
Jaka segera memeluk kedua orang tuanya,ia juga meminta doa kepada semua orang ,agar di beri kemenangan.
Sebelum pergi Jaka berpamitan kepada semua orang ,ia meminta maaf apabila selama ini banyak salah dan khilaf.
Semua orang yang hadir terdiam ,bahkan Dewi Ambarwati mencoba untuk tetap tegar melepas kepergian anaknya.
Sementara itu Dewi Kumalasari tetap bersikeras untuk membantu Jaka melawan Darma Wisnu,walaupun Jaka sudah melarangnya berkali kali .Malah Dewi lebih dulu terbang melesat menuju arena pertempuran.
Semua orang khusu dengan doa,melihat Jaka dan Dewi pergi memang harapan untuk menang tetap ada walaupun tentu sangat sulit.
Jaka sedikit tahu kelemahan dari Darma Wisnu setelah membaca kitab pemberian Lodaya.
Walaupun cuma sedikit informasi yang menyebutkan tentang cara mengalahkan Darma Wisnu.
Sementara itu Dewi lebih dulu sampe ke arena ia pun berusaha membantu Dewi Lanjar yang mulai kewalahan.
Dewi memegang Kujang Hitam pemberian ayahnya,ia mencoba kekuatan kujang hitam dengan menyatukan kekuatan tenaga dalamnya di bantu batu mustika merah delima yang mampu membuat energinya meningkat tiga kali lipat.Cahaya keunguan keluar dari kujang hitam dan mengarah ke tubuh Darma Wismu.
Darma Wisnu membuka telapak tanganya,keluarlah cahaya berwarna merah beradu dengan tenaga dalam Dewi Kumalasari ,Dewi Lanjar sedikit mundur karena merasakan kekuatan yang cukup besar beradu dan mengakibatkan tanah kembali bergetar hebat.
Hawa panas menyebar akibat dua energi saling adu kekuatan.Namun karena tenaga dalam Darma Wisnu masih di atas Dewi Kumalasari,hingga mengakibatkan tubuhnya terlempar .
Untung saja Jaka Kelana bergerak cepat menangkap tubuh istrinya,hingga tak sampe membentur pohon.
Dewi Lanjar sedikit cemburu melihat kemesraan mereka berdua,namun ia segera melupakan perasaanya.
Dewi Lanjar segera melompat dan berdiri di samping Jaka Kelana.
Jaka Kelana dan kedua istrinya bergerak bersama menyerang Darma Wisnu.
Darma Wisnu terus saja dengan mudah mematahkan serangan Jaka dan kedua istrinya.
Kali ini Jaka mencoba menggunakan pukulan matahari tingkat tiga,namun sekali lagi Darma Wisnu hanya menahan pukulan Jaka menggunakan jubah yang ia kenakan.
Sementara Dewi Kumalasari menggunakan jurus andalanya yaitu pukulan dewa angin.
Angin kencang membentuk sebuah lingkaran dan mencoba menggulung tubuh Darma Wisnu ,Jaka dan Dewi Lanjar juga ikut menggabungkan tenaga dalamnya ke dalam pusaran angin ,mereka berharap setidaknya angin cipataan Dewi Kumalasari mampu menggoyahkan pertahanan Darma Wisnu.
__ADS_1
Sementara pertarungan sengit juga masih terus terjadi antara prajurit Karang Cendana,yang di bantu pasukan dari Hutan Kayu serta dari kerajaan bawah laut.
Mereka pun sudah bisa mengatasi serangat prajurit atas awan yang memiliki kanuragan yang di bilang cukup hebat.
Terlihat juga Raja Jaya Wiajaya dan Dewi Ambarwati kondisinya sudah mulai membaik setelah di beri hawa murni oleh Raja Ranaya Kandi .
Sementara Resi Somala dan juga beberapa orang lainya di antaranya,patih Rangga Abang ,Sri Lodaya ,Ki Padang Jagad ,Siluman Harimau ,Kiai Agung Prawoto dan juga Sang Ismoyo Jati.
Mereka sudah lebih dulu terjun ke medan tempur ,menggempur pasukan atas awan.
Sementara kembali ke pertarungan antara Jaka yang di bantu kedua istrinya melawan Darma Wisnu.
Rupanya kini Jaka mulai membuka lilitan kain yang menutupi Pedang Suci.
Darma Wisnu nampak kaget melihat pedang suci mengeluarkan cahaya terang benderang.Lebih lebih ketika puluhan cahaya menyebar dan mencoba menyerangnya.
Akibat cahaya pedang suci ratusan orang prajurit dari istana atas awan juga seketika roboh tertembus cahaya yang terpancar dari kekuatan pedang suci.
Darma Wisnu bergerak cepat menghindari serangan cahaya yang terpancar dari pedang suci,ia terpaksa menggunakan kembali jurus pukulan meteor untuk melawan cahaya yang terus menyerangnya.
Belum cukup sampe di situ,melihat musuhnya sedikit kerepotan menghadapi pedang suci Jaka membuka kotak yang berisi cambuk api.
Darma Wisnu kaget melihat kilatan api mencoba menyambarnya.Hawa panas yang keluar dari campuk api juga laksana panas lahar gunung berapi.
Darma Wisnu harus merelakan jubah kesanganya hangus terkena sabutan cambuk api.
Kali ini ia terlihat sedikit berhati hati menghadapi kedua senjata milik Jaka Kelana yang memang memiliki kekuatan maha dasyatt.
Bahkan kedua senjata itu bisa menahan pukulan meteor yang di lancarkan Darma Wisnu.
Darma Wisnu kembali di kejutkan dengan dua kujang kembar yang tiba tiba terbang dan menyerang dirinya.
Ia sungguh tak menyangka bahwa pemuda yang ia hadapi kali ini memiliki senjata yang kekuatanya setara dengan kekutan dewa.
Melihat dirinya mulai sedikit kewalahan ,Darma Wisnu segera mengeluarkan busur sentanu,sebuah busur yang konon milik Dewa Indra.
Busur yang memiliki kekuatan panas matahari.
__ADS_1
Ia segera membaca mantera dan melepaskan anak panah ke arah tubuh Jaka Kelana.
kujang kembar yang tiba tiba keluar dari tubuh Jaka seakan tahu bahwa tunya dalam bahaya.
Senjata itu segera terbang dan kembali masuk ke tubuh Jaka Kelana.
Jaka terlihat menyilangkan pedang suci dan cambuk api dengan kedua tanganya.
Kedua energi yang keluar berusaha menahan anak panah yang bergerak ke arah Jaka Kelana.
Bumi kembali berguncang bahkan gunung gunung kawahnya ikut bergejolak,dan menyebabkan letusan yang sangat dasyatt..
"DOOor ,doooorrr,doooorrrr"
para penduduk yang mengungsi di sekitar pegunungan lari kocar kacir akibat semburan lahar panas yang membakan semua pepohonan dan rumput rumput.Ratusan bahkan ribuan nyawa seketika tewas terpanggang terkena lahar .
Istana atas awan juga tak luput dari goncangan dasyatt,bahkan beberapa bangunanya ikut roboh..
Raja Jaya Wijaya berteriak dengan keras kepada para prajuritnya agar mencari tempat yang aman dan menjauh dari pohon besar yang sewaktu waktu akan roboh dan mengancam nyawa mereka.
Bumi terus bergoncang ,tanah berlubang di mana mana,air laut pun pasang dan menyebabkan tsunami dan menewaskan ribuan orang yang rumahnya dekat dekat laut.
Suasana begitu mencekam,kini kedua pasukan telah berhenti saling serang ,mereka justru sibuk untuk menyelamatkan nyawanya sendiri sendiri.Karena pohon pohon banyak yang tubang .
Bebatuan dari atas bukit juga terlihat berhamburan.
Sementara itu Jaka dan Darma Wisnu masih terlibat pertarungan sengit,sementara Dewi Kumalasari dan Dewi Lanjar memilih menjauh.
Entah mengapa seolah ada sebuah energi yang seakan membuat Dewi Lanjar dan Dewi Kumalasari bisa mendekati pertarungan.
Melihat daratan akan hancur ,Jaka meluncur ke atas terbang menuju istana atas awan.
Darma Wisnu yang sudah di kuasai amarah segera terbang mengejar Jaka.
Kini Jaka mencoba menyatukan tiga senjata dengan cara memasukan kedalam tubuhnya.
Ia merasakan kekuatan yang berlipat lipat memenuhi setiap nadinya.
__ADS_1
Tubuhnya pun begitu ringan laksana angin berhembus.