
Pesta kemenangan telah usai, Jaka dan Dewi tak pernah menyangka akan mendapat kejutan dari kaisar Ciming. Keduanya di sandingkan di pelaminan layaknya pengantin baru. Jaka dan Dewi berenang dalam lautan cinta sungguh malam yang sangat indah buat mereka setelah lama terpisah.
Rencana untuk kembali ke ta nah kelahiran pun sudah menggebu.
Di pagi hari yang cerah Jaka dan Dewi berniat menemui sang Kaisar untuk meminta izin kembali ke tanah kelahiran.
Namun sebelum meninggalkan daratan Tibet mereka akan lebih dulu menuju kekaisaran Liming ikut bersama ibu suri dan kaisar liming. Baru kemudian Jaka akan mengajak Dewi Kumalasari menemui Wu Han yang sedang berada bersama kedua orang tuanya.
Dengan nada agak berat Jaka akhirnya menjelaskan niatnya untuk kembali ke tanah Jawa. Semua orang terkejut mendengar niat Jaka dan Chin Shuang untuk kembali ke negerinya.
Guru Chen dan Jendral Chong terlihat muram tak bisa menyembunyikan kesedihan. Jaka segera mendekati mereka dan memeluknya secara bergantian.
Sementara kita kembali ke bekas medan pertempuran di mana tubuh Wong Fe dan Wong Fu bercerai berai.
Terlihat potongan tubuh yang bercerai berai mulai bergerak gerak dan kembali menyatu menjadi dua sosok manusia yang utuh.
"Ha ha ha ha, kita berhasil bangkit kembali,Adiku!" Seru Wong Fe kepada adiknya Wong Fu.
__ADS_1
"Ini saatnya kita membalas dendam di saat mereka sedang larut dalam kemenangan!" Jawab Wong Fu.
Keduanya juga terlihat berdebat dengan sosok Elang Raksasa dan seorang pemuda yang mampu mengalahkanya.
Segera keduanya melesat kembali ke markas iblis merah untuk membawa anak buahnya menyerang kerajaan Ciming.
Wong Fe dan Wong Fu juga akan meminta bantuan kepada para siluman yang menghuni lembah iblis, di antara siluman yang paling sakti adalah siluman ular putih yang memiliki sosok wanita cantik.
Wong bersaudara segera melakukan pemujaan untuk memanggil siluman ular putih.
Bau dupa dan wewangian telah merebak ke semua penjuru ruangan Wong Fe dan Wong Fu segera memanggil siluman ular, seketika munjulah asap putih yang kemudian berubah menjadi saekor ular dengan berkepala seorang wanita yang cantik jelita.
Wong Fe"Maafkan kami puteri Hachi, kami membutuhkan bantuanmu untuk menyerang kerajaan Ciming, aku baru saja di kalahkan oleh seorang pendekar yang berasal dari sana.!"
" Ha ha ha ha, memang sekuat apa pemuda itu ?" tanya puteri Hachi.
Wong Fu mulai bercerita dengan mengatakan bahwa pemuda tersebut di bantu oleh seekor burung raksasa dan ilmu kanuraganya sangat tinggi gerakanya juga sangat aneh, dia sepertinya menggunakan ilmu dari negara lain sebab jurus jurusnya baru pertama aku lihat.
__ADS_1
Puteri Hachi jadi penasaran ia pun bersedia membantu Wong bersaudara dan anak buahnya.
Wong Fe dan Wong Fu terbang melesat ke arah kerajaan Ci bersama Puteri Hachi dan anak buah iblis merah.
Sementara itu di kerajaan Ci. Kaisar tengah memimpin upacara untuk membuat penghormatan kepada Jaka Kelana dan Juga Dewi Kumalasari yang akan kembali kenegaranya.
Semua pasukan juga turut serta dalam acara tersebut. Tiba tiba awan hitam menyelimuti langit di atas istana kaisar Ciming.
Semua mata memandang ke atas, mereka merasakan keanehan karena tiba tiba saat cuaca cerah langit seketika di tutupi awan hitam yang sangat pekat.
Jendral Chong segera menyuruh para pengawal kaisar untuk menjaga kaisar Ciming dengan baik. Ia takut bahwa awan tersebut pertanda buruk untuk kaisar dan kerajaan.
Jaka dan Dewi juga merasakan sebuah gelombang energi besar yang terasa berjalan mendekati istana.
Guru Chen juga menyuruh Kaisar Chiming untuk menunda acara dan menyuruh kedua ibu suri masuk ke ruangan.
Khaisar Ciming segera menuruti perintah gurunya, ia menyuruh kedua ibu suri dan para puteri serta dayang untuk masuk ke dalam istana.
__ADS_1
Kaisar Ciming juga menyuruh semua pasukan siap siaga jikalau memang benar bahwa awan hitam yang menyelimuti langit bukan awan biasa tetapi suatu pertanda akan datangnya bahaya.
Jaka dan Chin Shuang juga telah berada di samping kaisar Ciming dan Liming. Mereka kembali merasakan energi semakin mendekati istana, energi yang sangat. Besar, Dewi juga nampak berbisik di telinga Jaka bahwa dirinya mencium bau siluman yang sangat pekat.