JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Siluman Kerbau


__ADS_3

Angin kencang terus berhembus ,bahkan kali ini tiupan angin semakin besar dan mampu membuat tubuh Jaka dan Dewi seakan terbawa oleh angin kencang.


Dewi mencoba membuat pusaran Dewa Angin dan melipat gandakan kekuatanya,usahanya pun berhasil membuat angin kencang menghilang.


Namun ternyata setelah angin menghilang munculah sesosok mahluk dengan dua tanduk di kepalanya,ia pun mengaku sebagai siluman kerbau yang di tugaskan oleh Sang Hyang Ismoyo,untuk menjaga gerbang Gunung Tidar.


Dan kalau Jaka dan Dewi hendak menuju puncak Tidak,ia harus bisa mengalahkan siluman Kerbau.


Dewi kali ini nampak risih dengan mata siluman kerbau yang terus memandangnya,seakan hendak memangsa tubuhnya.


Hingga ia segera melompat dan terbang menyerang siluman kerbau.Siluman kerbau terlihat sante ia hanya menggelembungkan kedua pipinya.


Setelah itu ia membuka mulutnya dan sontak angin kencang tiba tiba datang dan nyaris membuat tubuh Dewi Kumalasari terlempar.


Untunglah Dewi masih sanggup menahan tiupan angin yang berasal dari mulut siluman kerbau dengan tenaga dalamnya.


Setelah berhasil menginjakan kakinya ke tanah ,Dewi pun bersiap dengan ajian dewa angin,sontak saja angin yang bergulung gulung dan meliuk melaju menuju tubuh siluman kerbau.


Siluman kerbau terkejut ia pun tak sempat menghindar dan akhirnya masuk ke dalam pusaran angin.Siluman kerbau berteriak kesakitan dan akhirnya menghilang.


Dewi segera menarik ajian dewa angin,namun tiba tiba terdengar suara yang sangat keras dan memekikan telinga.

__ADS_1


Sampe sampe Jaka dan Dewi harus menggunakan setengah tenaga dalamnya untuk melindungi telinganya dari suara aneh yang tiba tiba muncul.


Hanya orang yang memiliki tenaga dalam super dasyatt yang bisa membuat suara laksana guntur.Jaka dan Dewi terus berusaha berkonsentrasi menahan gelombang suara yang di sertai aliran tenaga dalam super dasyatt.


Jaka segera teringat pesan Kiai Agung Prawoto bahwa mungkin itu adalah Sabdo Palon,yang di anggap sebagai raja jin pamomong tanah jawa,atau penduduk sekitar menyebutnya dengan sang hyang ismoyo jati.


Jaka pun berusaha menambah tenaga dalamnya dan segera menyebut nama Sabdo Palon.


Jaka"maaf sang hyang ismoyo atau Sabdo Palon ,jika kedatanganku mengganggumu,namun perlu anda ketahui bahwa kami datang dengan maksud baik,yaitu untuk mencari pusaka pedang suci,dan akan kami gunakan untuk melindungi tanah jawa dari kehancuran yang akan di timbulkan oleh Darma Wisnu".


Sabdo Palon"tidak usah mengguruiku wahai anak muda,aku lebih tahu tentang apa yang telah terjadi di pulau jawa selama ribuan tahun,dan apa apa yang akan menimpa di masa depan"..


Jaka"kalau begitu kenapa tuan masih menahanku padahal tujuanku sama seperti tuan ,yaitu untuk kedamaian jawa"..


Jaka "baiklah tuan kini aku akan menerima apapun bentuk ujian yang akan engkau berikan ,hingga akhirnya aku mendapatkan pusaka pedang suci"..


Suara Sabdo Palon tiba tiba lenyap,namun asap putih tiba tiba muncul melayang layang kemudian turun tepat di hadapan Jaka dan Dewi Kumalasari.


Lambat laun asap mulai lenyap dan kini terlihat jelas sesosok wujud dengan memakai pakaian adat Jawa ,tubuhnya terlihat pendek dan perutnya besar seperti orang hamil.


Namun sosok itu memancarkan cahaya,hingga Jaka dan Dewi harus menutupi kedua matanya.Akhirnya Jaka pun memberanikan diri dan berkata agar sosok yang mengaku sebagai Sabdo Palon untuk meredupkan aura cahaya yang terpancar dan menyilaukan mata.

__ADS_1


Sabdo Palon segera menghilangkan cahaya yang terpancar dari tubuhnya.


Ia pun menyuruh Jaka untuk mendekat dan bertanya ,apakah Jaka masih keturunan dari Shyeikh Subakir,karena penampilanya yang sangat mirip.


Jaka pun tersenyum,ia pun sempat berkata dalam hati tentang ucapan Sabdo Palon yang berkata bahwa ia mengetahui semua hal,tapi nyatanya ia masih juga bertanya padaku,gumam Jaka dalam hati.


Sabdo Palon,"anak muda kesempurnaan hanya milik sang hyang Agung,aku juga sama seperti kamu ,sama sama di ciptakan oleh NYA"..


Jaka tersentak mendengar ucapan Sabdo Palon ,ia pun segera meminta maaf,sementara Dewi justru tertawa melihat polah suaminya yang terlihat salah tingkah di hadapan ,sang hyang Ismoyo Jati.


Singkat cerita akhirnya Sabdo Palon menguji Jaka Kelana tentang pengetahuan agama. Jaka pun memberikan penjelasan dengan agama yang di anutnya sekarang yaitu islam.


Sabdo Palon mulai teringat tentang pertemuanya dengan Sheikh Subakir,dan rupanya apa yang di sampekan Jaka hampir sama tentang ajaran agamanya .


Akhirnya Sabdo Palon yakin bahwa Jaka memanglah orang terpilih untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.Ia pun segera membawa Jaka serta Dewi menuju batu hitam yang berada di puncak Gunung Tidar.


Sebelum Jaka mengambil Pedang Suci,ia memberitahukan bahwa batu tumbal tidak boleh bergeser dari tempatnya,karena akan menimbulkan bencana dan pulau jawa akan hancur.


Sabdo Palon juga menyuruh Jaka memecahkan misteri,untuk mengambil pedang suci tanpa menggeser posisi batu tumbal.


Sabdo Palon segera pamit dan menghilang.Dalam kebingungan hati Jaka teringat ucapan Kiai Agung,bahwa segala sesuatu yang terjadi tidak lepas dari takdir Illahi.

__ADS_1


Jaka segera memanggil Dewi,ia pun menyuruhnya untuk ikut mencari sumber air untuk berwudu dan melakukan solat.


__ADS_2