
tak berapa jauh dari kerajaan karang cendana...
terlihat iring iringan pasukan dalam jumlah yg banyak ..
mereka membentuk iring iringan,,seperti kereta yg tiada ujungnya...
paling depan terlihat dua orang dengan kuda yg paling bagus dan gagah ..di iringi ribuan prajurit dengan kuda dan membawa pedang serta busur pnah di punggung..
kemudian di susul pasukan dengan tumbak dan tameng ,di belakang mereka ..
terlihat ribuan prajurit membawa busur juga ,,tapi terlihat pemandangan berbeda ,.
para prajurit membawa busur serta beberapa oborr..mungkin tujuanya untuk membakar para musuh...
baru pasukan berikutnya,,membawa pedang dan tameng ,serta pling belakang terlihat beberapa kereta .
seperti membawa makanan ataupun perlengkapan perang lainya..
rupanya ada beberapa pasang mata yg mengawasi pergerakan para prajurit dasarupa...
teliksandi 1,,,nampaknya kita harus segera melaporkanya pada maha patih rangga abang..
,teliksandi 2...ya betul sekali ,kita harus cepat karena mereka sudah semakin dekat dengan benteng istana..
kedua teliksandi segera melompat ke kuda mereka ,,namun tak berselang sekian detik sebuah anak panah menancap di punggung keduanya..
sekuat tenaga mereka memacu kudanya. seketika kuda melaju kencang ,darah menetes ,,tapi keduanya tak menghiraukan ..
kedua teliksandi terus memacu kuda mereka ,,sampe akhirnya tibalah mereka di gerbang benteng istana..
__ADS_1
suasana menjadi riuh karena seketika kuda berhenti ,tubuh mereka lunglai dan akhirnya jtuh..
beberapa prajurit segera menggotong keduanya ,masuk ke ruang pengobatan,,di ruangan tersebut terlihat beberapa orang sedang sibuk membuat ramuan obat,,terlihat beberapa orang sedang menumbuk,,ada yg menyiapkan bahan ramuan..
serta beberapa orang lalu lalang,,membawa daun daunan...setelah kedua tliksandi merasa sudah membaik,,karena sang tabib berhasil menghentikan darah mereka..
kemudian mereka berdua segera ,,menghadap patih rangga abangg..
bagaimana teliksandi kabar apakah yg kalian mau sampekan...tanya maha patih..
maaf gusti 'patih...ternyata jumlah mereka lebih dari 15 ribu pasukan ,bahkan kalau di lihat iring iringan mereka,seperti saekor ular yg memanjang yg ekornya tiada ujungnya..
kelihatanya mereka sudah terbiasa dalam berperang,,,jawab teliksandi...
maha patih rangga abang menarik napas dalam dalam ,namaknya wajahnya terlihat gusar..
baiklahh, teliksandi terima kasih informasinya ,,sekarang kalian ,,,istirahat,lah,,,,,?.
sementara di kamar permaisuri nampak sedang berdiskusi ..jaka kelana hanya bisa memandangi kedua orang tuanya..
keduanya nampaknya sangat swriuzzzzzz....
adinda tanya raJa jaya wijaya..
nampaknya kita harus menyiapkan rencana darurat jikalau nanti kerajaan kita kalah dalam peperangan..
karena memang nampaknya musuh sangat kuat ,,mereka benar benar sudah dalam persiapan...
sedangkan negeri kita belum terbiasa dengan peperangan.
__ADS_1
aku mohon kiranya adinda bersedia meninggalkan kakanda,,karena kakanda akan bertarung sampe titik darah terakhir mempertahankan ibu pertiwi..
kuharap adinda mau mengerti akan situasi sulit ini,,dan aku mohon adinda harus selamat ,membesarkan jaka kelana,,dan semoga kelak akan menjadi anak yg berguna bagi sesama...
raja jaya wijaya berujar sambil matanya berkaca kaca...ada perasaan cemas dalam hqtinya,,karena anak yg selama ini di idamkanya harus berpisahh..
Dewi ambarwatipun hanya menunduk sedih tanpa sadar air mata sudah membajiri pipinya..
jaka kelana hanya bisa memandangi mereka tanpa tahu masalah yg sedang di hadapi orang tuanya....
adinda aku akan menyuruh beberapa prajurit untuk membawa perbekalan dan mengawal dirimu...
pergilah adinda lewat jalur bawah tanah ,,nanti sesampainya di luar istana kuharap adinda menuju ke pertapaan ayahanda resi somala...
karena itu tempat yg paling aman ,,karena letaknya yg jauh dari keramean ,,serta sudah di lapisi kabut ilusi dan hanya kita berdua yg mampu membuka tabir itu.
kuharap kalau kita di beri kemenangan aku akan segera menjemput adinda,..
bawalah beberapa dayang untuk merawat anak kita..
dewi ambarwati tak kuasa menahan tangisnya seketika dia berlari memeluk sang raja,..
perasaanya campur aduk,,sebenarnya dia tk mau meninggalkan istana,,tapi seketika pikiranya lenyap melihat jaka kelana ..
dia berpikir ,,harus bisa membesarkan anaknya...akhirnya beberapa prajurit terpilih sudah tiba dan beberapa dayang pun sudah bersiap ..
akhirnya dewi ambarwati melangkah berat menuju ruang bawah tanah ..
sebelum berpisah raja jaya wijaya memeluk istrinya dengan erat ,para prajurit dan dayang ikut larut dalam keharuan...
__ADS_1
jaka kelana pun berkali kali di ciumi pipinya oleh sang raja,,ada perasaan yg sangat berat karena harus berpisah dgn anak dan istrinya,,,,