
Suka cita, campur bahagia. Begitu melihat Jaka Kelana kembali dengan selamat.
Namun suasana kembali mencekam, bumi kembali bergetar, tanah kembali berguncang hebat.
Sesosok tubuh besar seperti raksasa tiba tiba munjul dan melempar apa saja yang ia dapatlan. Pohon pohon berterbangan di sertai batu batu yang berukuran raksasa melayang dan menghancurkan apa saja yang tertimpa olehnya.
Rupanya Darma Wisnu telah mencapai puncak kemarahanya, hingga ia menggunakan ajian Dewa Murka yang mampu membuat dirinya menjadi raksasa.
Raksasa Darma Wisnu terus mengamuk, ia terus menyebut Jaka Kelana untuk menyerahkan diri atau ia akan membunuh semua orang yang ia temui.
Orang orang berlarian, namun laksana saekor semut, Darma.Wisnu menangkapnya dan melemparkanya layaknya saekor semut.
Ratusan di lempar dari ketinggian, hingga tubuh mereka membentur tanah dan mati seketika.
Suara teriakan terdengar di mana mana. Jaka kembali memeluk istrinya, dan juga berpamitan kepada semuanya. Ia segera terbang melesat. Pedang suci di pegangnya dengan erat. Jaga bergerak cepat menebas tubuh raksasa dengan pedang suci. Namun ternyata tubuh raksasa laksana baja, hingga membuat pedang suci menjadi tumpul.
Kali Jaka kembali terbang menuju punggung sang raksasa, ia gunakan kujang kembarnya untuk menusuk bagian punggung dari Darma Wisnu.
Tetapi tubuh Darma Wisnu tak mengalami lecet sedikitpun. Akhirnya Jaka menyuruh kujang kembar dan pedang suci untuk bersama sama menggabungkan kekuatan.
Kedua energi menyatu dan mengarah ke tubuh Darma Wisnu. Hal yang tak masuk akal terjadi. Darma Wisnu hanya meniup dengan mulutnya dan justru energi berbalik dan membuat Jaka Kelana terlempar.
__ADS_1
Kali ini semua orang kembali di landa kepanikan, melihat tubuh raksasa Darma Wisnu kebal terhadap senjata.
Sri Lodaya menggenggam busur sewu, ia meluncurkan ratuaan anak panah mengincar semua bagian tubuh Darma Wisnu. Namun semua anak panah patah.
Sementara itu Jaka kembali menyerang Darma Wisnu, namun hasilnya tetap sama kekuatanya justru berbalik dan membuat tubuhnya kembali terlempar.
Melihat kesaktian yang.di miliki Darma Wisnu rasanya mustahil Jaka Kelana dapat mengalahkanya seorang diri.
Dewi Kumalasari juga tak tinggal diam. Setelah minum air keabadian yang di berikan Dewi lanjar dirinya dan semua orang yang meminumnya langsung sembuh dari luka dalamnya.
Begitu juga dengan Raja Jaya Wijaya dan Dewi Ambarwati.
Dewi Kumalasari segera mengajak Sri Lodaya naik ke punggunya dan terbang mendekati kepala Darma Wisnu.
Tak ketinggalan Dewi lanjar,memanggil kuda sebrani, kuda yang bisa terbang ke langit.
Ia kemudian menawarkan Kuda tersebut untuk di naiki para punggawa yang mau membantu melawan Darma Wisnu.
Hampir semua orang naik dan langsung terbang mengepung Darma Wisnu.
Namun serangan mereka juga tak berefek, Darma Wisnu terlihat semakin kuat, bahkan ia berhasil menyapu kuda sembrani yang mereka tunggangi hingga terhempas jauh.
__ADS_1
Raja Ranaya kandi dan sang ismoyo jati, kini menyatukan dua tubuh mereka, dan jadilah sesosok mahluk tinggi besar. Berlari dan menabrakan diri ke tubuh Darma Wisnu. Darma Wisnu kaget dan tubuhnya sempoyongan. Ia tak menyangka Ranaya kandi dan Sang Ismoyo Jati dapat menyatukan diri hingga menjadi raksasa.
Kini keduanya dalam bahaya Darma Wisnu menggunakan pukulan meteor dan menghantam sang raksasa jelmaan Raja Ranaya Kandi dan Sang Ismoyo.
Keduanya terlempar dan meledak. Menyaksikan ayahandanya tewas Dewi Kumalasari tak dapat menahan emosinya.
Dengan mengeluarkan jurus dewa angin tingkat akhir , ia terbang meluncur dan menghantamkan tubuhnya tepat mengenai mata Darma Wisnu.
Sri lodaya tak menduga bahwa, Dewi Kumalasari sengaja menabrakan dirinya. Untunglah ilmu meringankan tubuhnya sudah sempurna jadi ia dapat mendarat dengan selamat. Sementara Dewi yang masih berwujud elang terpental dan jatuh ke tanah. Jaka sudah tidak bisa berpikir jernih melihat satu persatu orang orang yang ia cintai terkapar tak berdaya.
Sementara itu Darma Wisnu merasa kesakitan ketika Dewi berhasil menabrak bola matanya. Tak sengaja Kiai Agung prawoto melihatnya sedang meringis kedakitan.
Ia pun akhirnya mencoba melempar tasbeh ke arah bola mata Darma Wisnu.
Ternyata sekali lagi ia merasa sakit ,ketika bola matanya terkena tasbih Kiai Agung.
Sekarang ia pun yakin kalau kelemahan Darma Wisnu ada di kedua bola matanya.
Akhirnya memutuskan turun dan memberi tahu Jaka yang sedang memulihkan tenaganya.
Jaka segera mengerti ucapan Kiai Agung, ia juga terlihat menelan beberapa butir pil dewa yang ia rampas dari Darma Wisnu.
__ADS_1
Tenaga dalamnya kembali menjadi berlipat lipat. Jaka hendak melesat kembali ke angkasa, namun kali ini Kiai Agung Prawoto memberi usul akan lebih baik jika Jaka pergi bersama Dewi Kumalasari, agar gerakanya lebih leluasa dan tenaga tidak terkuras akibat terbang dalam waktu yang lama.