JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Jurus Taici


__ADS_3

Guru Chen terus mengamati gerakan gerakan kungfu yang ia ajarkan kepada muridnya yang baru.


Jaka juga terlihat semakin menonjolkan kemampuanya, tenaga dalamnya sedikit demi sedikit sudah mulai kembali.


Guru Chen semakin penasaran dengan sosok Jaka Kelana. Jaka yang sedang konsentrasi mengikuti latihan terpaksa menghentikan gerakanya.


Guru Chen tiba tiba memanggilnya dan mengajaknya berjalan ke sebuah ruangan.


Awalnya Jaka tak menaruh curiga, ia menganggap bahwa Guru Chen mungkin ingin lebih dekat dengan murid barunya, jadi beliau ingin berkenalan dengan murid muridnya yang baru.


Namun setelah memasuki sebuah ruangan, Guru Chen segera menyuruh Jaka memperagakan jurus Taichi yang Guru Chen ajarkan kepadanya.


Jaka pun tak ingin membantah keinginan gurunya. Setelah cukup lama melihat Jaka memperagakan jurus taichi, Guru Chen melompat dan mulai menyerang Jaka.


Jaka kaget bahwa ternyata Guru Chen ingin menguji kepandeanya. Jaka justru menghentikan gerakanya sambil membungkukan badanya memberi hormat.


Guru Chen semakin takjub pada budi pakerti yang di miliki Jaka, ia pun menyuruh Jaka serius untuk menghadapi seranganya.


Guru Chen juga menyuruh Jaka untuk menggunakan jurus Taichi. Guru Chen segera melepaskan pukulan dan tendanganya ke tubuh Jaka. Jaka menggoyangkan badanya ke kanan dan kiri seperti layaknya orang menari, tubuhnya lentur tapi mematikan.


Guru Chen mempercepat gerakan Taichinya dan kembali menyerang Jaka, namun gerakan Jaka juga tak kalah cepat. Tanpa di sadari Jaka juga melakukan gerakan silat yang biasa ia lakukan di negerinya.

__ADS_1


Guru Chen terus mencoba menyerang Jaka, ia kini mulai memakai sedikit aliran chinya untuk menyerang Jaka, gerakanya begitu cepat ia sengaja menghantam tubuh Jaka dengan menggunakan sedikit kekuatan chi.


Jaka terpental dan tubuhnya membentur dinding.


Guru Chen terkejut melihat Jaka tak merasakan sakit, ia justru terus bangkit dan membungkuk di hadapan gurunya.


Jaka mengira gurunya akan mencelakai dirinya, namun Guru Chen justru tersenyum.


"Sekarang apa yang kau rasakan, Jaka?"tanya Guru Chen.


Bukanya rasa sakit, Jaka justru tubuhnya terasa hangat seperti ada energi yang mengisi urat urat di tubuhnya.


Guru Chen berkata bahwa aliran chi tingkat satu sudah mulai terbuka. Kini Jaka bisa sedikit menggunakan tenaga dalamnya.


Jaka kini tahu maksud Guru Chen tertarik pada dirinya. Dengan lugas Jaka bercerita tentang pertarunganya melawan Darma Wisnu, Raja Istana Atas Awan.


"""Deeeeeeeegggg"""


Guru Chen kaget mendengar raja istana atas awan, bahkan air di dalam cawan yang ia genggam sampai tumpah.


Melihat reaksi gurunya Jaka menghentikan ceritanya, namun guru Chen kembali menyuruhnya untuk melanjutkan.

__ADS_1


Raut muka Jaka berubah menjadi suram, ia pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup tutupi kepada gurunya.


Guru Chen,menepuk pundak Jaka, ia juga akan membantu mencari istrinya Dewi Kumalasari, karena kemungkinan jatuhnya juga sama sama di tibet, cuma hanya tempatnya yang berbeda.


Namun Jaka menolak saran dari Gurunya, ia tak ingin merepotkan banyak orang.


Jaka juga meminta agar Guru Chen menyembunyikan identitas Jaka dan tetap memperlakukan dirinya setara dengan murid lainya.


Guru Chen mengangguk, namun ada satu lagi permintaanya, ia akan mencoba membantu membuka dua titik aliran Chi Jaka yang terkunci.


Guru Chen juga menjelaskan di dalam kitab yang ia pelajari bahwa tubuh manusia pada dasarnya semuanya memiliki aliran chi, atau bahasa lainya tenaga dalam.


Setiap orang memiliki aliran chi tingkat satu, namun chi bisa berkembang jika terus di latih dan puncaknya adalah sampe tingkat ke tujuh.


Ia juga yakin bahwa Jaka sudah mencapai tingkat tujuh, lebih lebih Jaka berhasil mengalahkan Darma Wisnu, orang yang terkenal di seantero jagad, karena hampir semua negri pernah di jajahnya.


Jaka di suruh duduk bersila, Guru Chen segera menempelkan kedua tanganya, di dada Jaka.


Setelah berhasil memasukan aliaran chi, beliau menotok beberapa bagian tubuh Jaka, hingga Jaka merasa sebuah energi yang besar memenuhi urat uratnya.


Guru Chen terlihat semringah karena telah mampu mengembalikan aliran chi sampe tingkat ke tiga.

__ADS_1


Ia juga berkata bahwa lambat laun semua aliran chi yang terkunci akan kembali seperti semula, tinggal hanya menunggu waktu, asal Jaka rajin berlatih.


Di kala Jaka dan Guru Chen terlibat perbincangan, terdengar suara murid Guru Chen, rupanya ia ingin melapor bahwa Jendral Chong sedang menunggunya di depan.


__ADS_2