
Kali ini Jaka langsung melompat dari punggung Dewi. Dia melayang dan berlari di atas ilalang.
Wanita berambut perak terus saja berlari sambil melempar jarum beracun.
Jaka terus berlari sigsag menghindari jarum beracun yang terbang ke arahnya.
Sementara Dewi sudah berubah menjadi manusia dan menghadang langkah Manusia berambut perak.
Namun Dewi sedikit tertegun melihat wanita yang ia hadang justru berubah menjadi seorang pria dan wajahnya mirip sekali dengan Raja Ranaya Kandi.
Wanita berambut perak melempar jarum beracun ke arah Dewi, sementara Dewi masih tertegun dengan wajah yang mirip ayahnya,hingga ia tak sadar bahaya sedang mengancam.
Untunglah Jaka tidak ikut terperdaya, ia segera melompat dan menyambar tubuh Dewi, saat jarum beracun yang di lempar wanita bercadar hampir mengenai kepala Dewi.
" Dinda itu bukan ayahmu,dinda jangan terlena?"
Dewi yang meresa telah di tipu menjadi kesal dan mencabut pedang kembarnya.
Gerakan pedang yang begitu cepat siap melibas tubuh wanita berambut perak. Kali ini si wanita tak melepaskan jarum beracun.
Ia terlihat mengambil beberapa ranting yang terletak di hadapanya dan melemparnya ke arah Dewi yang sedang mengayunkan pedangnya.
Ranting ranting meluncur dengan cepat hingga Dewi di buat sibuk menangkis ranting ranting yang melayang ke arahnya.
" Tring,ting ,ting"
Ranting terjatuh di tepis oleh pedang kembar.
Dewi terus melaju mengayun pedangnya ke tubuh wanita berambut perak.
Kali ini wajah si wanita berubah menjadi mirip dengan ibundanya hingga membuat Dewi terkejut dan menarik mundur kedua pedangnya.
Wanita bercadar tak menyia nyiakan kesempatan ia membuka kedua tanganya.
Keluarlah tenaga dalam yang cukup besar hingga Dewi terlempar jauh ke belakang.
Jaka kembali melompat dan menangkap tubuh Dewi yang hampir membentur batu besar yang berada di semak semak.
" Hati hati dinda, jangan terkecoh itu pasti ilmu seribu wajah!"
" Baiklah kanda, kali ini aku tak akan terperdaya!"
Dewi mengambil posisi dan menyarungkan kedua pedangnya.
Ia mengakat kedua tanganya dan membentuk jurus Dewa Angin.
Kini angin terbentuk memutar membentuk lingkaran, daun daun kering mulai berterbangan.
Wanita berambut perak sedikit kaget , namun ia justru tersenyum. Kali ini wanita itu melakukan gerakan aneh dengan berguling di tanah.
__ADS_1
Tiba tiba dari dalam tanah keluar batu batu besar yang melayang layang mengarah ke Dewi dan Jaka.
Dewi segera melempar kekuatan Dewa angin hingga menghantam batu dan masuk kepusaran. Ia pun mengarahkan pusaran angin untuk menghisap wanita berambut perak.
Wanita berambut perak membuka kedua mulutnya dan berhasil menghisap pusaran angin milik Dewi hingga menghilang.
Kali ini giliran Jaka yang melompat menggunakan jurus taichi, wanita tersebut juga dapat mengimbangi gerakan jaka yang sangat cepat.
Bahkan beberapa kali pukulanya mendarat di tubuh Jaka.
Jaka memadukan jurus taichi dengan tendangan tanpa bayangan.
Ternyata jurusnya cukup efektif tendanganya barhasil mendarat telak di dada wanita berambut perak dan membuat wanita tersebut terlempar masuk ke semak semak.
Kali ini Dewi yang hanya menonton melompat berdiri di samping Jaka Kelana.
Tiba tiba terlihat dua wanita berambut perak melompat dari semak semak dan langsung melakukan gerakan cepat dan membuat Jaka dan Dewi harus bergerak menghindari setiap seranganya.
Rupanya wanita berambut perak memecah raga, seranganya tergolong berbahaya jika lawanya adalah pendekar biasa.
Dia juga kembali melempar jarum beracun,tentunya hal itu membuat Jaka dan Dewi harus jeli untuk membaca arah jarum beracun bergerak.
Di tambah lagi serangan dari Seruni yang terus memukul dan menendang dengan gerakan yang berkekuatan tinggi.
Dewi kembali mencabut pedang kembarnya untuk menangkis jarum beracun yang terus bergerak seperti tidak pernah habis. Sementara Jaka kali ini mencoba menggunakan tehnik mengubah suhu,ia terbang melayang dan menyerap kekuatan alam dan mengubahnya menjadi gelembung gelembung kecil. Rupanya cara tersebut cukup efektif. Gelembung yang berasal dari tehnik mengubah suhu berhasil mengurung jarum yang berterbangan dan membelokanya kembali ka arah seruni.
Jarum bergerak cepat berbelok dan beberapa di antaranya menusuk tubuh seruni.
Jaka merasa emosinya memuncak karena sudah berkali kali terperdaya.
Sementara Dewi juga terus memainkan pedangnya. Setelah jarum jarum yang berterbangan habis ia tangkis, Dewi meluncur menyerang Seruni.
Seruni kini tak bergeming hingga tubuhnya terkoyak.
Dewi cukup kaget melihat wanita berambut perak tak bergerak, ia pun kembali merasa di tipu ketika tubuh itu tiba tiba lenyap.
Jaka segera berteriak supaya Dewi terus berada di sampingnya dan tetap waspada.
" Dinda,hati hati dan tetaplah berada di samping kanda. Mari kita coba ajian sepasang dewa gledeg mencabut nyawa"
Keduanya segera menyatukan gerakan dan ujung telapak tangan saling menempel.
Seruni segera melompat dari semak, namun kali ini nampaknya ia mulai panik dengan angin yang berdesis kencang, burung burung berterbangan seperti ketakutan.
Seruni segera sadar bahwa kedua musuhnya akan mengeluarkan jurus maha dasyatt.
Kini ia pun bergerak mengokohkan kuda kuda, kedua tanganya bergerak seperti orang menari.
" Baiklah akan aku ladeni jurus mereka dengan jurus Guntur Saketi"
__ADS_1
Langit mulai di tutupi awan hitam, kilat menyambar nyambar.
Jaka dan Dewi segera melepaskan ajian Dewa Gledeg. Gayung bersambut,Seruni juga melepas ajian Guntur Saketi.
langit di penuhi petir yang saling bertabrakan, hewan hewan berlarian menjauhi hutan.Para penduduk desa di tepi hutan juga ketakutan melihat langit di penuhi petir yang saling beradu.
Pepohonan juga tumbang,angin berhembus sangat kencang.
Sementara itu Ki Layung Seta dan Ki Sangga buana dapat membaca suasana bahwa pasti itu adalah pertarungan tingkat tinggi antara Jaka,Dewi dan pendekar jarum beracun.
" Benar benar, pertarungan yang menakutkan kang,Buana!" tanya ki Layung Seta.
" Ia ki, ini pasti ajian dewa gledeg,tapi kekuatanya sangat jauh dengan dewa gledeg milikmu!"sambut Sangga Buana.
" Apa mungkin ini adalah jurus gabungan dari dewa gledeg, benar benar mengerikan!"ucap ki Layung Seta.
Sementara kembali ke pertarungan,rupanya jurus guntur saketi tak mampu melawan jurus dewa gledeg.
Tubuh seruni mengerang ketika sambaran petir mengenai badanya.
" Ahkkkkhh, jurusku tak mampu menahan jurus kedua pendekar itu"
Seruni mengerang dan tubuhnya mulai kepanasan.
Di saat yang cukup genting ia kembali merubah wujudnya menjadi sosok ki Kardi yang merupakan ayah angkat Jaka.
Sambil merintih kepanasan wujud ki kardi meminta tolong dan memanggil Jaka.
Tentunya Jaka terkejut dengan sosok yang ia lihat, namun kali ini ia tak mau terperdaya.
Jaka segera melompat dan menotok aliran darah ki kardi.
" Kenapa kamu tega nak, apa kamu sudah melupakan aku!"
Jaka hanya tersenyum.
" Maaf nyi kali ini aku tak akan terperdaya.Aku tak akan membunuhmu nyi,asal nyai jujur kenapa nyai, membunuh Paman Raja Langit?"
Mendengar kata kata Jaka wanita berambut perak segera kembali ke wujud aslinya dan menangis tersedu.
Tentunya Jaka dan Dewi terkejut dan sedikit bingung.
" Sebenarnya nyai siapa dan kenapa membunuh paman patih?" tanya Dewi lirih.
" Baiklah aku akan jawab semua pertanyaan kalian, namaku adalah Seruni wanita seribu wajah. Tapi tolong anak muda sebuhkan lukaku dulu nanti akan ku ceritakan semuanya padamu.Dadaku mulai sesak dan tubuhku seperti terbakar!" pinta Seruni pada Jaka Kelana .
" Bersambungg"
***Terimakasih buat pembaca setia,mohon maaf karena novel ini masih banyak kekurangan dan tidak selalu apdete tiap hari
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏🙏****