
Jaka segera menyuruh para prajurit menyebar ke seluruh pelosok negri untuk mencari keberadaan Jaka Satria. Rakyat pun dengan suka rela ikut mencari. Mereka menyisiri hutan dan perkampungan terpencil yang kemungkinan menjadi tempat si Kakek misterius yang membawa Jaka Satria dari istana Wisma Kencana.
kerajaan sahabat juga turut serta mengerahkan para prajurit untuk membantu mencari keberadaan Jaka Satria namun hasilnya masih nihil.
Jaka serta Dewi juga berencana untuk kembali berkelana mencari keberadaan putera mereka.Kali ini keduanya memilih kuda yang terbaik untuk pengembaraannya. Rupanya Dewi sudah tidak mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi Elang Raksasa seperti dulu. Kekuatannya telah hilang semenjak dirinya menjadi manusia seutuhnya. Namun kemampuan beladirinya tetap tidak berkurang,bahkan semakin berkembang.
Hari yang dinanti telah tiba,Jaka dan Dewi berpamitan dengan Ayahanda tercinta dan Juga Ibu Arimbi. keduanya memacu kuda pelan pelan.Dalam benak mereka kembali terbayang kenangan masa lalu saat keduanya mengembara ke seluruh wilayah Nusantara bahkan sampai kenegara Tirai Bambu Tiongkok.
Dewi :"Kanda kemana kita akan mulai pencarian ini?"
Jaka:"Entahlah Dinda,kita berjalan saja menuju arah jalan matahari sambil melihat rakyat kita secara langsung. Sudah lama kita tidak melihat dunia luar semenjak kamu hamil hingga hari ini.Tak terasa sudah hampir 7 tahun kita tidak mengembara."
Dewi:" Ia kanda itung -itung refreshing ,He he"!
Keduanya mulai memacu kudanya dengan kuat hingga langkah kuda semakin cepat berlari.
Rupanya rakyat sudah tak mengenal raja dan ratu mereka yang lewat di hadapannya dengan berpakaian sama seperti orang pada umumnya.
Matahari semakin tinggi tepat di atas kepala itu artinya jam makan siang telah tiba,keduanya mempercepat lari kudanya menuju sebuah kedai yang gerbanya mulai terlihat.
":silahkan tuan ,biar kudanya pelayan saya yang mengikatnya"ungkap pemilik kedai makan
Dewi:" Ia terimakasih Ki.
Sahut Dewi sambil menggandeng tangan suaminya masuk kewarung kedai.
Jaka segera mencari tempat duduk yang kosong,sementara Dewi berjalan menuju pelayan kedai untuk memesan makanan.
Dewi:"Nyi pesan ,nasi rawon dua sama kerupuk udang,terus minumnya kopi tubruk satu sama teh krowot.
__ADS_1
Pelayan:"ia siap nyai ,ditunggu sebentar ya:"
Dewi mengangguk sambil mengeluarkan dua kepeng uang untuk membayar.
Pelayan:"kembaliannya Nyai?"
Dewi :"Ambil saja Nyi"
Sambil berlalu berjalan mencari tempat duduk suaminya. Terlihat beberapa pasang mata melotot menyaksikan tubuh elok Dewi. Bahkan seorang lelaki sengaja menggoda dan mencoba menyolek pinggul Dewi yang berjalan di hadapannya.
Dewi:" He,jangan kurang ajar!"
Teriakan Dewi justru membuat para lelaki hidung belang tertawa berbahak
"Ha ha ha ha,sudah cantik nampak beringas lagi,jadi tambah ingin memiliki" ucap salah seorang lelaki sambil mencoba meraih tubuh Dewi.
Dewi seketika menangkap tangan lelaki itu kemudian memelintirnya ,sebuah tendangan juga melayang telak ke pinggang lelaki hidung belang tersebut. Lelaki itu berteriak keras dan terdengar keseluruh ruangan kedai.
Kawanan lelaki hidung belang terkejut melihat senjata mereka beterbangan layaknya kapas yang tertiup angin.
Nampak seorang lelaki yang terkena tendangan Dewi mencoba merangkak kearahnya untuk meminta maaf.
" Maaf ,maafkan aku Nona,aku bersalah.Sekali lagi aku mohon maaf atas kelancanganku!"ucap lelaki sambil berlutut di bawah Dewi Kumalasari.
Teman-temanya juga ikut berlutut dan memohon ampun. Dewi masih belum menurunkan kedua tangannya dan berusaha kembali mengeluarkan jurusnya. Jaka yang mulanya nampak santai kini beranjak dari tempat duduknya.
Jaka:"Dinda cukup hentikan! Nanti kedai ini bisa roboh karena ulahmu ,kasihan pemilik kedai nanti kehilangan mata pencaharian ya!"
Jaka segera meraih tangan Dewi dan menariknya menuju tempat duduk dan menyantap hidangan yang sudah tersaji lengkap di meja.
__ADS_1
Dewi:" Kanda aku jadi kurang selera makanya."
Jaka :"Sudahlah tenangkan dirimu ayo makanlah!"
Jaka segera mengambil nasi dengan rawon dan menyuapi istrinya.
Jaka:"Ayo makan yang lahap.
Keduanya melahap hidangan dengan lahap. Suasana kembali menjadi cair,para tamu yang lain telah duduk kembali sambil menyantap makanannya masing- masing.
Setelah acara makan selesai beberapa orang yang tadi mencoba menggoda Dewi berjalan beriringan menuju tempat di mana Jaka dan Dewi duduk.
Karto:" Maaf tuan atas perlakuan saya tadi.Nampaknya kalian orang asing, mohon maaf kalau boleh tau sebenarnya siapa kalian dan mau kemana gerangan.Siapa tau kami bisa membantu?"
Jaka:" Maaf Tuan,kami hanya pengembara yang kebetulan lewat.Tujuan saya hanya ingin ikut andil mencari anak raja saya yang bernama Jaka Satria."
Mendengar perkataan Jaka,Karto mengangguk sambil menggaruk kepala.
Karto:" O rupanya tujuan kita sama,Tuan.Aku dan juga teman teman juga ingin membantu sang raja junjungan kami untuk menemukan anaknya yang katanya di culik oleh pendekar sakti yang keberadaanya sangat misterius."
Dewi yang tadinya kesal dengan Karto dan teman temanya,kini melunak dan mempersilahkan mereka untuk bergabung duduk bersama.
Saat mereka asik bertukar bicara tiba tiba lewat seorang pria paruh baya berjalan dengan mengenakan caping di kepalanya.
Jaka dapat merasakan bahwa lelaki bercaping bukan orang sembarangan,dia mempunyai tenaga dalam yang setara dengan gurunya Ki Samber Gledeg yang selama ini entah dimana keberadaanya.
Dewi juga memiliki kecurigaan bahwa lelaki becaping yang barusan lewat adalah Guru Samber Gledeg.
Dewi :" Kanda nampaknya lelaki tua tadi mirip seperti guru Samber Gledeg?"
__ADS_1
Jaka:" Ia Dinda aku juga punya pikiran seperti itu.Tapi biarkan lelaki tadi untuk makan,nanti baru kita samperin ke tempat duduknya.
Bersambung