JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kalang Kabut


__ADS_3

Jaka dan Dewi mencoba menggunakan tenaga dalamnya untuk membuat celah pada kabut pelindung,sehingga mereka dapat memasuki istana.


Setelah cukup lama kekuatan beradu,akhirnya Jaka dan Dewi berhasil membuat pagar pelindung terbuka,Jaka segera menarik tangan Dewi dan melompat naik ke atas bangunan.


Sementara kabut pelindung yang terbuka,kini telah tertutup kembali.


Suasana di istana nampak seperti malam hari ,namun Jaka dan Dewi merasa beruntung karena lebih leluasa untuk menyusup ke dalam istana.


Keduanya berjalan pelan di atas atap bangunan,sambil terus mengawasi keadaan.


Sementara terlihat beberapa orang yang berada di bawah bangunan sedang berpesta ,mereka minum arak sambil di temani para gadis.


Bahkan Jaka seakan mau muntah ,ketika mencoba mengintip dari celah atap bangunan,rupanya ia melihat beberapa orang pria dan wanita sedang memadu cinta tanpa memakai busana.


Jaka pun buru buru menarik pandanganya,Dewi yang penasaran mencoba untuk mengintip,tetapi Jaka berusaha menjegahnya.


Jaka"jangan dinda,mereka sedang berbuat tidak senonoh".


Dewi pun mengurungkan niatnya,akhirnya keduanya melompati atap bangunan untuk mencari keberadaan Dewi Kalinggi.


Lama mereka berpindah dari atap bangunan satu ke tempat lainya ,namun sosok Dewi Kalinggi tak kunjung mereka temukan.


Dewi pun menduga kalau pastilah Dewi Kalinggi sedang berada di Hutan Kayu.Ia pun berbisik kepada Jaka sebaiknya mereka turun dan tidak usah sembunyi,karena Dewi Kalinggi pasti berada di kerajaan Hutan Kayu Emas.


Keduanya pun turun dari atap dan berjalan masuk ke istana.Para prajurit yang melihat mereka langsung mengepungnya.Rupanya Jaka pun masih sangat mengenali wajah para prajuritnya,ia pun segera melompat dan mendekati ketua prajurit untuk menahan seranganya.


Dengan suara pelan Jaka dan Dewi menjelaskan bahwa kedatanganya ,ia lah untuk membebaskan mereka dan merebut kembali kerajaan Karang Cendana.

__ADS_1


Kepala prajurit akhirnya mengajak Jaka dan Dewi masuk ke sebuah ruangan.


Rupanya Jaka dan Dewi menyamar menjadi prajurit agar para rampok dan penjahat yang bergabung dengan Dewi Kalinggi ,tidak menaruh curiga kepadanya.


Setelah Jaka dan Dewi menyamar menjadi prajurit,Jaka pun mulai membuat rencana agar para prajurit menyebar dan memberi tahu teman teman mereka,untuk mengusir para penjahat dan para siluman.


Rasa kepercayaan diri mereka seakan memenuhi jiwa ,ketika para prajurit menyebut nama Raja Jaka dan Ratu Dewi yang akan memimpin perlawanan.


Mereka pun segera bersiap menunggu aba aba.


Jaka pun segera menyuruh para prajurit,agar mereka melakukan penyerangan setelah ia mampu menghancurkan pagar pelindung yang di buat oleh Dewi Kalinggi.


Jaka pun berjalan menuju pintu gerbang ,sementara para penjaga di beri isyarat oleh temanya untuk membukanya.


Jaka segera keluar ,ia pun berhenti setelah hampir berjarak lima kaki dari pintu gerbang.


Ia kemudian membalikan badanya menghadap gerbang.Jaka akan mencoba menghancurkan pagar pelindung dengan ajian penyerap daya yang akan di gabungkan dengan ajian penghancur karang.


Setelah dirasa cukup besar ia pun bergerak mengeluarkan ajian penghancur karang .Kekuatan ajian penyerap daya dan pukulan penghancur karang menyatu dan berhasil menghancurkan pagar pelindung.


Bahkan akibat benturan dua kekuatan yang dasyat membuat suara ledakan yang sangat besar.


Orang orang yang berada di dalam istana lari kocar kacir.Sementara para siluman terkejut karena tiba tiba cahaya matahari memenuhi setiap sudut di dalam istana.


Para siluman pun kabur mereka lari tunggang langgang menuju alam gaib dan menghilang.


Para prajurit yang sudah siap siaga segera bergerak masuk ke dalam istana,dengan gagah berani mereka menyuruh para aliansi aliran hitam untuk meninggalkan istana Karang Cendana.

__ADS_1


Mereka pun tidak terima meninggalkan istana yang penuh kesenangan.Akhirnya pertarungan pun berlangsung dengan sengit ,darah pun mulai menetes dan memenuhi setiap penjuru istana.


Untuk mengurangi jumlah korban Jaka dan Dewi pun bergegas menemui mencari pemimpin mereka dan melumpuhkanya.


Seorang prajurit memberi tahu bahw pimpinan gembong penjahat berada di kamar raja.


Jaka dan Dewi bergegas menuju kamar raja,ia pun segera menggunakan pukulan matahari untuk menjebol pintu kamar.


Sementara terlihat seorang lelaki dengan tubuh gemuk penuh bulu sedang bergumul dengan empat gadis sekaligus.


Tentu saja Dewi Kumalasari marah besar melihat empat gadis belia yang di paksa melayani seorang bandot tua.Tanpa pikir panjang ia pun langsung mendaratkan pukulanya kepada lelaki yang hanya memakai ****** ***** saja.


Tubuh pria itu terpental ke dinding hingga jebol.Jaka pun hanya menonton saja ketika Dewi terus menyerang bandot tua tanpa belas kasihan.


Hingga akhirnya lelaki tua itu bersimpuh di hadapan Dewi dan memohon ampun.


Dewi pun tak memperdulikan ucapan lelaki tua itu ia pun mencabut pedangnya dan mengarahkanya ke leher si bandot cabul.


Kali ini Jaka melompat dan memegang tangan Dewi Kumalasari.Dewi masih di kuasai amarahnya ia pun masih berusaha menebas leher gembong penjahat yang sudah tidak berdaya.


Kali ini Jaka berusaha menghentikan Dewi yang seperti kesetanan ,ia bergerak melakukan totokan di beberapa tubuh Dewi ,hingga akhirnya Dewi berdiri mematung.


Jaka pun berjanji akan membuka totokanya ,kalau Dewi sudah bisa mengendalikan emosinya.


Dewi mengedipkan mata tanda setuju,karena rupanya Jaka lupa ikut menotok sarap pita suara Dewi.


Jaka pun menyuruh ketua penjahat untuk keluar dan menyuruh anak buahnya untuk menyerah.

__ADS_1


Lelaki bewok itu bergegas memakai pakaianya ,dan berjalan menuju halaman istana sambil meringis kesakitan.


Akhirnya kerajaan Karang Cendana telah kembali dapat ia kuasai.


__ADS_2