JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Hari Terahir


__ADS_3

Setelah berhasil merebut kembali kerajaan Karang Cendana dan membenahi bangunan yang rusak akibat pertarungan.


Jaka pun mengajak Dewi mencari keberadaan Dewi Kalinggi,untuk membebaskan Resi Somala dan gurunya Ki Samber Gledek.


Mereka harus bergegas untuk segera mengeluarkan orang orang yang terhisap jurus penyerap jiwa.


Karena jika tidak di keluarkan tubuh mereka akan hancur,dan malam nanti bulan purnama akan kembali bersinar,artinya hari ini adalah hari terahir,sebelum akhirnya tubuh mereka hancur dan menyatu dengan kekuatan Dewi Kalinggi.


Jaka pun menyuruh kepala prajurit untuk menggantikanya memimpin Karang Cendana,selama Jaka pergi mencari Dewi Kalinggi.


Dewi pun segera melesat membawa Jaka terbang menuju Hutan Kayun Emas , untuk menemui ayahnya Raja Ranaya Kandi,dan menyusun rencana untuk menyusup ke Istana Hutan Kayu Emas.


Sesampainya di goa tempat ayahnya tinggal,Raja Ranaya Kandi dan Ibunya menyambut mereka dengan bahagia.


Raja Ranaya Kandi pun sudah mengetahui kedatangan anak anaknya.


Ia pun sudah jauh jauh hari,menghubungi para punggawa yang masih setia kepada dirinya,untuk mengumpulkan kekuatan merebut kembali kerajaan Hutan Kayu dari tangan Dewi Kalinggi.


Malam pun kembali menyelimuti bumi,dan sinar bulan mulai memancarkan cahayanya.


Raja Ranaya mengajak Jaka dan Dewi menuju Istana,sedangkan ibunya di suruh menunggu di goa.


Ketiganya masuk lewat pintu rahasia yang berada di samping istana.


Sementara Dewi Kalinggi sedang melakukan ritual untuk menyerap semua kekuatan orang orang yang ia hisap di bawah cahaya bulan yang bersinar dengan sempurna.


Jaka dan Dewi melesat mencari keberadaan Dewi Kalinggi ,sementara Raja Ranaya Kandi menemui para punggawa yang setia untuk kembali menyusun rencana.


Jaka segera menyerang Dewi Kalinggi yang sedang berusaha menyerap energi para korbanya.

__ADS_1


Ia pun mengarahkan pukulan matahari tingkat tiga untuk menyerang Dewi Kalinggi.Tiba tiba tubuh Jaka terhempas,sebuah kekuatan besar melempar dirinya.


Para prajurit pun segera mengepung Jaka dan Dewi.


Dewi Kalinggi terus fokus dengan ritualnya, ia pun segera melayang ke udara untuk lebih dekat dengan bulan purnama.


Jaka berusaha mengejar Dewi Kalinggi,namun para banaspati menghadang langkah Jaka.


Sementara orang orang yang menjadi korban ajian penghisap jiwa mulai merasakan panas yang luar biaasa,Resi Somala dan Ki samber Gledek pun mulai merasakan kepanasan .


Keduanya pun duduk bersila ,mereka menggunakan tenaga dalamnya untuk mengusir hawa panas yang seakan membakar tubuhnya.


Sementara para prajurit mulai tak sadarkan diri,Resi Somala dan Ki Samber Gledek menggabungkan tenaga dalamnya untuk melindungi orang orang dari panas yang mereka rasakan.


Jaka mulai panik ketika bulan purnama sudah benar benar sempurna dan hampir berada atas kepala Dewi Kalinggi.


kali ini Jaka menggunakan ajian dewa gledek untuk mengalahkan para banaspati.


Jaka segera melompat ke atas mendekati Dewi Kalinggi,ia pun menggunakan ajian penyerap daya untuk membuat konsentrasi Kalinggi pecah,segera Jaka menyerap energi alam di sekeliling Hutan Kayu,ia pun lantas melepaskan tenaga dalamnya ke arah Kalinggi.


Kali ini cukup berhasil,gelombang yang di hasilkan ajian penyerap daya sangat besar dan mampu menggoyahkan pelindung yang di buat Dewi Kalinggi.


Bahkan nenek peot itu harus menahan kekuatan dasyat dari ajian penyerap daya ,dengan ajian penyerap jiwa.


Bertemunya dua kekuatan besar menyebabkan timbulnya angin yang begitu kencang ,bahkan atap atap bangunan berhamburan ke segala arah,akibat angin kencang yang bertiup.


Dewi pun segera terbang ke atas membantu suaminya,ia segera membuat gelombang angin besar dengan ajian dewa angin.


Dewi Kalinggi merasa kewalahan dan mencoba menggunakan jurus ilusi ,untuk mengelabui Jaka dan Dewi.

__ADS_1


Namun keduanya dapat menghalau dengan mantera suci .


Dewi Kalinggi terus berusaha mengulur waktu menunggu bulan purnama berada tepat di atas kepalanya.


Jaka dan Dewi terkejut tiba tiba terdengar suara rintihan dari dalam tubuh Dewi Kalinggi,tentu saja Jaka dan Dewi semakin panik,mengetahui batas akhir hidup kakek dan gurunya.


Hampir saja Jaka putus asa untuk menolong kakek dan gurunya ,tiba tiba sosok bayangan Kiai prawoto munjul di hadapanya,beliau pun menyuruh Jaka melempar kalung yang di pakainya ke arah kalinggi ,setelah itu ia harus membaca ayat kursi yang telah kiai Prawoto ajarkan,bayangan Kiai prawoto langsung hilang.


Jaka pun segera melepaskan kalung yang ia pakai kalung itu tiba tiba mengeluarkan cahaya berwarna biru dan melesat ke arah Dewi Kalinggi.


Kalung itu tiba tiba berubah menjadi besar dan melilit tubuh Dewi Kalinggi.Jaka pun segera mendekat dan membaca ayat kursi sesuai petunjuk Kiai Agung Prawoto.


Sungguh di luar dugaan ,setelah Jaka membaca Ayat Kursi tubuh Dewi Kalinggi kejang kejang ,seketika puluhan sosok tubuh keluar dari tubuh Dewi Kalinggi.


Dewi pun melayang dan bergerak menangkap tubuh orang orang yang keluar dari ilmu penghisap jiwa.Sementara kedua sosok tubuh nampak melayang di udara.


Rupanya Resi Suralaya dan Ki Samber Gledek telah berhasil keluar dari jeratan ilmu penghisap jiwa.


Jaka pun masih terus membaca Ayat Kursi hingga akhirnya Dewi Kalinggi menyerah karena tak kuasa menahan hawa panas yang menyelimuti dirinya.


Jaka pun menghentikan bacaanya,namun Dewi Kalinggi rupanya masih terkurung oleh kalung milik Jaka.


Jaka pun binggung bagaimana melepas kalung tasbih yang membelenggu Dewi Kalinggi,namun tiba tiba kalung tasbih terbang mendekati Jaka kelana,sementara Dewi Kalinggi ambruk ke tanah ,dan seluruh tenaganya telah habis.


Jaka pun mulai memahami bahwa kalung yang di berikan Kiai Agung rupanya telah menyedot habis semua tenaga dalam Dewi Kalinggi.


Sementara Raja Ranaya Kandi pun telah berhasil memukul mundur para banaspati dan genderuwo yang menjadi sekutu Dewi Kalinggi.


Suasana haru kembali terjadi ,Jaka dan Dewi mendekati Resi Somala dan memeluknya.Ki Samber Gledek pun begitu senang ,ia pun tak menyangka dapat keluar dengan selamat dari jeratan ajian penghisap jiwa.

__ADS_1


Sementara itu Raja Ranaya Kandi menarik tubuh Kalinggi dan memasukanya ke penjara yang telah di lapisi kekuatan tenaga dalam agar dewi kalinggi tak bisa meloloskan diri.


__ADS_2