
Pertarungan terus terjadi kali ini Nini Andung menyerang Jaka dengan Ajian Racun Bunga Kenanga. Ni Andung mengambil selembar bunga kenanga dan memantrainya . Dalam seketika tercium bau harum semerbak. Tirta segera berteriak supaya warga untuk menutup hidung dengan kain atau akan mati terkena Racun Bunga Kenanga.
Terlihat beberapa orang juga makin lemas karena sebelumnya telah menghirup aroma yang harum dan akhirnya mereka jatuh ketanah.
Ki Kuwuh menyuruh para warga mundur jauh dari arena pertarungan dan menyuruh beberapa warga untuk membawa yang luka luka kembali ke kampung. Sementara yang masih bugar di suruh menunggu untuk mengantisipasi menolong Tirta jika hal buruk menimpanya.
Tirta tak mau semakin banyak korban berjatuhan ia lantas mencabut pedang halilintar yang sedari tadi sudah ingin keluar dari sarangnya.
Kilatan petir menyambar nyambar suaranya menggelegar ,pohon dan ranting berjatuhan terkena pancaran kekuatan pedang halilintar.
Nyi Andung dan juga Nilam terpana melihat kilatan petir menyambar tubuh keduanya. Nyi Andung menyuruh Nilam untuk menggabungkan kekuatan untuk menahan kekuatan dari pedang halilintar.
Kedua tubuh mereka di tempelkan . kini Nyi Andung dan Nilam menggabungkan kekuatan untuk menahan kekuatan pedang halilintar. Asap hitam keluar dari tubuh keduanya mengepul dan membentuk gumpalan mengarah ke tubuh Tirta. Tirta mengamati gerakan asap hitam lalu ia mengayun pedang halilintar hingga kekuatannya melesat berbenturan dengan kekuatan asap hitam dan meledak dengan sangat keras.
Bahkan sampai terdengar warga kampung yang sedang terlelap hingga mereka bangun dan ketakutan. Sementara itu Mekar yang terbangun segera keluar dan berlari menuju hutan. Beberapa pemuda yang di suruh menjaga rumah tak mengetahui kepergiannya karena melalui pintu belakang.
Rasa takut mekar terasa hilang terbayang wajah ayah dan juga Tirta yang selalu ada dalam benaknya. Ia tak mau kejadian yang menimpa kekasihnya terulang untuk kedua kali.
Kembali ke pertarungan ,ledakan dasyat masih terus terjadi dua kekuatan terus beradu . Kali ini Nyi Andung dan Nilam mengganti gerakan ketika ilmu asap yang mereka gunakan tidak berfaedah kepada kekuatan Pedang Halilintar. Justru tenaga keduanya sudah mulai terkuras.
" Nek,apa yang harus aku lakukan ,tenagaku sudah mulai habis,Nek!"
Namun Nyi Andung tetap menyuruh Nilam untuk bersiap kembali menggabungkan ajian keduanya yaitu Pukulan pelebur raga. yang barang siapa terkena ajian itu tubuhnya akan seperti orang yang mati walaupun sebenarnya masih hidup. Karena Ajian itu merupakan ilmu langka dan hanya yang memiliki ilmu itu yang bisa mengobatinya.
Kali ini Tirta merasakan kekuatan yang maha dasyat ada di hadapannya. Ia kembali memasukan pedang halilintar ke warangka. Tirta mundur dua langkah dan bersiap menggunakan ajian pelebur roh untuk mengimbangi kekuatan yang sedang ia rasakan semakin besar,bahkan dadanya terasa sesak untuk bernafas.
Ki Kuwuh pun nampak wajahnya begitu tegang karena ia bisa merasakan dua kekuatan dasyat akan segera beradu,ia kembali menyuruh beberapa warga yang masih bersamanya untuk kembali menjauh.
__ADS_1
Kedua kekuatan kini telah beradu ,angin besar tiba tiba berhembus kepulan api tiba tiba memercik dari kedua kekuatan yang bertarung.
Nini Andung bahkan tidak percaya bahwa lawan yang ia hadapi mampu menahan jurus pelebur raga. Bahkan ia kaget mendapati musuhnya itu mempunyai jurus tandingan yang hanya di miliki oleh sepasang pendekar Elang Raksasa ." Siapa sebenarnya pemuda ini.Ada hubungan apa ia dengan pendekar Elang Raksasa. Apa ini adalah ramalan guruku bahwa kedua pendekar itu akan kembali ke dunia persilatan melalui keturunannya. Apakah anak ini adalah keturunan sepasang pendekar sakti itu"?
Nyi Andung terus di penuhi dengan tanda tanya hingga membuatnya sedikit lengah ,Tirta tak mau menyia nyiakan kesempatan dan pukulanya berhasil menapak di dada Nyi Andung.
Nyi Andung sudah tidak bisa bergerak dan harus menerima pukulan pelebuh roh. Tubuhnya terlempar dan beberapa kali menghantam pohon besar. Nilam berusaha menangkap tubuh gurunya. Namun Jaka mencoba kembali menyeramkan. Kini keduanya kembali bertarung dengan sengit dengan saling jual beli serangan. Nilam semakin merasa tenaganya mulai berkurang. Pikiranya juga kalut ingin segera menolong gurunya. Tiba tiba semua orang kaget ketika ada teriakan seorang wanita menghentikan pertarungan itu. Nilam tak mau menyiapkan kesempatan ia melihat Sari dan segera melesat melepas pukulan pelebur raga.
Tubuh sari terlempar cukup jauh dan langsung tak sadarkan diri. Ki Kuwuh masih tak percaya melihat anaknya yang tiba tiba muncul justru terkena ajian yang sangat mematikan ia lunglai tak kuasa untuk berdiri.
Tirta segera melesat ke arah Sari yang sudah terdiam . Ia segera menyalurkan hawa murni ke tubuh sari yang langsung terasa begitu dingin.
Sementara itu Nilam melihat ada celah untuk menolong gurunya. Ia lantas melompat dan membopong tubuh gurunya yang juga tak sadarkan diri terkena pukulan pelebur roh.
Ia membawa tubuh gurunya melayang dan seketika hilang di tengah gelapnya malam.
Sementara beberapa orang pemuda memapah kiKuwuh untuk kembali ke rumah.
Tirta sibuk membuat ramuan obat untuk mencoba mengobati Sari ia bahkan sampai tidak tidur . Berulang kali ia menyalurkan tenaga dalamnya namun tubuh Justru terlihat kaku seperti layaknya orang yang sudah mati.
Ki Rampan mendekati anaknya,air matanya tumpah seketika melihat putri kesayanganya terbujur kaku di atas dipan.
Tirta berusaha untuk menenangkannya dan berjanji akan mencari obat untuk Sari.
" Kisanak,tidak ada obat kecuali dari orang yang melakukannya!" celetuk Ki Tarpa.
" Baiklah Ki jika itu satu satunya obat yang menyembuhkan anak bapak . Aku akan mencarinya "!
__ADS_1
Ki Tarpa memandang pemuda yang baru ia kenal bahkan namanya pun belum ia ketahui.
" Nak,bolehkan bapak tahu namamu?"
"Panggil saja Tirta Ki. Oya itu ada ramuan untuk beberapa hari ke depan. Ramuan itu berfungsi untuk menyambungkan otot otot yang putus akibat pukulan pelebur raga" jawab Tirta.
Ia juga meminta izin untuk mencari bidadari beracun untuk mengobati Sari. Sebenarnya Ki Tarpa masih sangat penasaran dengan pemuda yang baru di kenalnya. Walaupun Ki Tarpa ilmunya tidak tinggi namun ia dapat mengenali ilmu ilmu kadigdayaan di dunia persilatan dari cerita orang tuanya.
Jadi ia juga tahu ilmu yang dimiliki oleh Tirta adalah ilmu kalangan pendekar pilih tanding.Sementara itu dalam beberapa lompatan saja Tirta sudah sampai ke tempat Nyi Andung. Dia segera masuk dan berusaha mengacak acak rumah itu untuk mencari petunjuk,namun hasilnya nihil.
Di tempat lain di sebuah goa di tengah hutan Nilam terus mencoba menyalurkan tenaga dalamnya kepada Nyi Andung. Walaupun Nyi Andung sudah berulang kali melarangnya. Karena hal itu akan sia sia justru tenag Nilam bisa terkuras habis.
" Nilam ketahuilah bahwa yang bisa mengobati aku hanya pemuda itu. Aku terkena pukulan pelebur roh. Untung aku tak mati karena aku memiliki ajian tandingan yaitu ajian pelebur raga. Andai aku tak memilikinya mungkin Sukma sudah terlepas dari raga ini. Nilam terpaku sejenak mendengar perkataan dari neneknya.
" Baiklah Nek,izinkan aku pergi mencari pemuda tadi. Dia pasti juga sedang mencariku untuk mengobati luka pacarnya itu?" balas Nilam.
" Apa kamu mencintainya Nilam?"
Nilam hanya diam dan tidak menyahut lalu pergi keluar .
Sementara Nyi Andung tersenyum sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Nilam masih terbayang ucapan neneknya.
" Untuk apa aku terus memikirkan pemuda itu. "
Nilam memukul kepalanya beberapa kali karena ingatanya selalu melihat wajah pemuda yang baru bertarung dengannya.
__ADS_1