
Setelah melaksanakan solat dengan beralaskan dedaunan,Jaka dan Dewi terlihat khusyu dalam berdoa.
Jaka pun tak lupa memohon agar di beri pentunjuk oleh yang maha kuasa ,agar di mudahkan untuk mengambil pedang suci.
Malam mulai menjelma ,suasana gelap memenuhi Puncak Gunung Tidar.
Jaka segera membakar ranting ranting pohon untuk menghangatkan badan sekaligus ,agar binatang buas tidak berani mendekat.
Sementara Dewi terlihat sedang mencabuti bulu ayam hutan dan hendak menusuknya dengan ranting agar lebih mudah memanggang di atas bara api.
Di dalam kesunyian malam,keduanya asyik menyantap ayam bakar untuk menghilangkan rasa lapar.
Malam semakin larut,Jaka dan Dewi memilih melompat ke dahan pohon yang besar untuk mengistirahatkan fisik mereka.
Tiba tiba Jaka seperti mendengar suara yang memanggil dirinya,ia pun segera bangkit dan menuju sumber suara.
Jaka kaget ternyata yang memanggilnya adalah seorang yang berpakaian persis seperti dirinya.
__ADS_1
Orang itu pun mengucap salam sambil melempar senyuman,ia juga mengaku sebagai pemilik dari pusaka pedang suci .
Orang itu kemudian menyuruh Jaka melihat ke langit,nampaklah bulan bersinar terang,namun tiba tiba Jaka kembali terkejut ,melihat bulan serasa bergerak dan kemudian jatuh ,Jaka berusaha berlindung pada sebuah pohon .
Langit tiba tiba menjadi gelap,namun tak lama kemudian sebuah cahaya yang terang benderang keluar dari sebuah batu dan terlihat sebuah pedang dengan gagang yang mirip kepala naga dan memancarkan sinar yang lebih terang dari pada bulan purnama.
Pria berjubah kembali mendekati Jaka,ia tersenyum sambil menyodorkan sebuah cermin .
Sebelum pergi ia pun mengaku sebagai perwujudan dari Syeikh Subakir.
Jaka yang masih kebingungan dengan semua yang terjadi hanya menerima cermin itu tanpa berbicara sepatah katapun hingga akhirnya sosok lelaki bersorban mengucap salam dan lalu menghilang.
Dewi terbangun ketika Jaka berteriak teriak memanggil manggil nama Syeikh Subakir.
Ia pun lantas menyadari bahwa suaminya sedang bermimpi,Dewi lantas mengayun ayun tubuh Jaka sampe akhirnya ia terbangun.
Jaka segera tersadar bahwa dirinya telah bermimpi,ia pun beranggapan bahwa mimpinya adalah sebuah petunjuk dari teka teki Sabdo Palon yang menyuruhnya mengambil pedang suci tanpa harus membuat batu tumbal bergeser.
__ADS_1
Jaka pun merasa bahwa di balik jubah panjangnya terdapat sebuah benda,ternyata benar dugaanya.
Jaka merapa pinggangnya dan menemukan sebuah cermin yang persis seperti apa yang telah di berikan oleh sosok yang mengaku sebagai Syeikh Subakir.
Jaka segera menunjukan cermin kepada Dewi,ia juga lantas menceritakan mimpi yang ia alami.
Dengan seksama Dewi Kumalasari menyimak,sambil mencoba menemukan makna di balik mimpi suami tercintanya.
Fajar mulai menyingsing ,Jaka dan Dewi bergegas menuju batu tumbal.Ia terus mengamati batu itu sambil berpikir bagamana cara mengambil pusaka pedang suci tanpa harus menggeser ataupun menghancurkan batu tumbal .
Jaka mengambil posisi ,ia mencoba mengumpulkan tenaga dalam dan mengalirkanya ke dalam batu tumbal.
Sementara Dewi masih terlihat bermain main dengan cermin ,ia pun terus membolak balikan cermin tersebut ,namun tidak nampak bahwa cermin itu memiliki keistimewaan.
Dewi terus berpikir bagaimana mungkin sosok yang menemui Jaka lewat mimpi hanya memberikan sebuah cermin biasa dan tidak memiliki keistimewaan.
Sementara Jaka terus berusaha menggunakan tenaga dalamnya untuk mengambil pedang suci yang berada di dalam batu tumbal.
__ADS_1
Sudah hampir seluruh tenaganya terkusar namun rupanya batu tak bergeming sedikit pun.