
Kiai Agung Pramono memulai ceritanya,pada zaman dahulu kala di daaratan Arab Persia,di kala kepemimpinan Raja Turki Ustmani yaitu Muhammad Al fath.
Beliau bercita cita untuk menyebarkan islam ke seluruh penjuru dunia dan salah satunya adalah Nusantara.
Beliau mengutus beberapa ulama untuk menyebarkan islam di Nusantara pertama kali dataran Sumatra tepatnya di pasai.
Agama islam cepat berkembang di sana ,kemudian para Ulama memperluas area penyebaran islam ke tanah Jawa.
Konon kabarnya ketika kapal memasuki wilayah laut Jawa,seperti ada yang menghempas mereka,mereka pun tenggelam dan meninggal dunia.
Para Ulama sudah mencoba berkali kali memasuki wilayah Jawa,namun menurut cerita yang beredar mereka hilang dan mati karena kalah bertarung dengan penguasa alam lelembut tanah Jawa yang bernama Sabdo Palon.
Akhirnya para Ulama pulang ke Arab dan melaporlah belaiu kepada Raja.
Akhirnya Raja Turki memperintahkan seorang Ulama yang terkenal ahli menaklukan mahluk halus bernama syeikh Subakir.
Syeikh Subakir pun memberi syarat kepada Raja ,agar yang berangkat ke tanah jawa haruslah berjumlah Sembilan orang.
__ADS_1
Akhirnya berangkatlah beliau dengan delapan orang lainya ke tanah Jawa.
Kapal yang di naiki Shyeikh Subakir juga kembali mendapat serangan dari mahluk halus ,angin kencang tiba tiba menerjang kapal yang mereka tumpangi.
Dengan kepandaian yang Shyeikh Subakir miliki akhirnya ia pun dapat mengalahkan siluman yang menyerangnya.
Ahirnya kapal dapat menepi dengan selamat,Syeikh Subakir berdoa kepada Allah agar di tunjukan wujud penguasa tanah Jawa yang membuat Para ulama sebelumnya wafat.
Setelah mengetahui,mahluk yang menguasai tanah Jawa beliau pun membagi mereka menjadi tiga kelompok.
Masing masing kelompok terdiri atas tiga orang ,kelompok pertama bertugas untuk melawan para siluman di bagian barat,yang kedua di ujung timur sementara Syeikh Subakir menuju tengah tengah tengah pulau Jawa beserta kedua orang temanya.
Beliau kembali berdoa kepada Allah agar di tunjukan sebuah tempat yang tepat untuk menumbal pulau Jawa ,agar para Jin tidak berani mengganggu para ulama mensyiarkan agama islam.
Akhirnya beliau melihat sosok sebuah bukit yang tepat berada di tengah tengah pulau Jawa.Bukit itu bernama Bukit Tidar.
Selama perjalanan menuju Bukit Tidar serangan mahluk halus terus di lancarkan namun dengan mudah Syeikh Subakir beserta kedua temanya berhasil mengalahkan mereka.
__ADS_1
Sampelah akhirnya mereka di Bukit Tidar ,Syeikh Subakir mengambil sebuah batu besar berwarna hitam,dengan menggunakan kekuatanya ia memberi doa doa dan membaca ayat ayat suci al quran,setelah itu beliau menancapkan batu hitam itu masuk ke dalam tanah.
Seketika bumi bergonjang ,para mahluk halus merasakan panas yang luar biasa,mereka pun berlari menuju laut kidul,di karenakan tanah yang mereka tempati terasa panas yang luar biasa.
Cukup lama bumi bergunjang dengan hebat,hingga akhirnya sesosok mahluk munjul dan menyerang Syeikh Subakir ,pertarungan pun berlangsung sengit sampai satu purnama,hingga akhirnya ,jin itu menyerah.Syeikh Subakir pun bertanya tentang siapa sebenarnya mahluk yang ia lawan .Mahluk itu pun mengaku bernama Sabdo Palon penguasa tanah Jawa .Ia lah yang menjadi pemimpin para jin di tanah Jawa.
Akhirnya Syeikh Subakir memohon Izin kepada Sabdo Palon untuk menyebarkan islam tanah Jawa.
Sabdo palon pun memberi izin,tapi beliau juga mengajukan Syarat kepada Syeikh Subakir.
Diantara Syarat Sabdo Palon adalah agar Syeikh Subakir menyebarkan agama islam tidak dengan paksaan.Begitu juga agar simbol simbol budaya nenek moyang tanah Jawa juga tidak di hilangkan.
Syeikh Subakir pun menerima persaratan yang di ajukan Sabdo Palon.
Sabdo Palon juga menyadari bahwa islam mengajarkan tentang keluhuran budi pakerti ,jadi beliau pun mengizinkan islam berkembang di tanah jawa.
Akhirnya Sabdo Palon pamit kepada Syeikh Subakir ,sambil memberi pesan bahwa ia akan kembali lagi mengambil alih tanah jawa,jika agama sudah tidak bisa menjadi pengayom hidup baik hubungan antara sesama mahluk ataupun dengam alam sekitar,ia pun kemudian hilang dari pandangan mata.
__ADS_1
Akhirnya mulailah beliau mensyiarkan agama islam di tanah jawa dan sampailah pada kami semua di Bukit mulyo ini,tutup Kiai Agung Prawoto mengahiri kisahnya.