JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Serangan Kaisar Ci bagian 2


__ADS_3

Kini kedua pasukan sudah bergabung dan bergerak menuju istana. Sementara itu Jendral Kwan juga terlihat sedang mempersiapkan pasukanya untuk membantu menyerang Mhing Chun. Kali ini dia membawa dua kali lipat banyaknya pasukan dari sebelumnya. Tentunya kemenangan sudah pasti akan di dapat dari pihak kaisar Ci karena kekuatan militernya tiga kali lebih banyak.


Oleh karena itu Mhing Chun berusaha untuk mempertahankan kekuasaanya dengan cara apapun, salah satunya dengan mendatangkan guru dari gurunya Wong bersaudara.


Altar persembahan sudah disiapkan berbagai sesaji dan dupa mulai di bakar. Baunya menyebar hingga ke sudut istana. Mhing Chun segera membaca mantera dan langit yang terang benderang seketika di tutupi awan hitam seakan akan hujan akan turun dengan lebat.


Udara juga berdesir kencang hingga membuat daun daun kering berterbangan. Mhing Chun menyuruh semua ajudan dan prajuritnya untuk bersimpuh dan menyembah patung yang berada di tengah tengah altar persembahan.


Mantera pemanggilan terus di ucapkan, tiba tiba kabut hitam yang berada di langit seakan jatuh memutari patung. Pelan pelan asap hitam berubah menjadi bara api dan membakar patung hingga tak tersisa. Semua orang bingung melihat patung menjadi abu dan tidak ada sesosok mahluk pun yang muncul dari upacara tersebut.


Mhing Chun juga di buat bingung dan merasa ada yang salah dengan mantera yang ia baca. Sekali lagi ia mengulang mantera yang sama, kali ini semua orang terkejut karena patung yang sudah menjadi abu kembali di liputi asap hitam dan di barengi dengan suara cekikikan dari asap tersebut.


Seorang nenek dengan paras buruk rupa membuat semua orang ketakutan bahkan ruangan yang wangi karena bau dupa berubah menjadi bau tak sedap layaknya bau busuk dari bangkai binatang buas. Semua orang langsung menutup hidung karena merasa baunya sangat menyengat. Mhing Chun berusaha menahan bau menyengat dengan lengan bajunya dan meminta semua hadirin pergi dari altar persembahan dan meninggalkannya seorang diri.


Kini semua punggawa pergi dari altar persembahan dan meninggalkan Mhing Chun bersama si nenek tua.


Sementara itu pasukan Jendral Kwan sudah mulai memasuki wilayah Tibet. Dan akan segera bergabung dengan pasukan Jendral Chong yang sudah menunggu di perbatasan wilayah antara kekaisaran Ci dan Li walaupun sudah dalam satu kekuasaan. Sementara Jaka Kelana pandanganya terus tertuju ke langit istana Kaisar Ciming. Pikirannya nampak gusar memikirkan suatu hal yang telah terjadi di istana Kaisar. Melihat Jaka termenung, Dewi mencoba memanggil suaminya ,namun rupanya Jaka semakin hanyut dengan kabut hitam yang berada di atas langit istana.


Akhirnya Dewi menghampirinya dan menepuk pundak suaminya.


" Kanda sebenarnya apa yang kanda lamunkan? tanya Dewi pelan.


Jaka hanya terdiam sambil menunjuk dengan telunjuknya ke arah istana.


Dewi mengikuti pandangan matanya mengarah ke arah yang di tunjuk Jaka, kini ia juga mulai merasakan ada sesuatu hal yang sedang terjadi di istana kaisar.

__ADS_1


"Kanda,apakah tanda itu adalah awan yang sama yang biasa terjadi di negeri kita?" tanya Dewi kembali.


Jaka" Entahlah Dinda, kuharap itu hanya awan hitam yang akan membawa hujan turun dan bukan awan yang merupakan tanda kemunculan dari penguasa dunia kegelapan!"


" Ku harap juga begitu!" timpal Dewi.


Ketika Jaka dan Dewi terlibat perbincangan rupanya diam diam Guru Chen telah berada di dekat mereka dan sempat mendengar percakapan keduanya.


" Maaf ananda aku mengganggu kalian. Tapi aku juga penasaran dengan awan hitam yang melingkari langit istana?"ucap Guru Chen.


Jaka dan Dewi yang sedikit terkejut segera berpaling dan memberi hormat. Jaka kemudian menceritakan hal yang sering ia lihat dari kemunculan awan hitam yang di barengi dengan munculnya ratu kegelapan yang bernama Dewi Kalinggi.


Jaka juga menceritakan ciri ciri Dewi Kalinggi kepada gurunya. Guru Chen terdiam sejenak ia mencoba mengingat cerita gurunya tentang Penguasa kegelapan yang merupakan guru dari gurunya para pengguna ilmu hitam seperti halnya perguruan Iblis Merah.


" Apakah itu artinya awan hitam itu adalah pertanda kemunculan dari Dewi Kegelapan!" timpal Guru Chen sampul mengerutkan keningnya.


Guru Chen menyimak dengan sesama tanpa ada yang mau terlewati.


Jaka kemudian menyeletuk " Dan jika itu adalah kemunculan Dewi Kalinggi maka akan sulit untuk mengalahkanya tanpa senjata Gogok Sakti dan Cemeti Api yang telah ia titipkan kepada gurunya Kiai Agung Prawoto. Dan itu artinya aku dan Dewi harus mengambilnya terlebih dahulu ke tanah Nusantara"


Guru Chen tak mau tinggal diam begitu saja , ia segera menyuruh Jaka dan Dewi menceritakan semua hal tentang Dewi Kalinggi kepada Kaisar Ciming dan juga Jendral Chong.


Buru buru ketiganya berjalan sedikit berlari menuju tenda. Kaisar nampak sedikit kaget dengan ketiga orang yang sangat ia hormati.


" Maaf Guru, Jaka dan Dewi sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa wajah kalian nampak ketakutan!" Tanya sang kaisar.

__ADS_1


Guru Chen , Jaka serta Dewi segera duduk di depan Kaisar. Jaka segera bercerita panjang lebar tentang sosok Dewi Kalinggi yang kemungkinan telah di datangkan oleh Mhing Chun untuk membantunya memenangkan peperangan.


Kaisar awalnya tak percaya, namun hal berbeda terlihat dari wajah Jendral Chong dan Liming yang nampak begitu serius mendengarkan cerita Jaka.


" Maaf Kaisar Ci, aku malah sependapat dengan Orang Asing"! Celetuk sang Jendral.


Ia kemudian menceritakan sebuah legenda yang sering ia dengar dari kakek gurunya yang merupakan guru dari Guru Chen.


Guru Chen pun memberi anggukan tanda mengiakan cerita dari sang Jendral.


Jaka kembali menyambung ceritanya bahwa ia sudah berkali kali berhadapan dengan Dewi Kalinggi , dia juga berkata bahwa sudah berkali kali mengalahkanya namun susah sekali untuk membunuhnya dan hanya tiga senjata yang dapat menyempurnakan kematian Kalinggi yaitu Pedang Suci, Gogok Sakti dan juga Cambuk Api.


Jendral Chong akhirnya tak ingin kegabah dan menyetujui usulan Jaka untuk menunda penyerangan sebelum dirinya kembali mengambil Pusaka Gogok Sakti dan juga Cambuk Api.


Sementara itu Mhing Chun mulai terperdaya dengan perubahan Kalinggi yang menjelma menjadi gadis muda dan kecantikannya mengalahkan istri dan juga para selir istana.


Ia pun tak kuasa ketika Kalinggi menariknya masuk ke kamar pribadi Mhing Chun.


Di tempat terpisah Jaka dan Dewi segera mohon izin kembali ke negerinya untuk mengambil kedua senjata untuk mengalahkan Dewi Kalinggi.


Kaisar Ci dan Jendral Chong segera melepas kepergiannya dengan di liputi harapan besar supaya keduanya cepat kembali dan membawa kedua senjata tersebut untuk mengalahkan Dewi kegelapan, jika benar benar Mhing Chun telah memanggilnya untuk membantu dirinya.


Sementara itu Pasukan Jendral Kwan sudah mulai terlihat mendekat . Prajurit mata mata segera berlari dengan kudanya menuju kemah untuk melapor kepada Jendral Chong.


Awan hitam di istana kini sudah menghilang dan langit kembali terang . Kalinggi telah puas memperdaya Mhing Chun. Mhing Chun pun layaknya seekor Kerbau yang di Paktis hidungnya dan menuruti semua perintah Kalinggi.

__ADS_1


Setiap hari ia harus mengorbankan kelima prajuritnya untuk di hisap hawa murninya untuk menambah kekuatan Dewi Kegelapan yang telah ia datangkan.


Kini Kalinggi mulai mengatur strategi dan menyuruh bala tentara siluman untuk mengacaukan musuh sebelum sampai ke istana.


__ADS_2