JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
kekuatan yang sempurna


__ADS_3

Jauh meninggalkan peperangan kembali ke sebuah goa nampak Jaka kelana dan Dewi Kumalasari terus berusaha berlatih untuk menyempurnakan kekuatanya.


Setelah Dewi berhasil merubah wujudnya menjadi elang raksasa dia juga berusaha menyempurnakan ajian dewa angin dan dewa gledek yang selama ini ia lupakan.


Sementara Jaka sudah bisa menggunakan ajian penyerap daya. Rupanya batu yang menutipi goa sudah mereka hancurkan. Jaka nampak berdiri di atas batu besar yang berada di depan goa.


Di terik matahari ia mencoba menyerap tenaga alam untuk membuka aliran Ci sampe tingkat ke sepuluh hingga semua tenaga dalamnya sempurna.


Jaka mulai memejamkan mata kedua tanganya di angkat ke atas. Dia mulai konsentrasi mencoba menyerap kekuatan dari terik matahari dan juga tumbuh tumbuhan yang tumbuh subur di sepanjang lembah.


Aliran hawa panas dari terik matahari mulai masuk meresap ke dalam pori pori dan kemudian menyatu dengan aliran darah bergerak memenuhi seluruh persendian tubuhnya.


Setelah energi panas masuk pelan pelan sebuah energi yang sejuk dan adem masuk mengisi pori porinya, rupanya energi tersebut berasal dari pepohonan ikan ikan yang memberikan energi mereka yang menghuni danau di lembah tersebut.

__ADS_1


Urat nadi terasa membesar dan menyalurkan peredaran darah dengan cepat, jantungnya juga bergerak lebih cepat, sementara di dalam tubuhnya Jaka merasa sebuah enegi yang terasa berjalan dari atas kepala sampe ke ujung kakinya.


Ia berpikir mungkin inilah aliran Ci yang di maksud guru Chen.


Setelah merasa semua kekuatan tenaga dalamnya telah sempurna Jaka segera menurunkan kedua tangan dan membuka matanya.


Tiba tiba terdengar sebuah suara yang mirip suara Guru Chen. Jaka kembali memejamkan mata, mencoba berkonsentrasi menajamkan matahatinya untuk berkomunikasi telepati dengan suara yang mirip Guru Chen.


" Pemuda Asing, Pemuda Asing," suara tersebut jelas terdengar.


Jaka kembali membuka matanya ia buru buru masuk ke dalam goa dan memanggil istrinya. Namun Dewi Kumalasari sedang bersemedi. Jaka tak mau menunggu pikiranya terus menerawang membayangkan nasib Guru Chen dan juga Kaisar Ciming beserta pasukanya.


Namun Dewi segera membuka kedua matanya, begitu mengetahui sebuah energi besar berjalan ke arahnya.

__ADS_1


" Kanda rupanya semua tenaga dalammu telah kembali dan aku rasa justru bertambah semakin besar!" ucap Dewi.


Jaka" Entahlah dinda, tapi dugaanmu mungkin saja benar, karena aku merasa aliran Ci yang di maksud Guru Chen juga sudah mengalir ke seluruh tubuhku."


Jaka segera mengajak Dewi segera meninggalkan goa, menuju medan perang ia juga menceritakan tentang telepatinya bersama Jendral Chong yang menyebutkan bahwa Kaisar Ciming dan pasukanya dalam ancaman wong bersaudara yang merupakan ketua aliran hitam iblis merah.


Sebelum berangkat Dewi berdiri di depan goa, mulutnya komat kamit membaca mantera untuk merubah wujudnya menjadi Elang raksasa.


Setelah berhasil berubah menjadi elang Dewi berusaha menguji kemampuan terbangnya, untuk memastikan bahwa ia sudah dapat terbang dengan sempurna. Awalnya Dewi terbang dengan sedikit tak beraturan ia masih merasa kagok mengepakan sayapnya setelah sekian lama berwujud menjadi manusia. Namun pelan pelan ia sudah bisa menyetabilkan keseimbangan kedua sayapnya.


Merasa kemampuan terbangnya sudah sempurna Dewi segera mendarat dan menyuruh Jaka naik ke punggungnya. Sayap mulai di kepakan pelan pelan tubuh Jaka mulai terangkat.


Jaka juga merasa sedikit takut karena sudah lama ia tak menaiki Elang raksasa.

__ADS_1


Jaka berpegangan erat ketika Dewi mulai melaju dengan cepat menuju tempat berlangsungnya perang antara pasukan Kaisar Ciming melawan pasukan Kaisar Liming.


__ADS_2