JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kemunculan Dewi Kalinggi


__ADS_3

Jaka terus menggunakan ajian dewa gledek untuk membuat musuh musuhnya mati dan juga ketakutan.


Ia sepertinya tak bisa meredam amarahnya ketika mengetahui ibunya terluka oleh pukulan tapak wisa milik Wisapati.


Sementara pendekar buta semakin mencemaskan Ratu Amabarwati dan ia segera terbang dengan membawa Dewi Ambarwati menuju jurang kematian untuk di obati.


Dewi kini juga mulai beraksi ia menggunakan pedang kembarnya dan langsung melesat dengan gerakan yang nyaris tak terlihat.


Bahkan banyak dari para pendekar hitam yang kaget dan langsung berteriak ketika darah segar tiba tiba keluar dan luka menganga di sekujur tubuh mereka, akibat gerakan Dewi yang tidak terlihat.


Sementara Kumambang terus mencoba menyuruh anak buahnya mengepung Jaka Kelana, ia tidak memperdulikan berapa banyak nyawa melayang terkena kilatan Dewa Gledek.


Namun tiba tiba seketika langit menjadi gelap dan kilatan petir justru menyerang Jaka Kelana.


Jaka berusaha terus menghindari kilatan kilatan yang menyambar tubuhnya.


Ia pun teringat akan cerita guru Samber Nyawa tentang manusia misterius yang bisa membalikan jurus musuhnya.


Lamunan Jaka sedikit membuat gerakanya melambat,hingga jurus kilatan jurus dewa gledek membuat luka di lenganya.


"Akhhh, panasss"


Jaka berteriak dan lenganya melepuh akibat terkena jurus dewa gledek miliknya sendiri.


Dewi Kumalasari merasa khawatir dan langsung melompat mendekati suaminya.


" Kamu tidak apa apa Kanda?"


Dewi terlihat mulai cemas melihat kepulan asap keluar dari lengan Jaka.


"Tenanglah Dinda, aku tidak apa apa, aku cuma kaget karena lenganku tiba tiba terasa panas, jadi aku berteriak!"


Sementara itu awan hitam tiba tiba menghilang dan dari awan keluarlah sesosok bayangan hitam turun pelan pelan dengan di barengi ketawa yang khas yang sangat Jaka dan Dewi Kumalasari kenal.


" Ha ha ha ha ha ha"


Sesosok tubuh dengan menggunakan jubah hitam terus menukik dari angkasa dengan mengeluarkan tawa.


" Tak salah lagi itu pasti Kalinggi !" teriak Dewi sambil terus mengamati sesosok manusia yang meluncur keluar dari awan hitam.


Kumambang" Ha ha ha ha, sekarang akan segera berahir hidupmu Jaka dan aku akan menjadikan Dewi sebagai permaisuriku, ha ha ha!"

__ADS_1


Dewi mukanya berubah merah membara kedua tanganya gemetar, tanpa pikir panjang ia langsung melompat menyerang kumambang dengan pedang kembarnya.


Kumambang pun berteriak ketika perutnya mengeluarkan darah, namun seketika ia tersenyum ketika semilir angin menerpa lukanya dan darah berhenti menetes,lukanya juga hilang.


" Ha ha ha ha, ayo cabik cabiklah tubuhku!" teriak Kumambang dengan nada menantang.


Sementara Jaka sudah terlibat adu tanding dengan musuh bebuyutanya Dewi Kalinggi.


Namun kali ini Jaka sedikit kerepotan karena setiap ia mengeluarkan ajian justru kembali menyerang dirinya.


" Ha ha ha ha, aku bukanlah Kalinggi yang dulu,Jaka! Sekarang waktunya aku membalas setiap kekalahanku, bersiaplah!" Dewi Kalinggi membaca mantera dan membelah diri menjadi tiga.


Jaka sedikit terkejut dengan wujud kalinggi yang mengubah wujudnya menjadi tiga.


Jaka sedikit mundur untuk mencari ruang, ia mulai berpikir jurus apa kiranya yang ia miliki dan kalinggi tidak dapat membaliknya.


" Kenapa melamun, apa kamu sudah takut akan datangnya kematianmu?" seru Kalinggi.


Jaka segera berkonsentrasi dan menggunakan ajian pelebur roh.


Dalam sekejap sukma Jaka keluar dari raganya dan langsung menghantamkan pukulan pelebur roh.


Kalinggi terkejut namun ia tak bisa berbuat banyak untuk menghindari pukulan pelebur roh,hingga tubuhnya terhempas dan terlempar,bahkan pohon sampai tumbang terkena tubuh Kalinggi yang terhempas akibat jurus pelebur roh.


Sementara ratusan orang berkuda kembali muncul dari balik pepohonan.


Rupanya mereka adalah para sekutu Dewi Kalinggi.


Tentunya hal itu membuat Jaka berpikir untuk pergi sebelum mereka sampai dan membantu Kumambang.


Jaka segera melompat ke pertarungan lalu ia memberi isyarat kepada Dewi untuk menggunakan ajian Dewa angin.


Angin kencang tiba tiba muncul setelah Dewi membaca mantera sambil menggerakan kedua tanganya.


Kumambang berteriak agar anak buahnya berlindung di balik pohon, sebelum pusaran angin melahapnya.


Tentunya hal tersebut membuat Jaka dan Dewi leluasa untuk pergi menyusul pendekar buta ke jurang kematian.


Sementara itu Kalinggi mengerang kesakitan, namun setelah ia merapalkan mantera ajian pancasona semilir angin menyelimutinya hingga tubuhnya pulih seperti sedia kala.


Sementara kedua bayanganya hancur lebur terkena jurus pelebur roh.

__ADS_1


Dengan mudah Kalinggi menghancurkan pusaran angin yang memporak porandakan seisi hutan.


Bahkan kuda kuda berlari ketakutan hingga membuat para pendekar hitam yang menunggang kuda merasa kebingungan.


Kalinggi berteriak kesal setelah mengetahui kedua musuh bebuyutanya telah kabur.


" Kurang ajar, kurang ajar, aku akan gagalkan pesta ayahmu untuk mengobati kekalahanku he he he he he!" Kalinggi terus saja mengumpat dan bersumpah serapah yang di tunjukan kepada Jaka Kelana dan juga Dewi Kumalasari.


Sementara itu pendekar buta terus berusaha untuk membuat ramuan yang akan di jadikan obat untuk Ratu Dewi Ambarwati.


Pendekar buta menggunakan instingnya untuk mencari ular kobra yang paling beracun dan akan di ambil empedunya untuk di jadikan penawar racun tapak wisa milik Arya Wisapati.


Sementara itu Jaka dan Dewi segera melompat masuk ke dalam jurang kematian untuk bertemu ibunya dan juga pendekar buta.


Keduanya segera berlari setelah kedua kaki mereka menyentuh dasar jurang.


Dewi termenung melihat mertuanya terbujur kaku dengan kulit dan mukanya berwarna biru akibat racun tapak wisa.


Sementara Jaka terus berusaha menyalurkan hawa murni dan memastikan bahwa racun tapak wisa belum menjalar ke organ vital, yaitu jantung dan paru paru.


" Syukurlah racun tersebut belum sampai ke organ vital ibunda!" pikir Jaka sambil menatap muka ibundanya yang berwarna biru.


Sementara itu terdengar suara tongkat pendekar buta yang mengetuk ngetuk tanah.


" Tenanglah Jaka, aku sudah membuat ramuan yang dulu berhasil menyembuhkanmu" ucap pendekar buta sambil menyodorkan ramuanya.


Tanpa menunggu perintah Jaka segera membuka mulut ibundanya dan berusaha memasukan ramuan obat .


Tubuh Ratu Ambarwati mulai bereaksi,ia kejang kejang, tak selang berapa lama warna kulit yang biru perlahan lahan memudar.


Jaka dan Dewi sedikit lega melihat kulit ibundanya sudah kembali berwarna kuning langsat.


Namun setelah menunggu hampir seharian Dewi Ambarwati belum juga siuman.


Pendekar Buta nampak terkejut setelah memeriksa kondisi sang Ratu.


" Jaka rupanya Wisapati telah menyempurnakan tapak wisa hingga tahap sempurna, hingga ramuanku tak mampu menyembuhkan ibumu. wuhhhgg maafkan aku Jaka?


Tentu saja ucapan pendekar buta membuat Jaka dan Dewi kebingungan.


Namun Jaka segera teringat tentang air suci keabadian yang berada di istana dasar laut di kerajaan Dewi LanjarSaraswati.

__ADS_1


Jaka sedikit bingung untuk meminta izin kepada Dewi untuk menemui Dewi Lanjar, karena tentunya ia pasti cemburu.


__ADS_2