JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Membebaskan Kutukan bagian 5


__ADS_3

Raja Mata Satu mulai resah setelah mengetahui bahwa ternyata salah satu dari sepasang pendekar yang datang di wilayahnya, memiliki ilmu sihir seperti juga dirinya.


Ia kini harus bertindak sebelum semua ramalan Resi Ramadipa benar benar menjadi kenyataan.


Raja Mata Satu kembali melakukan ritual untuk memanggil Raja Jin api dan matahari, keduanya segera diminta bantuanya untuk menangani masalah tersebut.


" Guruku, jin penguasa api dan panas matahari, aku ingin minta bantuan agar guru pergi ke rumah Gajah Laya dan membunuh kedua orang asing yang sudah di ramalkan Ramadipa, beberapa tahun yang lalu!" pinta Raja Mata Satu.


Jin api juga sebenarnya penasaran setelah sejak awal ia berusaha menembus pagar gaib yang menghalangi pandanganya.


Tanpa menjawab sepatah kata pun, Jin Api dan matahari membelah menjadi dua wujud, keduanya pun pergi untuk menyambangi rumah Gajah Laya.


Gajah Laya, Jaka Kelana serta Dewi Kumalasari bersama Matoa, kini lebih waspada. Mereka terus menahan dinginya malam dan berjaga di halaman rumah Ki Gajah Laya.


Jaka dan Dewi saling memberi kode, rupanya kedua orang tersebut, sama sama merasakan ada sebuah kekuatan besar bergerak mendekati rumah Gajah Laya. Hawa bangsa siluman sangat kental dan menambah suasana dingin semakin bertambah serasa sampe ke tulang belulang.


Bahkan Matoa harus menyelimuti dirinya dengan kain, karena tidak tahan dengan hawa yang semakin terasa dingin.


Dua mahluk yang merupakan sesembahan Mata Satu langsung menampakan diri dan membuat Gajah Laya serta Matoa terkejut.


Tubuh Matoa bergetar hebat saat melihat manusia tinggi besar dengan rambut menyala seperti api berwarna merah dan kuning ke emasan.


Suaranya juga menggelegar laksana guntur, hampir semua penduduk yang tinggal di dekat rumah Gajah Laya terkejut, mendengar suara yang terdengar sangat keras dan menyeramkan.


Mereka langsung bangun dan keluar rumah, namun kebanyakan dari penduduk takut setelah melihat dua mahluk yang menyeramkan, mereka kembali ke dalam rumah dan mengunci rapat pintu dan jendela.


" Siapa kalian, apakah engkau utusan Mata Satu!" Teriak Jaka.


" Hua ha ha ha ha, kamu tidak perlu tahu orang asing, tujuanku kesini adalah untuk membunuh kalian semua! Hua ha ha ha ha ha!" Teriak raja jin sambil menggoyangkan rambut panjangnya.

__ADS_1


Hingga keluarlah api dan langsung menyebar ke rumah rumah penduduk.


Dewi yang sudah pandai menggunakan jurus penyerap daya segera menyedot energi alam dan berupaya mengubah energi menjadi buliran salju untuk memadamkan api.


Raja jin terkejut karena api yang berkobar tiba tiba padam.


Gajah Laya nampak tidak percaya melihat kemampuan Dewi yang luar biasa.


Kini giliran Jaka melepaskan pukulan matahari dan menghantam tubuh Raja Api.


Namun pukulanya justru semakin menambah kekuatan Raja Api semakin bertambah.


" Ha ha ha ha, jurusmu justru membuatku semakin kuat!" Teriak Raja Api.


Jaka kaget karena jurus pukulan matahari justru di serap oleh Raja Api dan meningkatkan kekuatanya.


Jaka:" Baru kali ini jurus matahari yang ku gunakan justru membuat musuh bertambah kuat, sebenarnya mahluk apakah ini, Ya Allah berikanlah kami perlindungan dari syaitan yang terkutuk" ucapnya dalam hati.


"Boleh juga kepandaianmu, anak muda!" Teriak Jin Api.


" Hiatt, hiatt"


Jaka kali ini melompat tubuhnya terbang cukup tinggi dan kemudian meluncur kebawah" pukulan penghancur karang".


" Dooor"


Terdengar suara ledakan saat pukulan penghancur karang menghantam tubuh Raja Api dan meledak.


" Ehm, rupanya cukup mudah mengalahkanmu!".pikir Jaka.

__ADS_1


Namun belum sempat Jaka menarik ucapanya terdengar suara tawa menggelegar.


" Ha ha ha ha, asalku adalah api, jadi aku tak mungkin kalah dengan jurus seperti itu,ha ha ha ha!


Jaka terpana ketika sosok jin api kembali berdiri di hadapanya dengan utuh.


Kali ini jin api bergerak cepat, tangan dan kakinya bergantian untuk menyerang Jaka.


Untunglah Jaka juga bukan pendekar ecek ecek, hingga ia masih mampu bergerak cepat menghindari serangan raja api.


Sementara itu, jin yang mengaku raja matahari tidak terima ketika api yang menyala dapat di padamkan oleh Dewi dengan jurus mengubah suhu.


Ia lantas kembali menggoyangkan rambut panjangnya hingga bola bola api berterbangan untuk menyerang Dewi.


Dengan menggabungkan kekuatan jurus dewa angin dan kekuatan mengubah suhu buliran salju kini berubah menjadi batuan es, Dewi mengarahkan batu batu es untuk memadamkan bola bola api yang mengarah ke badanya.


" Ayo raja matahari, keluarkan semua kekuatanmu!" Ucap Dewi sedikit menantang.


Kini Raja matahari merubah wujudnya menjadi saekor naga, Dewi juga tak mau ketinggalan mulutnya komat kamit dan kemudian berubah menjadi elang raksasa.


Kali ini raja api yang telah berwujud naga terperangah ia kaget ketika musuh yang ia hadapi berubah menjadi elang raksasa.


Kini ia kembali teringat akan kata kata terahir dari Resi Ramadipa, sebelum menemui ajalnya.


Dewi melihat bahwa ada celah untuk menyerang di saat raja matahari yang berwujud naga lengah ia meluncur dan berhasil melukai salah satu mata sang naga dengan paruhnya yang tajam.


Raja matahari meringis kesakitan , wujud naga menghilang dan kembali ke sosok semula.


Sementara itu Jaka dan Raja Api masih berduel alot mereka sama sama saling adu kekuatan tenaga dalam hingga banyak ledakan tersengar dan menambah suasana malam semakin mencekam.

__ADS_1


Ki Gajah Laya dan Matoa juga tak mau mati konyol, keduanya segera masuk dalam rumah dan menontong bertarungan lewat jendela.


Cahaya bulan bersinar terang sehingga nampak jelas pertarungan yang terjadi antara Jaka melawan Raja Api, serta Dewi yang sudah berhasil membuat mata Raja Matahari terluka.


__ADS_2