JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
huru hara


__ADS_3

pasukan dasarupa mulai melancarkan aksinya,,rakyat yg dulu mulai berani kepada pemerintah semenjak dasarupa kembali memimpin,kini memilih diam dan menuruti segala perintah raja mereka..


rupanya rakyat takut karena dasarupa tak segan untuk menyiksa bahkan tak segan untuk membunuh yg membakang....


pajak juga di naikan para rakyat hanya boleh mengambil sepertiga bagian saja..


sementara sisanya harus di berikan kepada kerajaan.


Banyak pula rakyat yg sudah jenuh dengan penderitaan ,jadi mereka rela meninggalkan kerajaan karang kendang menuju wisma kencana..


mereka rela berjalan berpuluh puluh kilometer menyusuri hutan ,,mencari jalan yg aman agar sampe ke kerajaan wisma kencana..


sementara di kerajaan wisma kencana telah di penuhi rakyat yg mengungsi..


terdapat banyak bangunan baru yg berjejer di belakang benteng istana..


untunglah kerajaan wisma kencana wilayahnya cukup luas,,sehingga mampu menampung para pengungsi..


melihat hal itu jaka rasanya ingin segera membebaskan para rakyat dari penderitaan..


dewi kumalasari pun tak kuasa ,hatinya bersedih melihat rakyat yg setiap hari berdatangan ,tubuh mereka lusuh badan kurus kering ,,karena mereka berjalan hingga berhari hari ,,untuk sampe ke wisma kencana..


raja jaya wijaya pun,seakan di sayat sembilu melihat penderitaan para rakyat..


ia mengintruksikan kepada patih dan senopatinya agar segera bersiap ,melakukan perang terbuka melawan dasarupa dan antek anteknya..


segala persiapan terus di lakukan..

__ADS_1


para pande besi pun terus berlomba membuat baju perang dan senjata.


hampir tiap malam mereka kurang tidur ,,karena banyaknya senjata yg harus mereka buat..


sementara ,raja dasarupa semakin gencar membuat huru hara,,beberapa raja kecil yg diam diam mendukung ,raja jaya wijaya ia ratakan dengan tanah..


prajuritpun bebas melakukan apa saja kepada para gadis gadis,yg menjadi tawanan..


bahkan banyak dari para gadis yg memilih mengahiri hidupnya sebelum kehormatanya di renggut..


mereka akan di gilir oleh puluhan orang untuk memuaskan napsu bejat mereka..


melihat situasi demikian raja jaya wijaya pun mengambil keputusan untuk segera melakukan perang terbuka,,ia akan menantang dasarupa melakukan perang terbuka ,di gurun dekat pantai,untuk menghindari korban rakyat yg tak berdosa..


raja jaya wijaya segera berunding ,dengan punggawa kerajaan ,setelah semuanya sepakat,ia pun berpikir untuk membuat surat kepada raja dasarupa yg isinya menantang perang terbuka..


ia akhirnya kembali berunding ,dengan patih dan resi somala siapkah kira kira yg cocok untuk mengsmbil tugas itu.


Dengan lantang jaka maju ke ruang sidang dan berucap bahwa dirinya sanggup mengemban tugas itu..


raja wijaya kaget,tapi sekaligus bangga kepada anaknya,kemudian dewi kumalasari juga ikut maju,meminta izin untuk menemani jaka menuju kerajaan karang kendang..


ibu ratu terlihat cemas melihat kedua anaknya,yg menyalonkan diri menjadi pengantar surat.


Izin pun di berikan raja jaya wijaya,,mengingat kedua anaknya itu,memanglah yg paling layak..


segera sang raja menyerahkan surat di tulis dengan lontar di bungkus kain dan di masukanya ke sebuah bumbung atau bambu ,kemudian ,menyerahkanya kepada jaka..

__ADS_1


Keduanya segera memohon izin untuk berangkat,,


Tiba tiba sang resi berjalan mendekati keduanya,dan menyerahkan lontar suci kepada dewi ..


resi somala berharap dengan membawa lontar suci mereka akan selalu mendapat perlindungan dari dewata agung sang hyang tunggal..


sang ratu nampak murung melepaskan ,kepergian anaknya,tapi ia rela demi kepentingan rakyat karang cendana,dan dalam hatinya berdoa agar tanah jawa segera terbebas dari angkara murka..


segera mereka ke luar halaman istana ,dewi pun segera mengubah wujudnya..


namun ketika ia hendak membaca mantra ,dewi ambarwati berlari ,dan memeluk keduanya..


ia menangis,jaka dan dewi kumalasari berusaha menenangkan ibunya..


resi somala pun segera mendekat dan berupaya menenangkan anaknya..


resi,,sudahlah anaku kau relakan kepergian mereka..


bukankah mereka juga mampu mengimbangi dasarupa .


kalau harus bertarung,apalagi kotak mantra suci ikut bersama mereka,..


itu artinya,,sang hyang tunggal selalu bersamanya,,


dewi ambarwati akhirnya merelakan keduanya pergi,dewi segera menjelma menjadi seekor elang ,dan jaka segera naik..


keduanya melesat terbang menuju kerajaan karang cendana atau karang kendang..

__ADS_1


__ADS_2