
Kabar meninggalnya Kaisar di umumkan oleh Ming Chun ke seluruh wilayah kekaisaran. Ia begitu gembira karena ternyata Kaisar Ci dan para pengikut setianya telah mati. Itu artinya ia telah berkuasa sepenuhnya karena rakyat tak lagi mempunyai sosok pimpinan yang lama dan masih sangat mereka cintai.
Sementara itu Keluarga dari kaisar Ci begitu berduka melihat jenazah Kaisar dengan tubuh gosong hingga tak dapat di kenali. Rakyat pun ikut berduka dan menggelar doa di setiap rumah .
Namun justru kabar itu di sambut oleh Kaisar Ci dan Guru Chen beserta punggawanya. Dengan kabar meninggalnya Kaisar dan para punggawa tentu saja mereka akan mudah bergerak dan tentunya dengan menyamar menjadi rakyat biasa.
Kabar tersebut juga telah sampai di kamp tempat Jendral Chong dan para abdi. Mereka tidak panik sedikitpun karena Jaka dan Dewi lebih dulu memberi kabar gembira bahwa Kaisar dan Guru Chen dalam keadaan baik baik saja.
Dan tak lama lagi mereka pun akan di jemput oleh sang Jendral untuk menuju tempat yang lebih aman sekaligus sebagai penyemangat pasukanya ketika melihat langsung sosok Kaisar Ciming yang sangat mereka cintai.
Hari yang di nanti telah tiba. Saat malam menjelang Dewi kembali berubah menjadi Elang Raksasa dan membawa terbang Jaka Kelana dan juga Jendral Chong menuju tempat Paman Tang.
Setelah terbang cukup lama sampailah mereka di tempat yang ia tuju. Untuk sejenak Jendral Chong seakan tak percaya bisa bertemu dengan Kaisar Ci dan juga gurunya Chen.
Para punggawa Kaisar juga menunduk hormat ketika Jendral Chong memasuki rumah Paman Tang. Sementara WuTan tak ikut dalam rombongan dan tentu saja hal itu membuat Bibi Pay sedih. Namun Dewi segera menghibur bibinya dan berkata bahwa Wutan saat ini baik baik saja dan pasti akan kembali bertemu bibi Pay. Jendral Chong juga mendekati Bibi Pay dan berusaha meyakinkan Bibi Pay bahwa Wutan baik baik saja. Jendral Chong juga berjanji akan menjaga keselamatan Wutan agar bisa kembali bertemu keluarganya.
Namun karena waktu terbatas dan mereka harus segera pergi ke markas , maka bergegaslah para prajurit mengemasi bekal yang mereka bawa untuk di gunakan selama berada di hutan. Mereka juga harus sampai di markas sebelum matahari terbit. Karena akan sangat berbahaya jika matahari terbit tapi mereka masih berjalan di jalan desa.
__ADS_1
Karena MungYi mengerahkan anak buahnya untuk berjaga di setiap daerah kekuasaan dan sambil mengawasi jika ada pergerakan rakyat yang mencurigakan.
Matahari telah terbit dan rombongan sudah memasuki hutan di mana di dalamnya terdapat lahan yang di jadikan markas.
Kini kedatangan Kaisar Ciming di sambut dengan suka cita. Para prajurit semakin mantap untuk berjuang merebut kembali tanah air mereka yang telah di ambil secara paksa.
Namun tentunya itu bukan hal mudah mengingat jumlah prajurit masih sedikit dan kekuatan musuh sangatlah besar. Jendral Chong memerintahkan beberapa ajudan untuk merekrut rakyat yang mau berjuang dengan membawanya secara sembunyi sembunyi dan akan di latih untuk berperang.
Para prajurit pun menyebar ke desa desa. Dengan hati hati dan waspada satu persatu rakyat yang masih setia pada Kaisar Ci di ajaknya menuju markas. Lambat laun jumlah tentara semakin banyak dan kini berjumlah hampir sepuluh ribu pasukan.
Jendral Chong harus benar benar jeli dalam strategi. Kini setelah jumlah pasukan bertambah hal yang harus di lakukan adalah membuat bangunan kokoh sebagai benteng pertahanan, jika sewaktu waktu pergerakan mereka di ketahui oleh Jendral Mung Yi selaku pimpinan tertinggi tentara Kaisar Ming Chun.
Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, tak terasa sudah hampir dua purnama mereka mendirikan bangunan yang di kelilingi oleh dinding yang di buat dari kayu kayu besar yang masih utuh untuk di jadikan benteng pertahanan.
Jebakan jebakan juga di pasang di sepanjang jalan utama yang mengarah ke gerbang. Kaisar pun memberi nama Benteng tersebut dengan nama Benteng Karang Kekal, nama itu sebenarnya pemberian dari Jaka Kelana. Jaka sengaja mengadopsi nama kerajaanya karena mempunyai arti yang bagus. Karang berarti keras atau tahan terhadap gempuran dan kekal ya langgeng atau abadi.
Kini semakin banyak pula rakyat yang datang untuk menjadi prajurit dan akan berjuang dengan segenap jiwa raga merebut kembali tanah leluhur mereka. Rupanya Ming Chun sudah mulai curiga dengan hilangnya para pemuda secara besar besaran. Tentunya hal itu menjadi perhatian besar baginya, ia pun segera mengutus Jendral Mung Yi menyelidiki akan hal tersebut.
__ADS_1
Namun karena Jendral Chong sudah menyiapkan siasat dengan sedemikian rupa hingga keberadaan mereka sulit untuk di ketahui musuh.
Sementara itu Keluarga Kaisar Ci yang masih hidup ternyata akan di pindahkan ke kerajaan Liming karena di anggap tidak mau mematuhi segala aturan yang telah di keluarkan oleh pihak Ming Chun. Bahkan Ming Chun ternyata juga sangat berambisi untuk menjadikan istri Kaisar Ciming untuk di jadikan sebagai permaisurinya. Tentunya hal itu membuat keluarga Kaisar Ci marah besar dan tidak mentaati segala perintah Ming Chun.
Hingga Ming Chun akhirnya marah dan akan memindahkan keluarga Ciming ke penjara di wilayah Liming.
Kabar akan di pindahkanya keluarga Kaisar Ci tentu saja menjadi kabar gembira bagi Kaisar Ciming sendiri. Kaisar pun memerintahkan Jendral Chong meramu strategi untuk menghadang pasukan Ming Chun yang akan membawa keluarganya dan menyelamatkan mereka. Namun itu saja hal itu harus di lakukan dengan sangat hati hati mengingat keselamatan keluarga Kaisar tentu akan terancam jiwanya.
Sementara itu Ming Chun juga mulai berambisi untuk memperluas wilayahnya bahkan ia tidak perduli dengan aturan dan kesepakatan yang telah ia sepakati dengan Kaisar Feng. Hal gila pun tercetus dari pikirannya yang ingin menumbangkan kekaisaran Feng dan hanya dialah satu satunya yang akan berkuasa di negeri Tirai bambu tersebut.
Ming Chun pun terus menambah bala tentaranya dan menguatkan persenjataan agar dapat mengimbangi jumlah pasukan dan juga alat tempur yang dimiliki pasukan Kaisar Feng.
Berangkatlah Jendral Mung Yi dengan bala tentaranya yang berjumlah seratus orang. Rupanya Ming Chun sudah terlena bahwa tidak ada lagi ancaman di wilayah kekuasaannya karena ia menganggap bahwa Kaisar Ci dan punggawa setianya telah mati dilalap api.
Tentunya ia hanya menyuruh Mung Yi mengawal tahanan dengan seratus orang prajurit terpilih. Sebab untuk saat ini ia lebih fokus terhadap ambisinya untuk memberontak kepada Kaisar Feng, orang yang tentu saja sangat berjasa atas kekuasaanya saat ini.
Jendral Chong kali ini bersiap dengan membawa dua ratus orang prajurit di antaranya Jaka dan Dewi juga Wutan. Mereka berusaha untuk membuat kejutan kepada Mung Yi dan bala tentaranya.
__ADS_1