
Ketiganya mulai bersiap,ketika Harimau mulai mengendus endus mencari keberadaan mereka.Jaka pun berbisik kepada Sri Lodaya agar tetap diam sambil tetap waspada.Tiba-tiba seekor babi hutan keluar dari semak belukar dan berlari.
Dengan cepat harimau mengejarnya dan berlalu meninggalkan pohon besar tempat ,Jaka dan Lodaya serta Dewi beristirahat.Ketiganya akhirnya menarik napas lega,setelah beberapa saat rasa kantuk mulai menggelayut,mereka pun tertidur pulas sampe bunyi kokok ayam hutan membangunkanya.
Pagi telah datang,sinar mentari mulai beraksi menerangkan jagad raya.Kali ini Sri Lodaya memohon izin untuk mencari makanan untuk sekedar mengganjal perut.Rupanya mereka hampir seharian tak menyantap makanan,karena ingin cepat sampe di Gunung Kerinci.Sri lodaya pergi mencari hewan buruan atau buah buahan.Ia membawa serta busur sewu untuk mendapatkan hewan buruan.
__ADS_1
Jaka pun mengumpulkan ranting kering untuk membuat api.Rupanya begitu cepat Sri Lodaya kembali dengan membawa seekor rusa yang sudah ia sembelih.Jaka pun kegirangan mendapati Lodaya pulang membawa seekor Rusa.
Dewi masih tetap bertengger di atas dahan pohon,ia kembali teringat akan orang orang yang ia cintai.Ia pun tak ingin berlama lama dengan wujud elangnya.Ingin sekali ia berbaur dengan orang yang ia kasihi.
Lamunan Dewi segera berlalu,aroma rusa bakar mulai menghiasi hidung mereka ,cacing cacing pun ikut bersuara ingin segera mendapat makanan.Jaka melompat ke atas pohon dan menyodorkan kedua paha rusa yang telah ia bakar unyuk santapan Dewi Kumalasari.
__ADS_1
Kembali ketiganya,merasakan aura yang sangat dasyat ketika hampir mencapai punjak gunung.Bahkan Dewi merasakan ada sebuah aliran tenaga dalam mengarah ke arahnya.
"Dooorrr,"hampir saja Dewi terkena serangan ,namun ia masih dapat menghindarinya.Kali ini Jaka dan Lodaya berdiri di atas punggung Dewi ,mereka bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya.Kali ini beberapa bola api mengarah dan menyerang mereka.Jaka dan Lodaya pun terpaksa melompat dari punggung Dewi dan mendarat di sebuah pohon besar .Sementara beberapa ekor harimau terlihat berkerumun di bawah menunggu keduanya jatuh ke tanah.Kali ini Dewi mengibaskan sayapnya ,ia mengeluarkan Sapuan Dewa Angin untuk menghalau bola api yang menyerangnya.
Kali ini bola api berhasil di padamkan oleh dewa angin milik Dewi Kumalasari.Suara gemuruh dari atas gunung tiba tiba munjul di sertai tanah yang bergerak dan berguguran .Ketiganya mulai panik,mereka menyangka bahwa Gunung Kerinci akan meletus.Jaka dan Lodaya segera kembali menaiki punggung Dewi .Dewi pun terbang sedikit menjauhi puncak gunung.Setelah suara gemuruh dan longsoran tanah berhenti Dewi kembali terbang mendekati puncak gunung.
__ADS_1
Akhirnya ia mendarat di sebuah tanah yang lapang di atas puncak Gunung Kerinci.Anehnya di atas gunung terdapat sebuah gubug yang nampak bersih ,halamanya pun nampak tak ada daun kering yang jatuh.
Seorang kakek renta tiba-keluar dari dalam gubug dan menatap tajam kepada Jaka dan Lodaya.Jaka pun dapat merasakan kekuatan dasyat yang di miliki kakek tua,yang berdiri di hadapanya.Jaka segera mendekat sambil tetap waspada,ia menyapa kakek tua itu.Kakek tua itu hanya diam ,sorot matanya sangat tajam dan terus menatap wajah Jaka Kelana.