
Kedatangan Jendral Chong ke padaepokan Guru Chen ialah bermaksud untuk menyeleksi kesepuluh orang yang akan menjadi pengawal Kaisar.
Guru Chen dan Jaka segera keluar menemui Jendral Chong.
Setelah memberi salam hormat Jaka kembali masuk barisan.
Jendral Chong menatap Guru Chen sambil tersenyum, rupanya Jendral Chong tahu bahwa pemuda yang barusan memberi salam kepadanya di beri perhatian khusus oleh Guru Chen.
Guru Chen segera memberi pengumuman bahwa hari ini akan ada pertandingan untuk menentukan siapa saja yang layak untuk di jadikan pengawal kaisar Ciming.
Guru Chen sengaja untuk tidak memanggil Jaka untuk mendapatkan giliran pertama.
Guru Chen segera memanggil lo dan li untuk maju dan menunjukan kebolehan mereka.
Keduanya maju dan mulai bertanding, untuk pertandingan pertama di menangkan oleh lo.
Pertandingan masih terus berlangsung, hingga kini sudah terkumpul sembilan jalon pengawal Kaisar Ciming.
Tinggal tersisa satu orang lagi yang akan menjadi pengawal Kaisar Ciming.
Jendral Chong nampak menunggu aksi Jaka yang ternyata mendapat jatah paling terahir untuk bertanding.
Tanpa di panggil terlebih dahulu Jaka dan seorang murid yang tersisa maju dan saling unjuk kebolehan.
Jaka yang tak mau langsung menunjukan kebolehan di depan Jendral Chong, sengaja mengulur waktu agar pertandingan juga tidak terasa berat sebelah.
Namun Guru Chen berteriak agar pertandingan harus segera di akhiri mengingat waktu yang di miliki Jendral Chong terbatas.
__ADS_1
Ia harus buru buru pulang ke istana dan membawa para pengawal Kaisar.
Jaka tak mau mengecewakan Guru Chen ia segera menggunakan jurus taici dengan di aliri tenaga ci tingkat dua dan berhasil melepaskan tendangan di dada rivalnya, akhirnya lawanya terjatuh.
Suara tepuk tangan membahana.
Jendral Chong juga merasa senang melihat pemuda asing masuk dalam tim, untuk mengawal Kaisar Ciming.
Mengingat waktu sudah hampir malam Jendral memohon izin kepada Guru Chen untuk kembali ke istana beserta kesepuluh orang pengawal Kaisar.
Guru Chen memeluk muridnya satu persatu, ia juga berjanji akan sering berkunjung ke istana.
Jendral Chong dan kesepuluh murid guru Chen pergi menuju istana Kaisar Ciming.
Setelah sampai di istana Jendral Chong menyuruh mereka beristirahat dan baru esok hari mereka akan mendapatkan pelatihan khusus.
Tak seperti biasa Jaka tidur begitu pulas, hingga ia bermimpi bertemu seorang gadis yang mirip wajahnya dengan Dewi Kumalasari, namun ketika Jaka berusaha mengejar dan memanggilnya wanita tersebut tak menghiraukan.
Ia sepertinya sama sekali tak mengenali Jaka. ia bahkan mendorong tubuh Jaka, ketika Jaka berusaha memegang tanganya.
Jaka tiba tiba terbangun, ia pun segera mengambil air wudu dan melakukan solat sunat, ia berdoa kepada Allah SWT, kalau Dewi masih hidup agar cepat di pertemukan.
Sinar matahari mulai menyingsing, Jaka dan kesembilan temanya berkumpul, mereka menunggu kedatangan Jendral Chong yang akan melatihnya agar menjadi pengawal Kaisar yang tangguh dan siap melindungi Kaisar dari segala ancaman mara bahaya.
Jendral Chong segera tiba, ia segera memberikan pelajaran pertamanya yaitu dengan memberi simulasi.
Sebuah kereta yang di naiki Kaisar Ciming tiba tiba di serang oleh puluhan orang bertopeng, tugas Jaka dan kesembilan temanya harus bisa menyelamatkan Kaisar.
__ADS_1
Kesepuluh orang tersebut melompat dan bertarung melawan puluhan orang bertopeng. Dalam sekejap kereta yang di naiki kaisar dapat mereka rebut kembali.
Jendral Chong nampak bahagia, ia kini yakin bahwa para pengawal Kaisar yang baru akan mampu melindunginya dari berbagai ancaman.
Jendral Chong juga melihat pergerakan kesepuluh orang tersebut dalam misi penyelamatan Kaisar. Jaka kelana yang paling berperan penting mengalahkan para perusuh.
Hingga ia meninjuk pemuda asing sebagai ketua pengawal Kaisar.
Beberapa hari kemudian Kaisar Ciming berencana untuk sekedar jalan jalan, sambil melihat kondisi rakyatnya.
Ia ingin di temani tapi hanya satu pengawalnya saja, karena ia akan menyamar agar bisa leluasa melihat kondisi warganya.
Tentu saja Jendral Chong menyuruh Pemuda Asing untuk mengawal Kaisar.
Rupanya Jendral Chong merasa lebih senang dengan memanggil Jaka dengan Pemuda Asing, karena ia memiliki kulit dan mata yang sangat berbeda dengan suku Tionghwa.
Jaka juga tak keberatan di panggil Pemuda Asing oleh Jendral Chong.
Jendral Chong menugaskan Jaka agar tetap berada di sampingnya, walaupun Kaisar Ciming memiliki beladiri yang hebat, namun pasti akan banyak musuh yang mengincarnya.
Terlebih hubungan Kaisar Ciming sebagai penguasa kekaisaran Barat, memang sedang mendapat banyak tekanan dari pengiasa Tibet bagian timur.
Menurut kabar juga mereka akan segera menyerang Kaisar Ciming, tentunya mereka akan memasukan banyak mata mata untuk mengetahui kekuatan kita.
Jaka berjanji kepada Jendral Chong, akan menjaga Kaisar Ciming, dengan segenap jiwa raganya.
Berangkatlah Kaisar Ciming dan Jaka Kelana, keduanya menaiki kuda yang terbilang biasa saja untuk ukuran Kaisar. Ia sengaja agar tidak menimbulkan kecurigaan.
__ADS_1