
Mengetahui senjatanya tak berfaedah lagi Raja Wisnu Kencana segera menghentakan kakinya ke bumi.
Tiba tiba tanah terbelah dan bebatuan di sekitar bukit berjatuhan dan menimpa para prajurit pajajaran.
Raden Kian Santang segera melompat dari kudanya dan melesat terbang menyerang wisnu Kencana berharap agar ia segera menghentikan jurus tapak pembelah bumi.
Tak tanggung tanggung Raden Kian Santang terbang dan melepaskan pululan Brajamusti dan membuat Raja Sabrang Lor terlempar.
Sementara itu Jaka Kelana terus memimpin pasukan menggempur para prajurit Sabrang Lor.
Jaka pun mengintruksikan anak buahnya agar menjauh dari bawah bukit karena bebatuan terus berjatuhan.
Jaka menyuruh para prajuritnya naik ke atas bukit dan bisa mengambil alih lokasi untuk pasukan panah agar lebih leluasa menentukan sasaran.
Para prajurit bergerak ke atas dan mencoba melumpuhkan pasukan Sabrang Lor yang menjadikan lokasi puncak untuk prajurit panah mereka .Tak perlu butuh lama akhirnya Jaka dan para prajurit berhasil menduduki puncak bukit .
Pasukan panah pun segera melepaskan rubuan anak panah dan menentukan sasaran kepada prajurit Sabrang Lor yang berada di bawah bukit .
__ADS_1
Dengan mudah mereka membidik satu demi satu prajurit musuh yang sedang melakukan duel dengan prajurit Pajajaran.
Perang sudah berjalan hampir seharian dan kemenangan sudah bisa di pastikan menjadi milik Pajajaran.
Sementara itu pertarungan Raden Kian Santang melawan Raja Wisnu Kencana masih berjalan seru,keduanya sama sama memiliki kanuragan yang mumpuni,batu batu meledak akibat terkena pukulan tenaga dalam dari kedua belah pihak.
Bahkan Raden Kian Santang sengaja mengajak Raja Wisnu Kencana bertarung di area yang cukup jauh dari medan pertempuran.
Karena akan sangat berbahaya bagi para prajurit dan pasti akan memakan banyak korban.
Raja Wisnu Kencana memang memiliki ajian pancasona ,karena setiap pukulan Raden Kian Santang yang berhasil melukai tubuhnya dalam sekejap langsung menghilang dan tubuh Raja Wisnu Kencana kembali seperti sedia kala.
Raja Wisnu Kencana tertawa seakan mengejek melihat Kujang Kembar yang di pegang Raden Kian Santang,ia bahkan berkata dengan lantang bahwa Kujang Kembar tidak akan mampu untuk mengalahkanya.
Tentu saja ejekan Raja Wisnu Kencana membuat Raden Kian Santang sedikit emosi,ia segera melompat dan berusaha menusuk tubuh Wisnu Kencana menggunakan Kujang Kembar.
Wisnu Kencana sengaja tak menghindar,ia justru sengaja membiarkan tubuhnya di tusuk oleh Raden Kian Santang.
__ADS_1
Raden Kian Santang terkejut melihat kekuatan maha dasyat yang di miliki Kujang Kembar ternyata tak mampu mengoyak kulit Wisnu Kencana sedikitpun.
Raden Kian Santang merasa bahwa ketika kulit Wisnu Kencana terkena kujang kembar kulit itu seakan mengeras seperti batu karang .
Raja Wisnu Kencana tertawa melihat muka Raden Kian Santang yang seakan tak percaya bahwa senjata utama pajajaran tak mampu mengalahkan Wisnu Kencana.
Sementara itu Raja Wisnu Kencana tidak menyiakan kesempatan, di saat Raden Kian Santang masih terpana oleh ilmu kebal miliknya,ia segera melepaskan pukulan pembelah bumi dan berhasil mengenai dada Raden Kian Santang.
Tubuhnya pun terpental hampir puluhan meter.
Namun Raden Kian Santang juga memiliki tubuh yang sangat kuat bahkan senjata tajam jenis apapun konon tak dapat melukai tubuhnya.
Ternyata bukan cuma omong kosong ,ketika tubuh Raden Kian Santang terpental dan tanpa sengaja mengenai ujung tumbak milik seorang prajurit Sabrang Lor,namun bukan tubuhnya yang terluka justru tumbak patah dan gagangnya menembus prajurit hingga tewas.
Raden Kian Santang mendarat dan terlihat mengatur nafas yang sedikit tersengal.
Ia pun berniat terbang kembali ke pertarungan ,namun Jaka rupanya sudah berada di sampingnya.
__ADS_1
Jaka segera memohon izin agar di beri kesempatan untuk mencoba kekuatan Wisnu Kencana dan jika ia di beri kemenangan tentu saja itu juga sesuai dengan syarat dari Prabu Siliwangi bahwa beliau mau meminjamkan Kujang Kembar asalkan Jaka mampu membantu Pajajaran melawan Sabrang Lor.