JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Mengembalikan Nama Baik


__ADS_3

Saka bercerita panjang lebar tentang asal muasal kedua orang tuanya di fitnah sebagai dukun teluh. Rupanya orang yang memfitnah dan memprofokasi warga bernama Lungse . Lungse sendiri merupakan sahabat baik ayahnya.


Usut punya usut ternyata keduanya berasal dari satu guru yang sama ,keduanya juga sama sama membuka praktik pengobatan dan perdukunan di desanya. Namun Sarjan yang merupakan ayah Saka tempat prakteknya lebih banyak di datangi warga di banding tempat Lungse yang cenderung sepi.


Karena sifat iri itulah maka Lungse melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Sarjan hingga akhirnya kejadian naas menimpa kedua orang tua Saka.


" Sifat iri sering kali membuat orang cenderung berbuat dengki dan sifat itu harus bisa kita hindari.Karena sebaik baik manusia adalah mereka yang mampu memenej hatinya dengan bijak"


Setelah mendengar cerita Saka,Jaka Kelana dan Dewi Kumalasari berjanji akan mengembalikan nama baik kedua orang tua Saka hingga membuat para warga tidak lagi membenci Saka dan kedua adiknya.


Tiba tiba terdengar suara ceritan dari salah seorang rumah warga. Warga berbondong bondong keluar.Rupanya ada warga yang histeris melihat keluarganya meregang nyawa dengan mulut penuh busa.


Jaka berusaha memeriksa ,ternyata orang itu terkena teluh. Jaka masih sempat melihat sekelebat bayangan hitam membawa Sukma dari korban.


Sementara dari pihak warga terdengar salah seorang berteriak bahwa hal itu terjadi karena adanya orang asing yang memasuki desa tersebut.


Warga pun terpancing emosi atas perkataan Lungse orang yang kini di anggap sebagai panutan di desa setelah kematian Sarjan.


Warga kini berusaha mengusir Jaka dan Dewi.Mereka juga meneriaki Saka dan kedua adiknya sebagai anak tukang teluh hingga membuat kedua adik Saka menangis.


" Maaf saudara saudara sekalian,tidak seharusnya kalian menelantarkan anak yang orang tuanya kalian bunuh. Bahkan belum tentu Ki Sarjan benar benar adalah tukang teluh. Apakah para warga ada buktinya?"" teriak Jaka.


Warga terdiam sejenak,namun lagi lagi Lungse berkelit.


" Hei orang asing. Aku lebih tahu apa yang terjadi di desaku dari pada kalian yang baru tinggal beberapa hari. Ayo kita usir orang asing ini"teriak Lungse.


" Tunggu,akan kami buktikan bahwa kami orang baik. Suamiku akan berusaha menolong mengambil sukma wanita ini sebelum benar benar ia mati" ucap Dewi.


Suami korban ikut angkat bicara bahwa ia tidak akan mengusir Jaka dan Dewi kalau bisa mengembalikan nyawa istrinya.


Jaka segera memeriksa nadi korban dan memang sudah nyaris tak berdenyut.


Jaka pun buru buru duduk bersemedi memusatkan pikirannya dan merogoh Sukma.

__ADS_1


Sukma Jaka segera keluar dan mengejar bayangan hitam yang membawa Sukma Melati.


Tak butuh waktu lama Jaka berhasil menyusul dan bertarung dengan siluman yang membawa sukma Melati.


Duel berlangsung singkat karena Jaka langsung memukul siluman dengan ajian pukulan matahari hingga akhirnya siluman kalah dan langsung kabur .


Jaka segera membawa sukma Melati dan kembali memasukan ke dalam wadalnya.


Jari jari Melati mulai bisa bergerak . Orang orang yang berkerumun tertegun melihat Melati yang telah mereka anggap mati justru kini bisa bangun dan memeluk suaminya.


Lungse terdiam sejenak namun ia kembali berdalih bahwa orang asing lah yang telah meneluh Melati hingga ia dapat mengobatinya.


Ucapan Lungse kembali sedikit memprofokasi warga. Namun kali ini Melati angkat bicara bahwa Jaka tidak bersalah dan ia benar benar dewa penolong.


Merasa ucapanya tidak terlalu berefek Lungse pergi kembali ke rumahnya. Dalam keadaan di Liputi kekesalan Lungse bersiap mengirim teluh untuk menghabisi nyawa Saka dan kedua adiknya.Ketika para warga masih berkerumun di rumah Melati tiba tiba terdengar suara jeritan dari rumah Saka.


Tentu saja Jaka dan Dewi terkejut dan langsung berlari kembali ke rumah Saka, beberapa warga juga ikut berlari.


Sementara itu Saka dan kedua adiknya terus meronta sambil kaki mereka berkelojotan di tanah. Jaka dan Dewi segera menajamkan mata hatinya dan melihat tiga sosok mahluk halus sedang berusaha menarik Sukma ketiga bocah tersebut.


Jaka dan Dewi terus bertarung dengan para siluman, sementara para warga di buat bingung dengan apa yang mereka saksikan.


Tak selang berapa lama Saka dan kedua adiknya sudah mulai tenang, beberapa warga yang kasihan mendekat dan berusaha memberikan minum. Jaka dan Dewi berhasil mengalahkan ketiga siluman dan mengintrogasinya. Di bawah ancaman para Jin ketakutan dan mereka akhirnya menyebut nama Lungse yang menyuruhnya untuk menghabisi Saka dan kedua adiknya.


Setelah Jaka dan Dewi mengetahui siapa dalang di balik semua kejadian,ketiga siluman di biarkan pergi. Jaka segera memberi tahu warga bahwa selama ini yang telah meneluh para penduduk ternyata Lungse. Ia melakukan hal itu karena dulu iri kepada ayah Saka yang lebih rame praktek pengobatanya..


Dan untuk membuktikan ucapanya Jaka dan Dewi mengajak warga menyambangi kediaman Lungse.


Namun mereka tidak boleh membuat keributan yang dapat di ketahui oleh Lungse hingga ia akan kembali berkelit tidak mau mengakui kesalahannya.


Namun ketika mereka berjalan hampir mendekati rumah Lungse, angin berdesis kencang seakan akan mau melempar tubuh para warga. Bahkan atap rumah ikut berterbangan. Warga menjadi panik dan ketakutan. Setelah angin mereda tiba tiba munjulah sesosok manusia hitam dengan tubuh sangat besar dan tingginya hampir setara dengan pohon kelapa.


Mahluk itu menghentikan kakinya hingga membuat tanah berguncang..

__ADS_1


" Hai manusia jangan berani berani kalian mengganggu majikanku!" bentak siluman kepada Jaka dan warga.


Beberapa warga lari ketakutan dan masuk ke dalam rumah mereka. Sementara Dewi berusaha menenangkan Saka dan kedua adiknya yang ikut menuju rumah Lungse.


Melihat warga ketakutan Jaka segera melayang dan melepaskan bogem mentahnya ke arah kepala siluman hitam. Siluman tersebut menarik nafas kuat kuat hingga kedua pipinya mengembang, lalu ia mengeluarkan nafasnya dan berhasil melempar Jaka dengan hentakan nafas yang keluar dari mulutnya.


Jaka terhempas namun ia segera menggunakan tenaga dalamnya dan kembali melayang kali ini Jaka menggunakan kekuatan pukulan matahari. Siluman mulai merasakan aura panas yang di timbulkan dari ajian tersebut. Kali ini Jin Hitam membuka mulutnya ,dari mulutnya keluar api yang berkobar ke arah Jaka. Jaka berusaha menghindar . Namun suasana menjadi kacau karena api yang berasal dari mulut Jin Hitam justru menyasar rumah warga. Warga yang rumahnya terbakar berhamburan keluar. Para tetangga juga ikut berusaha mencari air untuk memadamkan kobaran api.


Dalam beberapa menit api telah membakar beberapa rumah warga. Melihat warga semakin panik dengan rumah mereka yang terbakar Dewi segera melayang membantu Jaka menghadapi Jin Hitam.


" Kanda segera gunakan ajian Banyu Maruta sebelum rumah warga ludes terbakar. Biar aku yang hadapi Jin Hitam!" ujar Dewi.


Jaka segera menjauhi pertarungan dan melayang di tengah kobaran api,mulutnya segera komat Kamit,langit yang terang seketika menjadi mendung dengan desiran angin cukup kencang di sertai kilat petir bersliweran di langit.


Hujan besar segera mengguyur hingga kobaran api terlihat semakin mengecil dan kemudian padam. Rupanya bukan hanya api yang padam terkena air hujan tetapi juga Jin Hitam tiba tiba mengerang kesakitan ketika air hujan mengenai tubuhnya lalu seperti biasa Jin Hitam pun kabur menghilang.


Kini warga tak dapat lagi menahan emosi,mereka segera berlari ke rumah Lungse dengan membawa golok dan sabit . Warga segera mendekati pintu dan berusaha mendobraknya. Namun tiba tiba ada sebuah kekuatan yang melempar mereka dengan kuat.


Beberapa orang terlempar dan membentur pagar rumah yang terbuat dari kayu dan bambu hingga jebol. Lungse yang sudah terpojok segera mengambil sebuah keris yang menjadi senjata andalannya dan segera terbang menjebol atap rumahnya.


"Baiklah karena kalian sudah tahu bahwa akulah yang telah meneluh para warga dan menuduh ayah Saka sebagai dalangnya. kini kalian semua juga akan mengalami hal yang sama menyusul saudara saudara kalian yang telah mati" Lungse berteriak sambil mengacungkan kerisnya ke langit.


Tiba tiba ratusan ular jatuh dari langit dan menyerang warga. Warga berlarian menyelamatkan diri hingga situasi menjadi kacau.


Jaka tak ingin mengambil resiko dan mengorbankan banyak nyawa. Dia kembali melayang ke udara dan menggunakan ajian Dewa Gledek.


Seketika ular ular mati terkena kilatan kilatan petir yang berasal dari jurus Dewa Gledek. Lungse seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, kini tubuhnya mulai gemetar dan berniat melarikan diri, namun rupanya Dewi Kumalasari telah menunggunya dan segera melepaskan pukulan yang telak mengenai kepala Lungse dan membuatnya jatuh tersungkur.


Setelah melihat ular ular mati para warga kembali berkumpul di dekat Lungse yang sudah tidak berdaya. Lungse segera mengakui semua kesalahannya dan akan menerima hukuman dari warga atas perbuatanya.


Para warga sepakat agar Lungse di usir dari kampung. Kini warga juga meminta maaf kepada Saka dan kedua adiknya,karena atas fitnah keji Lungse mereka menegelamkan kedua orang tua Saka.


Warga juga berjanji akan saling bergotong royong membantu kehidupan Saka dan kedua adiknya hingga dewasa untuk menebus kesalahan mereka..

__ADS_1


Saka dan kedua adiknya merasa bahagia atas bantuan Jaka dan Dewi hingga membuat nama baik ayahnya kembali dan warga pun tidak lagi membenci Saka dan kedua adiknya...


"BERSAMBUNG"


__ADS_2