JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Menculik Kaisar CI


__ADS_3

Ching Suang merasa tak perlu repot repot menyusup ke dalam istana.


Justru ia di undang sendiri oleh Kaisar Ciming ke istananya.


Rombongan Kaisar Ciming akhirnya tiba di istana, mereka di sambut oleh para prajurit, Ibu Suri ikut serta menanti kedatangan anaknya.


Jendral Chong segera memberi perintah untuk membuka gerbang. Puluhan prajurit berlari ke arah gerbang, mereka bersama sama menarik yang terbuat dari besi yang besar dan tinggi.


Melihat ada orang asing yang ikut dalam rombongan beberapa prajurit yang bertugas memeriksa tamu segera mendekat. Setelah mengamati ternyata orang asing adalah seorang wanita, prajurit memanggil beberapa wanita yang biasa bertugas.


Jaka melirik ke arah Chin Suang, ia bisa membaca raut wajah Chin Suang sedikit berubah ketika para wanita berusaha menggeledahnya.


Chin Suang adalah wanita yang cerdas, ia telah menyembunyikan serbuk candu dengan cara menyelipkanya di antara dua gunung kembarnya.


Hingga akhirnya ia di izinkan masuk. Sebenarnya kaisar sempat menolak dan menyuruh Chin Suang segera masuk istana.


Namun Jendral Chong tetap disiplin menerapkan prosedur pengamanan.


Setelah semua beristirahat, Kaisar Ci, menyuruh prajurit untuk menyampaikan undanganya kepada Chin Suang untuk makan.


Hidangan telah tersaji di meja makan, Kaisar Ciming telah bersiap dengan memakai pakaian kebesaranya, tak lupa ia menambahkan minyak wangi.


Kaisar menyuruh para prajurit menunggu di luar, begitu melihat Chin Suang memasuki ruangan.


Kaisar Ciming terus menatap wajah Chin Suang seakan tak berkedip. Chin Suang memberi salam hormat dan berkata bahwa kaisar Ci terlalu baik pada dirinya.


Chin Suang sedikit risih dengan perlakuan istimewa dari Kaisar Ciming.


Sementara itu Jaka yang sudah tidur cukup lama akhirnya terbangun. Tenyata Wutan sudah menunggunya sejak ia tidur.


Rupanya Wutan mendapat kabar dari mata mata istana bahwa kabarnya Kaisar Li telah mengutus beberapa orang untuk membunuh Kaisar Ciming.


Jaka kaget mendengar kabar dari Wutan, dia langsung mengambil air untuk mencuci mukanya dan berlari menuju kamar Kaisar Ciming.


Para pengawal Kaisar nampak kaget melihat Jaka berlari seperti orang kesurupan. Dengan nafas terengah Jaka bertanya tentang keberadaan Kaisar Ciming.

__ADS_1


Seorang pengawal menjawab bahwa Kaisar sedang makan malam bersama tamu wanitanya.


Jaka segera menyuruh teman temanya ikut ke ruang perjamuan. Begitu sampe di ruang perjamuan Jaka dan temanya terkejut melihat para penjaga tertidur, Jaka segera mendobrak pintu.


Dia semakin cemas, melihat ruangan kosong, sementara atap istana jebol.


"Celaka, celaka Kaisar telah di culik oleh Chin Suang" teriak Jaka sambil melompat ke atap bersama ke lima pengawal yang lain.


Jaka berkata agar penculikan Kaisar tidak di beritahukan dulu kepada Jendral Chong, karena sangat bahaya kalau berita penculikan kaisar sampe menyebar kemana mana.


Chin Suang melompat dari atap bangunan satu ke atap lainya. Sementara ke empat orang temanya telah menunggu di balik benteng.


Merasa ada yang membututi Chin Suang segera mengangkat tubuh kaisar ke atas kuda. Mereka segera memaju kudanya dengan cepat.


Jaka beserta kelima pengawal Kaisar berlari melompat melewati dahan dahan pohon. Jaka yang aliran Ci nya sudah mencapai level lima, dapat terbang dengan cepat hingg a ia pun dapat mengejar Chin Suang dan komplotanya.


Chin Suang menyuruh dua orang rekanya untuk menghadapi Jaka, sementara dia bersama kedua rekanya terus memacu kuda berharap cepat sampai di wilayah kekaisaran Liming.


Kedua musuh Jaka juga memiliki kepandaian yang mumpuni bahkan mereka sudah bisa terbang dengan leluasa, artinya tenaga ci yang mereka miliki sudah sampai level empat.


Keduanya terus berusaha mencekal Jaka. Jurus keduanya sedikit merepotkan, Jaka berharap agar temanya dapat segera menyusul.


Kuda melaju kencang berusaha mengejar Chin Suang yang membawa Kaisar Ciming.


Jaka kembali melompat dan terbang melesat menggunakan tenaga dalamnya, ia mencoba meraih tubuh kaisar.


Chin Suang tak tinggal diam, keduanya terlibat pertarungan, Jaka sebenarnya merasa canggung harus melawan Chin Suang. Namun segera ia membuang jauh jauh dan lebih mementingkan untuk menyelamatkan Kaisar Ciming.


Jendral Chong menghantam dinding hingga nyaris cebol, ketika mengetahui Kaisar Ci di culik oleh Chin Suang.


Ternyata dugaanya benar bahwa Chin Suang adalah wanita yang di tugaskan oleh Kaisar Li untuk menculik Kaisar Ci, sesuai laporan dari mata mata.


Jendral Chong juga sudah mengingatkan Kaisar Ci supaya selalu mendapat pengawalan.


Namun si penculik lebih cerdik, Jendral Chong segera membawa sekitar lima ratus prajurit untuk menghadang di perbatasan.

__ADS_1


Ia sangat hafal dengan wilayah Kekaisaran Ci, hingga Jendral Chong melewati jalan pintas. Karena menurut perhitunganya, pasti para pencilik belum jauh membawa Kaisar, Jaka dan para pengawal pasti bisa mengejar mereka.


Tapi yang di takutkan Jendral Chong, apabila Jaka dan temanya mengejar sampai masuk wilayah Kaisar Li tentunya akan sangat berbahaya.


Jaka dan Chin Suang terus bertarung dengan sengit, sementara rekanya juga bertarung satu lawan satu.


Sementara itu seorang rekan Chin Suang tetap berlari sambil membawa Kaisar menuju perbatasan.


Chin Suang yang memiliki kemampuan luar biasa mulai bisa membuat Jaka kewalahan.


Jaka mulai kesulitan karena setiap seranganya dapat di patahkan oleh Chin Suang.


Namun ternyata Chin Suang juga tak terlalu bersungguh sungguh,karena tujuanya agar bisa mengulur waktu.


Chin Suang justru terbang menjauh dari rekanya yang sedang bertarung. Melihat Chin Suang terbang menjauh Jaka segera berusaha mengejar, namun gerak terbangnya tidak secepat Chin Suang akibat tenaganya mulai terkuras.


Bahkan Jaka harus berlari di tanah untuk mengejar Chin Suang.


Chin Suang berhenti ketika menyadari bahwa suara pertarungan temanya tak lagi terdengar.


Jaka mencoba mengatur nafasnya akibat lari yang cukup jauh. Chin Suang tertawa melihat si pengawal Kaisar Ciming ternyata ilmunya tak setinggi yang ia bayangkan.


Chin Suang sedikit meledek ke pemuda asing bahwa ia tak mungkin dapat mengalahkanya. Jaka hanya terdiam sambil menggaruk garuk kepalanya, ia tentu sadar diri bahwa Chin Suang memang memiliki kanuragan yang jauh di atasnya.


Chin Suang yang terus berusaha mengejek Jaka tak menyadari bahwa ada bahaya yang sedang mengancamnya.


Terlihat saekor harimau kumbang sedang bersiap meloncat dan menerkam dirinya.


Jaka reflek ketika melihat sesosok harimau meloncat dan akan menerkam Chin Suang ia berusaha mendorong tubuh Chin Suang hingga sang harimau kumbang berhasil menancapkan kukunya yang tajam ke tubuh Jaka.


Chin Suang begitu kaget ketika Jaka mendorongnya dan terlihat saekor harimau menerkamnya.


Chin Suang segera melompat dan menendang harimau dengan tendangan kaki seribu.


Tendanganya begitu cepat, Jaka melihat kaki Chin Suang seperti terlihat banyak sekali dan menendang harimau hingga ratusan kali.

__ADS_1


Harimau terlempar dan jatuh terkapar, ia meraung raung kesakitan hingga ahirnya raunganya mulai tak terdengar dan akhirnya diam tak bergerak.


Jaka masih memegangi dadanya yang tercabik oleh kuku harimau, bahkan baju yang ia pakai sudah di penuhi darah. Chin Suang segera menotok aliran darah pemuda asing, ia kemudian membopongnya dan berusaha mencari sebuah goa untuk mereka beristirahat.


__ADS_2