
Jaka dan Dewi semakin penasaran,terhadap sosok Kiai Asgung Prawoto.
Setelah mendengar sosok beliau dari Siti,mereka pun ingin segera berjumpa dengan Kiai Agung.
Siti pun mengantar keduanya berjalan naik ke atas bukit untuk bertemu Kiai Agung Prawoto.
Sesampenya di puncak bukit,mereka di suguhkan pemandangan yang begitu indah,Jaka dan Dewi pun merasa aneh menyaksikan hampir semua orang di padepokan memakai seragam putih,Jaka pun bertanya kepada Siti ,tentang para resi yang ia lihat.
Siti menahan tawanya,ia pun lantas menjawab ,bahwa mereka bukan resi,itu adalah murid Kiai Agung,mereka berpakaian sesuai anjuran Kiai Agung,karena warna putih melambangkan kesucian.
Orang orang nampak begitu ramah ketika berpapasan dengan mereka,Jaka dan Dewi pun semakin terasa nyaman berada di padepokan Puncak Bukit Mulyo.
Siti mengajak Jaka dan Dewi masuk ke sebuah ruangan,di dalamnya nampak seorang yang berpakaian putih,jenggotnya panjang ,wajahnya begitu bersahaja.
Orang itu tersenyum dan menjawab salam dari Siti,beliau lalu mempersilahkan para tamu untuk duduk.
Kiai Agung Prawoto ,memanggil nama Jaka dan Dewi,tentu saja membuat keduanya terkejut,beliau juga tahu asal usul mereka,dan silsilah keturunan dari keduanya.
__ADS_1
Jaka semakin kagum kepada Kiai Prawoto,lalu beliau menyuruh beberapa santri untuk menyiapkan makan dan minum untuk menjamu keduanya,sementara Siti sudah berbaur dengan teman temanya.
Kiai Prawoto berpamitan,untuk mengajar para santri.
Jaka dan Dewi saling pandang dan menganggukan kepala,mereka juga agak tidak enak hati dan masih merasa canggung ,jikalau berbicara dengan Kiai Prawoto,karena sosoknya yang berwibawa.
Jaka dan Dewi tak bisa lagi menahan lapar,setelah Kiai Prawoto berlalu,keduanya menyantap makanan yang tersaji.
Setelah selesai makan,seorang santri masuk dan mempersilahkan mereka untuk beristirahat di kamar yang telah di siapkan.
Setelah malam menjelang terdengar suara orang orang yang sedang membaca al quran,Jaka dan Dewi merasa aneh dengan suara tersebut,ia pun lantas mengajak Dewi keluar menuju sumber suara.
Kiai Agung Pramono tersenyum dan memberi tahu Jaka.
"Ketahuilah ananda berdua itu adalah lantunan ayat ayat suci al quran,kitab yang di jadikan pedoman dalam agama islam,kitab yang di jadikan untuk acuan bagaimana kita hidup dengan sesama manusia dan dengan sang pencipta Allah Swt".
Jaka dan Dewi saling berpandangan ia berusaha memahami maksud Kiai Agung Pramono.
__ADS_1
Jaka pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya lebih dalam tentang agama islam.
Kiai Agung pun menjelaskan .
"Islam adalah agama yang di bawa oleh manusia paling Agung Rosul Muhammad SAW.Beliau lahir di sebuah negara yang letaknya sangat jauh yaitu Mekkah ,sebuah nagari yang hampir semua daratanya di penuhi padang pasir.Beliau langsung mendapat wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril,untuk menyampaikan pesan kedamaian untuk seluruh umat manusia dan alam jagad raya".
Jaka dan Dewi mendengarkan dengan seksama,ada rasa penasaran yang menggebu,karena mereka merasa ajaranya sangat komplit ,mencakup semua aspek kehidupan baik ,manusia ,jin ataupun dengan dunia seisinya.
Jaka pun bertanya kepada Kiai Agung ,bagaimana asal mula islam masuk ke tanah Jawa.
Kiai Agung tersenyum,sebelum melanjutkan kisahnya ,beliau bertanya kepada Jaka,"apakah kiranya ,ananda tertarik dengan islam?.
Jaka"betul Kiai rasanya agama ini sangat berbeda dengan agama nenek moyang ,karena dalam agama nenek moyang kami,ada sekat sekat yang memisahkan antara bangsawan dan rakyat biasa.Padahal manusia di ciptakan dari bahan yang sama yaitu tanah,".
Kiai Agung nampak mulai kagum Jaka Kelana,walaupun ia seorang keturunan raja,tapi tidak ada sedikitpun untuk berbangga diri,ia malah senang bergaul dengan rakyat jelata.
"Baiklah ananda berdua aku akan sedikit berkisah tentang asal usul islam sampe di tanah jawa,".
__ADS_1
Jaka dan Dewi nampak antusias ingin segera tahu tentang siapa sosok yang pertama menyebarkan islam di tanah Jawa.