JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Arya Bima dan Sepasang pendekar kapak maut


__ADS_3

Jaka dan Ki Semrawut saling bertukar kisah tentang masalalu mereka.Namun disisi lain Jaka tetap menyembunyikan indentitas aslinya sebagai raja dari Karang Cendana.


Ia mengaku hanya sebagai pengembara dan ingin menghabiskan waktunya untuk berbuat kebaikan.


Jaka pun kini lebih tahu tentang karakter asli dari Ki Semrawut yang memiliki nama asli, Arya Permadi.


Menurut cerita,beliau juga sebenarnya masih saudara dekat dengan Arya Bima,jika di hubungkan dengan silsilah leluhurnya.


Rupanya perseteruan Arya Bima dan ki Semrawut sudah berlangsung lama, sejak Arya Bima berguru padanya dan hingga akhirnya Arya Bima berkhianat kepadanya dan mencuri pusaka gogok sakti.


Arya Bima juga hampir saja menodai anak Ki Semrawut namun sang anak memilih terjun ke jurang saat di paksa melayani kemauan Arya Bima.


Atas kecintaan yang berlebihan kepada anaknya, maka Ki Semrawut menjadi gila atas kematian anaknya.


Namun sebenarnya setelah ia dapat menerima kematian anaknya ia sudah sembuh.


Namun asumsi warga tetap mengira bahwa Arya Permadi orang gila dan mereka menjuluki dengan sebutan ki Semrawut.


Jaka ikut merasa prihatin dengan apa yang menimpa Ki Semrawut.


Matahari tepat di atas kepala, tanpa di duga Ki Semrawut kembali masuk ke ruang bawah tanah.


Jaka terkejut ketika ditangan ki Semrawut, nampak sebuah gogok yang berwarna kuning ke emasan.


" Jaka , ketahuilah bahwa ini adalah pusaka gogok sakti yang palsu,aku sudah di tipu mentah mentah oleh Arya Bima!"


Rupanya selama ini Ki Semrawut membawa gogok sakti yang palsu,ia merasa konyol karena sudah mempertahankan pusaka itu dengan taruhan nyawa.


Sudah banyak pendekar yang ia kalahkan demi mempertahankan gogok palsu pemberian Arya Bima.


Ki Semrawut nampak melihat Jaka yang sedari tadi antusias bertanya seperti diam seribu bahasa.


" Kenapa Jaka,apa yang terjadi?"


Jaka:"Entahlah ki aku hanya teringat dengan istriku yang aku tinggalkan untuk menjaga penduduk!"


Jaka berusaha menerawang dengan mata batinya dan melihat segerombolan orang yang jumlahnya cukup banyak berjalan menuju rumah Joko.


" Maaf ki,aku harus kembali ke desa!"


Ki Semrawut menyahut.


" Hati hati Jaka, nanti aku akan menyusul!"


Jaka segera menggunakan tenaga dalamnya dan terbang menuju desa.


Sementara para warga yang tengah berkumpul terkejut melihat Jaka yang tiba tiba berdiri tegap di hadapanya dan seperti saekor burung yang mendarat dari awan.

__ADS_1


Warga terpukau dan nyaris tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


" Para warga aku mohon kalian mencari tempat sembunyi yang aman! karena Arya Bima dan juga anak buahnya sedang menuju ke tempat ini."


Mendengar ucapan Jaka warga segera berhamburan berlari kerumahnya masing masing dan mengunci pintu.


Sementara Jaka dan Dewi bersiap menyambut kedatangan Arya Bima dan juga anak buahnya.


Tak selang berapa lama,munculah segerombolan orang berkuda dan sebagian lagi jalan kaki,di pimpin oleh seorang pria dengan menggunakan pakaian berwarna kuning keemasan.


Jaka dan Dewi menduga bahwa pria tersebut adalah Arya Bima.


Arya Bima segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menyerang.


Dewi langsung memasang kuda kuda bersiap menyapu musuhnya dengan jurus dewa angin kerena melihat musuh yang jumlahnya hampir lima puluh orang.


Sementara Jaka lebih dulu menggunakan ajian halimun dan dalam sekejap telah membuat beberapa musuhnya terkapar.


Mereka kaget ketika tubuh mereka tiba tiba di hantam kekuatan hebat oleh mahluk yang tak terlihat.


Rupanya Jaka menggunakan pukulan taichi yang ia dapatkan di negeri tibet.


Gerakan pukulan yang sangat cepat dapat membuat musuh terlempar dan langsung tepar.


Arya Bima tetap tenang duduk di atas kudanya melihat anak buahnya terlempar oleh serangan Jaka ataupun jurus dewa angin milik Dewi Kumalasari.


" Waduh baru kali ini aku melihat wujud bidadari di dunia ini. Kecantikanya sungguh sempurna" gerutu Arya Bima.


Namun ia segera melompat dari kudanya ketika beberapa orang anak buahnya melayang ke arahnya karena terkena pusaran angin milik Dewi.


" Kurang ajar" teriak Arya Bima sambil menghentakan kakinya.


Tanah di hadapan Dewi tiba tiba terbelah dan Dewi langsung terperosok ke dalamnya.


Arya Bima tertawa puas melihat Dewi terperosok ke dalam tanah.


Namun belum sempat ia menutup mulutnya Dewi segera keluar dari kubangan tanah dan bergerak cepat meluncur sambil melepaskan bogem mentahnya tepat mengenai pipi Arya Bima.


Arya Bima terlempar, namun ia masih bisa mendarat dengan posisi tegap.


"Weleh weleh,cantik cantik tapi bikin ngeri juga" pikir Arya Bima.


Arya bima lalu mengangkat tanganya dan memukulkanya ke tanah.


Tiba tiba tanah menjadi bergelombang dan meledak tepat di bawah tempat Dewi berpijak.


Untunglah kali ini Dewi Kumalasari cepat merespon dengan melompat mundur.

__ADS_1


Arya Bima terus saja memukul mukulkan kedua tanganya, hingga tanah terus saja bergelombang dan membuat ledakan ledakan dasyat membuat para warga desa ketakutan.


Sementara itu kini Jaka sudah bisa membuat musuhnya tak berdaya.


Namun ketika dia hendak berusaha membantu Dewi tiba tiba datanglah dua sosok pria dengan membawa kapak menghadang langkahnya.


Rupanya keduanya adalah murid utama Arya Bima yang berjuluk sepasang pendekar kapak maut.


Kedua pendekar tersebut sama sama melempar kapaknya.


Kapak tersebut segera melesat dan berputar putar menyerang Jaka Kelana.


Jaka pun harus bergerak cepat menghindari kedua kapak tersebut yang terus bergerak seperti layaknya lebah yang hendak menyengat tubuhnya.


Kini Jaka tak ada pilihan lain harus menggunakan ajian penghancur karang untuk menghancurkan kedua kapak sakti.


Jaka menarik napas dalam dalam kedua kakinya di kuatkan untuk membentuk kuda kuda.


" Ajian penghancur karang!.Hiatttt!"


Jaka melompat dan melepas pukulanya hingga membuat kedua kapak sakti hancur brantakan.


Kini sepasang pendekar yang menjadi musuh Jaka terkejut takala senjata andalan mereka hancur menjadi debu.


" Kurang ajar,ayo kita habisi pemuda itu!".


Teriak salah seorang pendekar.


Kini keduanya saling menempelkan tangan.Kedua kakinya di hentakan ke tanah.


Kejadian serupa terjadi seperti apa yang di lakukan Arya Bima. Tanah kembali bergerak bergelombang.


Jaka sudah bersiap dengan melepas pukulan matahari. Ketika serangan sepasang pendekar sudah mendekati tubuhnya ia segera melepaskan kekuatan pukulan matahari.


Kini kedua kekuatan beradu dan kembali membuat ledakan yang terdengar sampai ke rumah rumah penduduk.


Warti tampak ketakutan dan terus memeluk kakaknya dengan erat.


Sementara para warga yang lain juga merasakan hal yang sama tubuh mereka gemetaran dan kaki terasa kaku untuk di gerakan.


Bahkan suasana terdengar mencekam karena banyak anak anak kecil menangis ketakutan.


Jaka pun mengajak keduanya bertarung ke tengah hutan.


Ia segera terbang melayang di udara dan kedua pendekar kapak maut juga mengikutinya.


Hal itu juga di ikuti Dewi Kumalasari yang langsung menghentakan kakinya ke atas dan meluncur menuju hutan.

__ADS_1


Arya Bima juga menyusul hanya dengan sekali lompatan ia sudah dapat menyusul Dewi yang lebih dulu sampai ke hutan...


__ADS_2