JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Di Tinggal di Goa


__ADS_3

Chin Suang memapah pemuda asing cukup lama, hingga akhirnya menemukan sebuah goa.


Jaka di surung berbaring di sebuah batu, sementara Chin Suang keluar untuk mencari tanaman obat.


Rupanya hutan wilayah perbatasan memang memiliki banyak binatang buas terutama kawanan harimau, pantas saja tidak seorang pun penduduk yang berani memasuki hutan tersebut.


Chin Suang kembali di kejutkan dengan kawanan harimau, ketika sedang mencari tanaman obat, mereka tiba tiba saja datang dan langsung mencoba melompat untuk menerkam dirinya.


Chin Suang segera melayang dan hinggap sebuah pohon.


Ia juga tak mau berurusan dengan mereka dan memilih terbang serta meloncati dahan pohon untuk kembali ke goa.


Harimau terus mengaum, mereka terlihat marah karena mangsanya kabur dan mereka tak jadi berpesta.


Chin Suang segera menuju goa, setelah masuk ia menggunakan kekuatan Ci tingkat enam untuk mengangkat sebuah batu besar dan menutup pintu goa, ia berharap agar binatang buas tak bisa memasukinya.


Chin Suang segera mencari batu untuk menumbuh daun obat, lalu ia oleskan di atas luka robekan kuku harimau.


Jaka meringis kesakitan menahan rasa perih akibat daun obat mulai meresap ke pori pori kulitnya.


Di dalam hatinya ia merasa senang sebab Chin Suang begitu perhatian pada dirinya.


Ia bahkan membuka cadarnya untuk membalut dada Jaka yang robek.


Jaka sesekali memandang wajah Chin Suang yang memang sangat mirip dengan Dewi Kumalasari.


" Hai pemuda asing, jangan menatapku seperti itu, nanti lama lama bisa jatuh hati, he he!" canda Chin Suang.


"Nanti aku di marahin sama istrimu, si Dewi!" sambungnya.


Jaka hanya tersenyum.


"Tapi misalnya Dewi Kumalasari itu dirimu,bagaimana?" tanya Jaka.

__ADS_1


Chin Suang diam, ia hanya membalas pertanyaan Jaka dengan senyuman.


"Sudahlah beristirahatlah, malam sudah larut!"perintah Chin Suang.


Jaka tah membantah karena dirinya memang sudah mengantuk, ia pun terlelap sampai pagi.


Jaka terbangun dan kaget melihat Chin Suang sudah tak berada di dalam goa, ia melihat pintu goa dan mendapati batu besar yang menutup mulut goa sedikit bergeser.


Jaka bangkit dan berusaha mencari keberadaan Chin Suang.


Sementara itu Kaisar Ciming masih bisa di selamatkan oleh Jendral Chong.


Ke empat rekan Chin Suang sudah dapat di tangkap mereka di bawa ke kerajaan untuk mendapat hukuman.


Jendral Chong kembali dengan menyisakan dua puluh orang prajurit untuk mencari Jaka kelana.Kelima rekan Jaka dan di bantu prajurit terus menyusuti hutan, sementara seorang rekanya yang terahir melihat Jaka segera mencari di sekitar lokasi terahir ia bertarung melawan rekan Chin Suang.


Ia terkejut melihat darah berceceran, ia terus mencoba mengikuti hingga akhirnya terdengarlah suara Jaka yang memanggil manggil nama Chin Suang.


Rekanya buru buru memanggil Jaka.


Teman temanya kaget melihat cadar yang di pakai Chin Suang terikat di dada Jaka.


Jaka segera menyadari apa yang jadi perhatian teman temanya.


Jaka terpaksa berbohong, ia bilang bahwa ketika dirinya sedang bertarung melawan Chin Suang tiba tiba ada harimau yang menerkamnya, untunglah Chin Suang mau menolongnya, namun kini ia pergi entah kemana.


Jaka kembali menyambung bertanya tentang nasib kaisar. Rekanya berkata bahwa kaisar selamat dan telah kembali bersama Jendral Chong ke istana.


Melihat Jaka kepayahan rekanya membantu memapahnya hingga akhirnya mereka naik kuda dan bersama para prajurit kembali ke istana.


Jaka segera di bawa masuk ke ruang pengobatan, tabib istana terlihat sibuk mengobati luka Jaka kelana.


Diam diam Jaka melipat cadar yang berlumuran darah dan di masukan ke saku celananya.

__ADS_1


Kaisar Ciming bersama Jendral Chong beserta Guru Chen datang untuk melihat kondisi Jaka Kelana.


Jendral Chong" Bagaimana lukamu, pemuda asing?"


Jaka" Sudah lebih baik Jendral!. Untunglah Chin Suang mau menolong diriku, kalau tidak, mungkin aku sudah di mangsa harimau!"


Guru Chen mencoba melihat luka yang di alami Jaka, ia kemudian mengusap dengan tenaga dalamnya dan tiba tiba bekasan cakaran harimau hilang, kulitnya pun kembali seperti semula.


"Ilmu apa itu Guru, bolehkah murid mempelajarinya?" tanya Jaka kepada Guru Chen.


Guru Chen hanya tersenyum sambil memukul kepala Jaka pelan.


" Dasar murid bodoh!" bentak Guru Chen.


Jaka hanya menggaruk garuk kepalanya, melihat semua orang tertawa karena Guru Chen memukul kepalanya.


Jendral Chong segera memerintahkan prajurit mata mata menyebar untuk mencari keberadaan Chin Suang.


Sang Kaisar juga memberi perintah agar mereka menangkap Chin Suang tanpa melukai dirinya.


Kaisar yakin bahwa Chin Shuang adalah orang baik, buktinya ia tak membiarkan Jaka mati di makan harimau.


Kaisar Ci juga berkata kepada Jendral Chong bahwa Chin Shuang banyak membantu dirinya dan Jaka ketika menyamar menjadi rakyat biasa.


Namun Kaisar Ciming kaget mendengar laporan seorang mata mata yang menyebut Chin Shuang adalah adik tiri dari musuh utamanya yaitu Kaisar Liming.


Bahkan prajurit mata mata menyerahkan sebuah lukisan yang wajahnya sama persis dengan Chin Shuang.


Hati Jaka menjadi berantakan, ia tak pernah menduga bahwa Chin Shuang adalah adik dari Kaisar Liming.


Semenjak kejadian penculikan, penjagaan Kaisar di perketat, Jaka dan kesembilan rekanya terus mendampingi Kaisar Ciming di manapun beliau berada.


Sementara ke empat rekan Chin Shuang mendapatkan hukuman panjung.

__ADS_1


Kepala mereka di penggal dan di kirimkan kepada Kaisar Liming, hingga suasana kedua wilayah Kekaisaran semakin menegang.


__ADS_2