
Chin Shuang bergabung dengan para pemuda dan mulai mempelajari jurus jurus dasar perguruan Elang Sakti.
Sementara Jaka terus mendapatkan latihan secara khusus di sebuah tempat yang sepi.
Sementara itu ketika waktu istirahat Chin Shuang terus mencoba mengawasi gerak gerik kedua pemuda yang sempat dia lihat di kedai.
Keduanya berjalan ke sebuah tempat, Chin Shuang terus berusaha mengikuti dari belakang.
Hingga sampelah keduanya, di sebuah tempat yang cukup rahasia, sebuah goa yang letaknya terhimpit oleh dua batu besar yang tingginya melebihi manusia.
Keduanya melompat ke atas batu dan kemudian menghilang.
Jaka terus berusaha keras meningkatkan tenaga dalamnya supaya semua aliran ci nya dapat segera terbuka.
Guru Chen sesekali juga terlihat menempelkan kedua tanganya di dada Jaka Kelana. Setelah cukup lama berlatih, Guru Chen menyuruh Jaka beristirahat sejenak.
Kini Guru Chen menyuruh Jaka untuk menetap di goa selama beberapa hari.
Guru Chen segera keluar dari dalam goa.
Kedua murid Guru Chen segera bersembunyi, di balik batu.
Mendengar suara langkah kaki mendekat Chin Shuang segera melompat ke sebuah pohon yang cukup tinggi.
Chin Shuang sengaja menutupi kekuatanya biar Guru Chen tak bisa merasakan kehadiranya.
Setelah terlihat Guru Chen melangkah jauh barulah Chin Shuang turun dan melompat ke atas batu.
__ADS_1
Chin Shuang segera masuk, ia merasa was was karena kedua pemuda yang di awasinya sudah tak terlihat.
Apalagi ketika ia melihat goa yang memiliki banyak lorong dan menjadi kebingungan.
Chin Shuang segera berkonsentrasi, ia mencoba mencari energi yang bisa ia rasakan dari lorong goa.
Setelah cukup lama mencari, Chin Shuang merasakan sebuah aliran energi yang cukup besar, berasal dari sebuah lorong yang berada di sebelah kanannya saat berdiri.
Sementara itu Jaka terkejut melihat kedua temanya tiba tiba datang dengan membawa minuman.
Mereka segera menyuruh Jaka Kelana untuk minum segentong air yang di bawanya.
Jaka menyangka bahwa pasti Guru Chen yang telah menyuruhnya membawa air minum untuk dirinya.
Jaka segera mendekati gentong untuk mengobati dahaganya setelah hampir seharian berlatih.
Setelah cawan terasa penuh, ia segera ingin meminumnya.
Namun tiba tiba, ketika tangan Jaka mulai mengankat cawan, sebuah batu kecil melayang dan membuat cawan yang terbuat dari keramik pecah berantakan.
Sementara kedua teman Jaka menjadi panik, ketika terdengar suara yang menyebutkan bahwa air gentong telah di beri racun.
Kedua orang tersebut lantas berlari, namun Wong Fei segera menampakan dirinya dan langsung menghajar kedua orang yang hendak meracuni Jaka Kelana.
Jaka seakan tidak percaya karena kedua orang tersebut merupakan teman yang cukup dekat denganya.
Sementara seorang lelaki yang tiba tiba menyerang kedua temanya Jaka baru mengenalnya.
__ADS_1
Jaka justru merasa bahwa pemuda yang baru ia lihat telah berbohong dengan mengatakan bahwa kedua orang temanya hendak meracuninya.
Apalagi setelah melihat kedua temanya terluka akibat pukulan wong Fei. Jaka segera melompat dan menyelamatkan kedua temanya dari amukan Wong Fei.
Wong Fei tak mau membuka penyamaranya, karena Jaka bersama dua orang temanya. Hingga ia terpaksa melawan Jaka bersama kedua sahabatnya.
Chin Shuang terus berupaya meladeni ketiga lawanya, ia bergerak dengan cepat dan sesekali melompat di langit langit goa.
Sementara Jaka mulai curiga dengan gerakan Wong Fei yang hampir semua jurusnya sama persis dengan jurus Chin Shuang.
Melihat Jaka dan Wong Fei saling menyerang, kedua temanya diam diam pergi meninggalkanya.
Jaka dan Wong Fei tak menyadari jika kedua teman mereka telah pergi.Bahkan kedua teman Jaka menggabungkan kekuatanya untuk menggeser batu dan menutup pintu goa sebelum melarikan diri.
Wong Fei segera menghentikan pertarungan, setelah melihat kedua teman Pemuda Asing sudah tak berada di tempat.
Wong Fei kembali berteriak agar Jaka mempercayai kata katanya. Namun Jaka yang terlanjur emosi terus berusaha menyerang, hingga akhirnya ia menyadari bahwa kedua temanya telah kabur.
Wong Fei mundur cukup sambil kembali berteriak supaya Jaka mau memeriksa air yang berada di gentong.
Akhirnya kali ini ia mencoba mengikuti perkataan Wong Fei dan memeriksa air gentong. Wajah Jaka berubah kecut mengetahui banyak semut yang mati di bekas tumpahan cawan yang pecah.
Jaka meraih cawan dan membuka tutupnya, wajah kecut berubah pucat setelah melihat seekor kalajengking biru berada di gentong.
Jaka segera memukul gentong hingga hancur berantakan, muka pucatnya berubah merah karena penuh amarah.
Tanpa memperdulikan Wong Fei Jaka segera berlari dan berusaha mengejar kedua temanya yang hendak meracuninya.
__ADS_1