JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
penyelamatan


__ADS_3

Setelah situasi terkendali ,kerajaan mulai berbenah .Raja Jaya Wijaya memerintah Patih Rangga Abang agar membersihkan puing puing dan bekas darah yang membanjiri istana akibat korban yang berjatuhan.


Jaka Dan Dewi pun ikut membantu mengangkat para prajurit yang terluka untuk di obati.


Sementara para prajurit yang gugur di kubur di hutan belakang istana ,di kubur secara masal dalam satu lobang.


Sementara para prajurit Karang Cendana yang terlibat peperangan tidak mau meninggalkan Wisma Kencana .


Mereka pun lebih memilih Wisma Kencana karena takut akan di siksa olah Dewi Kalinggi dan anak buahnya.


Setelah semua pekerjaan selesai Raja Jaya Wiajaya mengumpulkan semua punggawa kerajaan.Namun rupanya Jaka kelana tidak melihat kakeknya Resi Somala.


Ia pun segera menanyakan keberadaan Resi Somala kepada ayahandanya.Jaka terkejut bukan kepalang mengetahui kakeknya Resi Somala tersedot masuk oleh ajian penghisap jiwa.


Seorang prajurit Karang Cendana pun ikut bicara,ia memberi tahu Jaka bahwa Ki Samber Gledek dan ratusan prajurit Karang Cendana juga tersedot masuk oleh ilmu penyerap jiwa.

__ADS_1


Jaka pun segera memohon izin ayah dan ibundanya, setelah kondisinya pulih ia beserta Dewi akan pergi untuk menyelamatkan Resi Somala beserta Ki Samber Gledek dan semua orang yang telah masuk terjerat jiwanya ,akibat ilmu penghisap raga.


Setelah ayahandanya mengizinkan Jaka dan Dewi pamit, untuk menuju ruang semedi, memulihkan kondisi tubuhnya .


Jaka dan Dewi duduk bersila mereka mencoba menggunakan hawa murninya ,untuk mengembalikan kondisi fisiknya.


Selain mengembalikan kebugaran tubuhnya ,Jaka juga mengharap kedatangan Resi Suralaya untuk memberi petunjuk ,bagaimana cara untuk menyelamatkan orang orang yang terhisap oleh ilmu penghisap jiwa .


Hampir dua malam berlalu namun sang resi belum juga datang menemuinya.


Hingga akhirnya Jaka tertidur dan bermimpi bertemu Resi Suralaya,beliu berkata bahwa ada seseorang yang tahu bagaimana cara mengeluarkan orang yang sudah tertelan oleh jurus penghisap jiwa.


Ia tinggal di sebuah bukit yang letaknya dekat Pulau Madura.Segera berangkatlah kesana karena setiap orang yang tersedot ilmu penyerap jiwa ,akan benar benar mati kalau selama satu purnama masih tetap terjebak di dalamnya.


Jaka pun segera terbangun dari mimpinya.Ia pun menunggu matahari terbit baru kemudian menemui ayahnya untuk minta petunjuk akan mimpinya.

__ADS_1


Matahari mulai merekah ,sinarnya pun memancar ke segala penjuru bumi.


Dewi kumalasari terbangun,dan tidak menemui sosok suaminya,ia pun bergegas keluar dari kamar ,untuk mencari Jaka Kelana.


Sementara Jaka terlihat sedang berbincang dengan Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati,mereka pun memberi saran agar Jaka segera mengikuti petunjuk Resi Suralaya dan segera bergegas mencari sosok Ki Agung Prawoto,dan meminta bantuan untuk menolong Resi Somala dan semua orang yang tersedot masuk oleh ajian penghisap jiwa.


Jaka pun segera memohon izin untuk mencari Ki Agung Prawoto,ia pun bergegas kembali ke kamarnya.


Sementara Dewi masih terlihat sibuk mencari suaminya,ia pun menanyai beberapa prajurit,namun mereka pun tak mengetahui keberadaan Jaka Kelana.


Hingga akhirnya Jaka melihat Dewi sedang kebingungan mencari dirinya,Jaka pun sengaja bersembunyi di balik dinding .


Sementara Dewi berjalan menuju arah tempat Jaka bersembunyi,Dewi terkejut karena Jaka tiba tiba menepuk pundaknya dari belakang.Mukanya pun langsung cemberut dan diam seribu bahasa.


Mengetahui istrinya ngambek,Jaka sedikit memberikan rayuan gombal,hingga akhirnya Dewi termakan oleh rayuanya.

__ADS_1


Setelah wajah Dewi kembali berseri ,Jaka pun segera mengutarakan niatnya bahwa ia akan mengajak Dewi kembali berkelana,mencari Ki Agung Prawoto,untuk meminta petunjuk bagaimana cara menyelamatkan Resi Somala dan Ki Samber Gledek.


Dewi pun kegirangan mendengar ia akan kembali berkelana bersama Jaka Kelana.


__ADS_2