
Setelah berhasil mendapatkan pusaka gogok sakti,Jaka dan Dewi segera menerawang keberadaan Dewi Kalinggi.
Namun rupanya ada sebuah kabut hitam yang mengganggu penerawangan mereka.
Jaka dan Dewi pun memutuskan untuk mencoba mencari keberadaanya di goa wlirang.
Dewi segera berubah wujud menjadi elang raksasa dan Jaka segera naik ke punggungnya.
Kali ini Ki Semrawut dan para warga terkejut melihat wanita yang lembut dan ayu dapat berubah menjadi elang raksasa yang sangat mengerikan.
Setelah beberapa saat lamanya mereka terbang Jaka teringat akan paman Raja Langit yang menurut pengakuan seorang pemuda yang mengaku anaknya telah di bunuh.
Jaka pun mengajak Dewi ke perguruan macan kumbang untuk mencari kebenaran.
Sebuah tempat yang sangat indah namun mengandung hawa siluman yang sangat menakutkan.
Jaka dan Dewi segera mendarat dan menyusuri jalan yang menanjak ke arah bukit di mana tempat itu merupakan perguruan macan kumbang.
Kini terlihat beberapa orang mulai berlalu lalang.Jaka segera bertanya kepada orang yang lewat.
" Maaf ki,apa di sini ada orang yang bernama purwaka?"
" Ia kisanak, ia adalah murid kesayangan ki Layung seta, guru utama dari perguruan macan kumbang!" jawab si otong.
Otong pun segera mengantarkan Jaka dan Dewi menemui Ki Layung Seta.
Terlihat sosok pria paruh baya dengan memakai pakaian seperti kulit harimau.
Pancaran kekuaatan tenaga dalamnya juga cukup besar dapat di rasakan oleh Jaka dan Dewi.
" Maaf Ki, perkenalkan namaku Jaka Umbara dan ini istriku,Kumala. Kedatanganku ke sini untuk bertemu dengan Purwaka.!
Mendengar kedua tamunya mencari Purwaka, Ki Layung Seta menaikan alisnya.
" Maaf tuan pendekar, sekiranya ada keperluan apa kalian mencari muridku.Apakah muridku berbuat onar lagi?"
Jaka tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Tidak ,tidak Ki, sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan.Apa Ki Layung kenal dengan Patih Raja Langit dari kerajaan Karang Kekal?"
Ki Layung Seta wajahnya berubah menjadi sedikit muram.
Ia Menghela nafas dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan Jaka Umbara.
" Yah, Jaka,aku mengenalnya,beliaulah yang telah menitipkan Purwaka kepadaku sebelum melalang buana ke nagari Karang Kekal.Namun naas ketika terahir kali beliau kesini ia datang dengan banyak luka di tubuhnya hingga akhirnya tutup usia!"
Kali ini giliran Jaka dan Dewi yang terkejut.
__ADS_1
" Jadi, jadi benar Ki, bahwa Patih Raja Langit telah meninggal.Siapa yang telah membunuhnya Ki?"
Ki Layung Seta mengangguk.
" Jaka, menurut cerita beliau sebelum wafat,ia bercerita saat ia sedang berjalan menaiki bukit ini,tiba tiba ia di serang oleh seorang pemuda, menurut cerita Sang Patih pemuda itu mirip Jaka Kelana yang merupakan putera dari Raden Jaya Wijaya!"
Kini Jaka dan Dewi kembali di kejutkan dengan jawaban Ki Layung Seta.
" Apa, tidak mungkin Ki.Apa mungkin ada petunjuk lain mengenai siapa yang telah membunuh paman Raja Langit?"
Ki Layung Seta mengambil sesuatu dari balik bajunya yang terbuat dari kulit harimau.
Jaka Kembali terkejut melihat sebuah jarum yang ukuranya sangat kecil, namun di ujungnya berwarna biru dan sangat beracun.
" Ia jarum ini aku temukan menancap di pinggang sang patih, ia adalah senjata rahasia yang sangat beracun. Bahkan racun itu belum ada penawarnya!"
Jaka dan Dewi mencoba mengamati, namun mereka juga baru pertama kali melihat senjata tersebut.
Kini dari kejauhan terdengar teriakan, rupanya Purwaka kembali dengan luka di sekujur tubuhnya.
Mereka pun segera berlari untuk melihat keadaan purwaka.
Semua orang terkejut ketika menemukan dua jarum kecil menancap di dada Purwaka.
Semua orang menjadi panik dan berpikir bahwa purwaka akan mati seperti ayahnya patih Raja Langit.
Ki Layung segera menyalurkan hawa murni dan mencabut jarum yang menancap di dada purwaka.
Purwaka berteriak kesakitan ketika jarum di cabut. Terlihat dadanya mengeluarkan cairan hitam hingga menetes ke dipan tempat ia di baringkan.
Cairan itu tiba tiba mendidih hingga membuat dipan yang terbuat dari kayu meleleh.
Semua orang menjadi sangat kawatir karena tubuh Purwaka juga berwarna hitam tubuhnya mengeluarkan asap, ia kejang kejang dan terus berteriak teriak.
" Panas ,panas .Tolong aku guru?"
Jaka segera meminta izin untuk mencoba mengobati luka purwaka.
Ia menyuruh kedua orang murid macan kumbang untuk mendudukan Purwaka dan memeganginya.
Jaka segera mengalirkan energi kekuatan mengubah suhu.
Ia mengalirkan energi dingin untuk melawan racun yang membuat tubuh purwaka kepanasan.
Kini purwaka kembali kejang kejang dan seluruh tubuhnya mengeluarkan asap,awalnya asap berwarna biru keluar dari tubuhnya menandakan asap itu mengandung racun,hingga tak berapa lama asap berwarna putih dan tubuh purwaka juga berangsur angsur pulih,tidak hitam legam seperti awal.
Jaka pun segera mengambil air suci keabadian dan ia minumkan beberapa tetes.
__ADS_1
Ki Layung Seta nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat,karena setelah meminum ramuan yang di berikan Jaka semua luka yang di alami Purwaka tiba tiba menghilang dan tubuh Purwaka kembali pulih seperti sedia kala tanpa ada luka memar di tubuhnya.
Jaka pun tersenyum dan menyuruh semua orang keluar agar ruangan tidak pengap dan membiarkan Purwaka yang tak sadarkan diri untuk beristirahat.
Ki Layung Seta memeluk erat Jaka dengan menitikan air mata bahagia, karena ia sudah berpikir bahwa murid kesayanganya Purwaka akan bernasib sama seperti ayahnya.
" Terimakasih terimakasih Jaka, aku merasa berhutang nyawa kepadamu Jaka!"
Ki Layung Seta menepuk nepuk pemuda yang baru ia kenal,entah kenapa kini ia seperti melihat rupa sahabatnya resi Somala di dalam diri Jaka Umbara.
Ki Layung Seta menjadi penasaran dengan sosok Jaka Umbara dan juga Kumala.
Kini Ki Layung Seta, mengajak Jaka dan Kumala ke sebuah ruangan tempat tamu,ia perintahkan murid muridnya untuk menyiapkan hidangan.
Mereka pun terus berbincang untuk lebih saling mengenal.
" Maaf Jaka ada yang mau aku tanyakan?" ucap Ki Layung Seta.
Jaka pun memberi isyarat sambil mengangguk.
" Apakah kamu kenal dengan Resi Somala. Entah kenapa aku melihat wajah Resi Somala ketika aku melihatmu?"
Jaka hanya tersenyum dan mencoba mengalihkan pembicaraan.Sementara Dewi juga membantu Jaka untuk beralih topik pembicaraan agar jati diri mereka tidak di ketahui.
Dewi pun bertanya tentang sosok pendekar misterius yang telah menyerang Purwaka dan juga membunuh patih Raja Langit.
Ki Layung Seta justru merasa bahwa kedua tamunya memang memiliki hubungan dengan Resi Somala, namun ia segera memendam penasaranya dan menjawab pertanyaan Jaka dan Kumala.
Kini mereka pun sepakat akan berusaha menangkap pembunuh Patih Raja Langit.
Sementara itu tiba tiba kembali terdengar teriakan Purwaka yang rupanya telah siuman.
Purwaka seperti orang kesetanan dan segera berlari sambil berteriak.
" Aku akan balas dendam atas kematian ayahku!"
Ki Layung Seta langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sebuah sumpit yang di jadikan alat untuk mengaduk wedang.
Sumpit itu ia lemparkan kepada Purwaka yang sedang berlari.
Tubuh purwaka tiba tiba mematung. Rupanya Ki Layung telah menotok aliran darah Purwaka dengan sumpit yang ia lemparkan.
Jaka dan Dewi menjadi terkagum kagum.
" Wah hebat sekali kau ki!" ucap Jaka.
Sementara Ki Layung hanya tersenyum kemudian berlalu dan mencoba menenangkan muridnya yang masih di liputi dendam.
__ADS_1