JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
menuju perang besar


__ADS_3

Dewi ambarwati nampak cemas ,ketika melihat tenda tenda di gulung dan di masukan ke kereta..


Ia rupanya tidak melihat kedua anaknya,yaitu jaka dan dewi..


Ia pun berusaha bertanya ke beberapa prajurit ,namun mereka juga tak melihatnya..


segera ia berjalan mendekati raja dan resi suralaya,mereka ternyata juga sedang resah memikirkan keduanya...


Namun mereka segera sadar ketika ki sambergledeg ,mendekat ..


Ia juga berusaha menghilangkan kegundahan sang raja dan permaisuri..


ki sambergledeg,,maaf tuan raja dan permaisuri..


pasti mereka akan baik baik saja ,dan segera kembali..


Ia kemudian mengajak sang raja ,naik ke kereta .


resi somala dan dewi ambarwati pun ikut naik..


Akhirnya perjalanan pun di lanjutkan..


Sementara pasukan dasarupa pun ,sudah jauh meninggalkan kerajaan karang kekal..


Rupanya dasarupa membawa pasukan dalam jumlah yang sangat besar..


Ia berangkat dengan 100 ribu pasukan bahkan lebih,karena setiap kerajaan yg di lewatinya ,juga mengikut sertakan prajurit mereka ,untuk membantu dasarupa...

__ADS_1


Dasarupa pun jumawa melihat ,jumlah pasukan yg ia bawa..


Ia sudah membayangkan kemenangan ,sekaligus menikahi dewi ambarwati serta dewi kumalasari..


Ia pun tersenyum senyum sambil duduk di kereta kencana..


Namun ia tiba tiba merasa sedih ,mungkin jiwa manusianya telah kembali ..


ia kembali mengingat mimpi ,sri cempaka dan seorang pemuda yg memukulinya dengan cambuk..


Namun ia segera bangkit ,ketika mendengar suara patih lembu ireng ..


Patih lembu ireng berseru agar mereka beristirahat ,mengingat cuaca yg tiba tiba saja memburuk..


Awan hitam menyelimuti langit di atas mereka..


Dan membuat satu tenda yg megah untuk dasarupa dan selirnya..


Rupanya dasarupa memang maniak terhadap wanita,bahkan mau perang pun ia mengajak para selir ikut..


Tentu saja untuk memuaskan napsunya..


Patih dan para punggawa pun sudah menyarankan untuk tidak membawa para selir..


Namun rupanya dasarupa marah ,..


sehingga patih lembu ireng pun tidak berani membantah..

__ADS_1


Berbeda dengan pasukan raja jaya wijaya,mereka terus memacu kereta dan kuda mereka berlari ..


langit pun nampak cerah.


Raja jaya wijaya pun berhitung,kalau sebelum malam tiba ,pasukan akan sampe ke gurun pantai ,tempat peperangan terjadi..


sementara ratu dewi kumalasari terus melihat ke belakang ,ia berusaha mencari kedua anaknya..


Kecemasan mulai menggelayut dalam benaknya,mengetahui jaka dan dewi belum bergabung dengan pasukan..


Resi somala,mengetahui perilaku anaknya,ia pun menegur anaknya ,supaya berdoa kepada sang hyang tunggal ,agar keduanya baik baik saja...


kegusaran juga di rasakan raja jaya wijaya,ia juga mulai mencemaskan jaka dan dewi ,karena sudah hampir dua hari belum kembali...


Namun pikiran itu musnah setelah ki sambergledeg menegurnya..


ki samber gledeg,maaf tuan raja mereka pasti dapat menjaga diri..


bahkan ilmu tuanku raja bila di gabungkan denganku belum tentu bisa mengalahkan jaka,,he he he..


Raja ,,ia ki engkau tidak salah,mereka pasti baik baik saja..


sementara sri lodaya terlihat sangat bersemangat ia terus memacu kudanya dan berharap cepat sampe di medan perang..


Rupanya ia ingin melihat wajah ayahnya ,walaupun ia sebenarnya begitu membencinnya..


Setelah apa yang ia harus terima ,dan melihat ibundanya sri cempaka sering menangis ..

__ADS_1


karena melihat kesengsaraan negeri karang kekal,akibat kekejaman dasarupa atau jaka samudera..


__ADS_2