


Jaka" Biarkan saja Dinda, ku harap mereka tak akan terpesona dengan kecantikanmu, dan tidak berbuat ulah!"


" Enak saja, berani macam macam denganku, akan ku ***** mereka!" jawab Dewi dengan geram.


Jaka hanya diam dan melanjutkan makanya, Dewi sedikit kesal dengan suaminya yang tidak menjawab pertanyaanya.


Sementara di hadapan Surasena dan Kuda Merta meja telah penuh berisi arak dan makanan, keduanya pun lahap menyantap makanan.


Dewi semakin merasa risih melihat kelakuan keduanya, mereka seenaknya saja membuang tulang belulang yang habis mereka makan ke atas meja para pengunjung.


Namun ternyata para pengunjung hanya diam dan justru pergi meninggalkan Kedai.


Dewi yang penasaran segera berdiri untuk menemui pelayan.


Pelayan tersebut menjelaskan bahwa kedua orang tersebut adalah kaki tangan dari raja Sadewa, raja yang memimpin di kerajaan Naga Emas.


Pelayan juga bercerita tentang huru hara yang sempat terjadi antara pangeran Sadewa dan Nakula.


Dewi pun kembali menuju meja dan menyuruh Jaka untuk memutar arah menuju wilayah Naga Perak, karena di sana pastilah akan membutuhkan bantuan.


Jaka masih tidak mengerti, namun Dewi menjelaskan tentang cerita dari pelayan dan membuat Jaka menyetujui usulan Dewi.


Berputar arah menuju wilayah Naga Perak.

__ADS_1


__ADS_2