
Setelah berhasil mendapatkan pedang suci,Dewi Kumalasari segera terbang membawa Jaka Kelana menuju kawasan Gunung Merapi.
Namun karena minimnya petunjuk yang di berikan oleh Kiai Agung Prawoto mengenai keberadaan cambuk api membuat Jaka agak kebingungan .
"Dari mana aku harus memulai pencarian,"pikir Jaka .
Dewi pun segera mendarat dan merubah wujudnya menjadi manusia.
Akhirnya keduanya berjalan dan mulai bertanya kepada penduduk desa,perihal Kiai Agung Prayogo dan keturunanya.
Para penduduk sedikit bingung atas pertanyaan yang di ajukan Jaka Kelana,mereka sama sekali tak menduga setelah sekian lama mengubur kenangan yang kelam tentang sepak terjang mak lampir,yang membuat geger hampir seluruh wilayah merapi dan dataran jawa.
Namun akhirnya terlihat seorang lelaki tua yang berjenggot panjang ,ia pun mengaku sudah hampir berumur seratus tahun dan menyaksikan langsung pertarungan mak lampir dengan Kiai Agung Prayogo.
Lelaki tua itu mengaku sebagai cucu dari Kiai Agung Prayogo,dan biasa di panggil Ki Wangsa Jati.
Jaka segera bertanya tentang keberadaan cambuk api,ia pun mengungkapkan bahwa pulau jawa dalam bahaya dan ia harus segera mendapatkan cambuk api agar bisa melawan Darma Wisnu yang akan membuat keonaran di daratan Jawa.
__ADS_1
Ki Wangsa segera mengajak Jaka dan Dewi menuju rumahnya,biar leluasa bercerita sambil mencari petunjuk peninggalan kakeknya Kiai Agung Prayogo.
Jaka dan Dewi terlihat antusias mendengarkan cerita Ki Wangsa,sementara Ki wangsa sambil bercerita terlihat sibuk berjalan dan mencari sebuah benda peninggalan kakeknya.
Sekian lama mencari akhirnya Ki Wangsa menemukan sebuah gulungan kulit kambing yang berisikan sebuah peta ,rupanya dalam peta tersebut terdapat petunjuk sebuah tempat yang di gunakan untuk menyimpan cambuk api.
Ki wangsa menyuruh Jaka untuk melihat peta dengan teliti ,ia pun berjanji akan ikut serta membantu Jaka dan Dewi mencari cambuk api Amara Suli.
Ki Wangsa segera menyerahkan peta untuk di pelajari Jaka,karena umurnya yang sudah tua hingga pandanganya mulai berkurang untuk mengamati aksara atau gambar yang teramat kecil.
Jaka dan Dewi memperhatikan dengan detail ,tulisan dan gambar yang terdapat di kulit kambing.
Namun Jaka terkejut ketika mengamati tulisan yang memberikan sebuah petunjuk bahwa ,keberadaan cambuk api tak jauh dari tempat goa yang di jadikan kuburan mak lampir.
Terdapat juga tulisan yang mengisaratkan bahwa Mak Lampir akan hidup kembali jika orang yang mengambil cambuk api tidak hati hati ,karena kekuatan api dapat memancar dan membuat mantera pelindung tempat mengubur Mak Lampir akan pudar ,hingga dengan mudah Mak Lampir dapat keluar dari kurunganya .
Ki Wangsa berpikir sejenak akan maksud pesan yang tertulis di kulit kambing,namun Jaka dan Dewi tetap bersikeras harus bisa mengambil resiko di karenakan ancaman dari Darma Wisnu jauh lebih berbahaya.
__ADS_1
Setelah menimbang dan berpikir keras akhirnya Ki Wangsa segera mengajak Jaka dan Dewi menuju tempat di mana kakeknya Kiai Prayogo menyimpan cambuk api.
Ki Wangsa berjalan dengan cepat ,ia pun mencoba mengingat ingat di mana letak goa tempat menyimpan cambuk api.
Karena mengingat ketika Kiai Agung Prayogo masih hidup ,Ki Wangsa masih anak anak,namun ia sudah bisa mengingat tempat tempat yang ia singgahi bersama kakeknya Kiai Agung Prayogo.
Ki Wangsa juga masih dapat melihat dengan jelas pertarungan kakeknya dengan Mak Lampir ,dan bagaimana dengan kekuatan cambuk api yang bisa membakar apa saja yang berada di sekelilingnya,bahkan lampir tak berdaya melawan hawa panas yang keluar dari cambuk api Amara Suli.
Ki Wangsa segera menghentikan lamunanya ketika kakinya seakan menginjak duri yang akhirnya menyadarkanya.
Jaka dan Dewi menahan ketawanya melihat Ki Wangsa mengangkat kakinya sambil meringis kesakitan.
Setelah mencabut duri di kakinya Ki Wangsa segera mengamati keadaan sekitar ,ia pun segera menunjuk arah tentang keberadaan goa yang tak jauh letaknya dari tempat mereka berdiri.
Sementara Jaka membuka kembali gulungan kulit kambing dan mencoba mencocokan dengan tempat di mana ia berada saat ini.
Ternyata tempat yang tergambar di dalam peta sama persis dengan tempat di mana ia dan Dewi sedang berdiri.
__ADS_1
Ki wangsa pun sudah terlihat sedikit jauh menuju sebuah goa yang berada di balik semak belukar ,ia pun terpaksa harus mencabut pedangnya untuk memotong pohon pohon kecil yang berada di depan pintu goa.