
Bumi terus saja berguncang retakan tanah semakin meluas,rumah penduduk banyak yang roboh karena goncangan semakin besar.
Sang hyang ismoyo dan Kiai Agung tiba tiba menghilang ternyata beliau berdua lebih dulu sampe di Karang Cendana.
Dengan cepat keduanya bergerak menyerang Darma Wisnu yang mencoba meruntuhkan semua bangunan kerajaan dengan ilmu pembelah bumi.
Sabdo Palon membuka mulutnya lebar lebar,suara gemuruh seperti badai tiba tiba munjul dan membuat telinga Darma Wisnu terganggu .Ia pun segera menghentikan jurus pembelah bumi dan terbang menyerang Sabdo Palon.
Pertarungan maha dasyat antara pamomong tanah jawa dan Darma Wisnu tak dapat terelakan.
Laut pun ikut bergejolak dan membuat Dewi Lanjar naik ke permukaan.
Ia rupanya lama tak mengetahui dunia luar,akibat beberapa waktu istana bawah laut,di pagari kekuatan gaib untuk menghindari serangan dari Darma Wisnu.
Kali ini Dewi lanjar segera melakukan penerawangan,ia pun melihat bahwa daratan dalam kehancuran akibat ulah Darma Wisnu.
Dewi Lanjar di temani ribuan pasukanya memutuskan untuk membantu menumpas Darma Wisnu .
Sementara itu kini Sabdo Palon dan Kiai Agung masih bertarung ,mereka memilih bertarung di atas awan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih.
Mengetahui musuhnya sedikit alot ,Darma Wisnu segera mengeluarkan jurus berikutnya yaitu jurus pukulan meteor.
Jurus yang bisa meledakan gunung dan jika jurus itu di hantamkan ke laut maka air laut akan pasang dan bisa menyebabkan sunami.
__ADS_1
Dengan sekuat tenaga Sabdo Palon dan Kiai Agung Prawoto menahan serangan pukulan meteor,namun karena kekuatanya begitu dasyat keduanya terpental dan tubuhnya terbenam ke dalam tanah.
Dengan sombongnya Darma Wisnu tertawa dan berteriak menatang semua mahluk yang berada di bumi untuk melawanya.
Dewi Lanjar segera datang ia turun dari kereta kuda dan terbang menghampiri Darma Wisnu.
Darma Wisnu menatap wajah Dewi Lanjar ,ia rupanya masih sangat mengagumi kecantikan Ratu Istana bawah laut.
Namun seketika Darma Wisnu teringat masa lalunya ketika cintanya di tolak oleh Dewi Lanjar.
Darma Wisnu kembali mengangkat kedua tanganya dan melepaskan pukulan meteor ke arah Dewi Lanjar.Dewi lanjar segera menahan pukulan meteor dengan pukulan gelombang tsunami.
Entah dari mana aslnya tiba tiba air bergulung gulung munjul dan mencoba menyapu tubuh Darma Wisnu .
Darma Wisnu Kembali menghentakan Kakinya dan membuat tanah kembali terbelah hingga membuat air masuk ke dalam lubang tanah dan menghilang.
Dewi Lanjar mukanya merah menahan marah ,ia segera meminum air keabadian untuk melipat gandakan kekuatanya.
Dewi Lanjar lalu memegang tongkatnya erat erat ,dalam sekejap tongkat berubah menjadi sesosok naga yang langsung terbang dan menyerang Darma Wisnu .
Darma Wisnu bergerak cepat menghindari semburan api yang berkobar dan mengincar tubuhnya.Kali ini ia pun mengeluarkan sebuah keris kecil dari dalam tubuhnya .
Keris itu ia lempar ke atas dan tiba tiba munjulah sesosok naga putih yang meliuk liuk dan mendekati Darma Wisnu.
__ADS_1
Darma Wisnu segera memerintahkan naga putih melawan naga ciptaan Dewi lanjar.
Kedua naga tersebut terbang dan saling bergantian menyerang dengan kobaran api yang keluar dari mulutnya.
Sementara itu Jaka dan Dewi begitu kaget melihat istana Karang cendana telah hilang dan yang terlihat hanya reruntuhanya saja.
Keduanya pun panik melihat ribuan orang meregang nyawa,suara rintihan minta tolong terdengar di mana mana.
Jaka dan Dewi berusaha menyelamatkan orang orang yang tertindih di reruntuhan bangunan dan kayu yang tumbang .
Jaka juga bertanya mengenai kondisi ayah ,ibunya kepada para prajurit .
Rupanya tempat pertarungan memang sedikit jauh dari tembok istana.
Jaka dan Dewi segera berlari melompat menuju tempat yang di tunjukan oleh prajurit.
Keduanya terkejut menyaksikan pemandangan yang begitu memilukan ,Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati terkapar tidak berdaya,terlihat juga Resi Somala dan Patih Rangga Abang tengah bersemedi mencoba memulihkan kekuatanya.
Tangis Dewi Kumalasari pecah ketika melihat ayahnya Raja Ranaya Kandi kesakitan menahan luka akibat pukulan batu bintang.
Sementara itu nampak juga Sri Lodaya dan Ki Padang Jagat serta Siluman Harimau sedang bersender pada sebuah pohon,darah pun terlihat menetes dari mulut seakan tak berhenti.
Nampak juga Kiai Sidik dan Sang Ismoyo yang terlihat sibuk menolong para prajurit yang luka luka.
__ADS_1
Sri Lodaya berteriak kepada Jaka agar ia mendekat.
Jaka terlihat bingung melihat sahabatnya Lodaya memberikan sebuah kitab.Namun setelah Lodaya menjelaskan tentang kitab itu ,Jaka buru buru untuk membacanya.