
Paman Tang dan Wutan sibuk menyiapkan hidangan untuk di suguhkan kepada tamu specialnya yaitu Jaka dan Dewi Kumalasari.
Sementara sedari tadi Jaka tak melihat bibi Pay yang biasanya selalu bersama dengan paman Tang.
Wutan datang sambil membawa suguhan, Jaka yang penasaran segera bertanya di mana keberadaan bibi Pay.
Wutan tertunduk lemas ketika Jaka bertanya di mana bibi Pay berada.
Rupanya bibi Pay di tempatkan di sebuah kamar khusus di belakang rumah, karena akhir akhir ini dia sering mengamuk dan bertindak aneh seperti orang gila.
Sudah banyak tabib di datangkan ,namun penyakit bibi Pay semakin parah, bahkan tak jarang ia mengancam para warga dengan menggunakan senjata tajam. Karena alasan itulah bibi Pay di pasung dan buatkan sebuah tempat yang terletak di belakang rumah.
Jaka yang merasa penasaran segera mengajak Wutan untuk menunjukan tempat bibi Pay, sementara Dewi membantu paman Tang memasak untuk santap siang.
Jaka begitu terkejut melihat bibi Pay, terlihat beringas seperti ingin menyerangnya, matanya melotot dan mukanya penuh amarah.
Sebelum Jaka mencoba mengobati bibi Pay, terlebih ia mau tahu kenapa bibi Pay tiba tiba bisa menjadi seperti orang gila.
Wutan segera menceritakan bahwa sebelumnya ibunya membantu ayah Tang mencari kayu bakar, saat berada di hutan keduanya terpisah. Cukup lama ayah Tang mencari ibu Pay, namun hingga sore hari tak kunjung di temukan.
Akhirnya ayah Tang meminta bantuan kepada tetangga untuk mencari keberadaan ibu Pay, pencarian di lakukan hingga hampir tengah malam, setelah menyisir semua tempat akhirnya ibu berhasil di temukan di sebuah goa dalam keadaan pingsan.
Ibu di bawa kerumah, beliau hampir dua hari tak sadarkan diri , hingga ayah mencoba mencari tabib untuk menyembuhkanya.
Namun alangkah terkejutnya ayah dan para warga, ketika ibu sedang di obati oleh tabib tiba tiba ia terbangun dan mencekik leher sang tabib.
Sang tabib mencoba melepaskan cekikan ibu, namun tenaganya menjadi sangat kuat hingga para warga mencoba membantu sang tabib melepaskan cekikan ibunya.
Setelah sang tabib berhasil meminumkan ramuan bibi Pay menjadi tenang dan tertidur pulas.
Namun tepat tengah malam tiba tiba ibu, terbangun ia mengambil sebilah pedang yang tergantung di dinding, kemudian keluar dan berusaha menyerang warga.
__ADS_1
Untunglah para warga tidak sampe terluka, setelah mereka berlari ke dalam rumah dan mengunci pintu rapat rapat.
Semenjak kejadian tersebut ayah Tang juga menjadi ketakutan, akhirnya beliau bersama warga berusaha menangkap ibu dan memasungnya.
Wutan nampak bersedih bahkan airmatanya tak terasa telah membasahi pipinya.
Jaka " Tenangkan dirimu sahabatku, aku akan mencoba untuk mengobati ibumu!"
Wutan"Terimakasih Jaka, tapi sesungguhnya aku ragu apa ibu bisa di sembuhkan?"
Jaka" ya kita coba dulu, mudah mudahan Tuhan mengizinkanku untuk menyebuhkan bibi Pay!"
Jaka segera mendekati bibi Pay, ia menajamkan mata batinya, terlihatlah sesosok jin yang bersarang di tubuh bibi Pay.
Jaka segera membaca ayat ayat rukyah yang pernah ia pelajari dari Kiai Agung Prawoto.
Lantunan ayat ayat suci di ucapkan dengan merdu.
Sementara Wutan nampak bingung dengan mantera yang di ucapkan Jaka, karena tiba tiba hatinya menjadi tentram dan damai ketika mendengar lantunan ayat al quran.
Wutan terkejut melihat ibunya bisa memutus rantai besi dengan mudah dan kemudian melayang mencebol atap.
Jaka segera mengejar bibi Pay,ia melayang mengejar bibi Pay yang pergi ke arah hutan.
Sementara Wutan berteriak memanggil ayah Tang dan Dewi, mereka segera keluar dan mengikuti Wutan berlari menuju hutan yang letaknya tak jauh dari rumahnya.
Para warga yang mendengar teriakan Wutan juga ikut berlari menuju hutan.
Sementara Jaka terlibat pertarungan dengan bibi Pay.
Karena lawanya merupakan mahluk halus ia pun tak ingin menyakiti bibi Pay.
__ADS_1
Jaka segera duduk dan merogoh sukma, ia menggunakan ajian pelebur roh untuk menaklukan jin yang bersemayam di tubuh bibi Pay.
Jaka kembali membaca ayat ayat al Quran dan mencoba menarik mahluk tersebut keluar dari tubuh Bibi Pay.
Tubuh bibi Pay kejang kejang hingga akhirnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
Sesosok mahluk hitam keluar dari tubuh bibi Pay dan langsung menyerang Jaka Kelana.
Jaka segera menghantam mahluk tersebut dengan ajian pelebur roh dan membuat jin berteriak kepanasan.
Tiba tiba kobaran api memenuhi jin tersebut hingga kemudian hilang.
Jaka kembali ke raganya dan mencoba mengalirkan hawa murni kepada bibi Pay.
Wutan dan kakek Tang terlihat cemas melihat tubuh bibi Pay bergerak seperti kejang kejang. Para warga juga ketakutan ketika melihat tubuh bibi Pay melayang .
Dewi segera bergerak ia melompat dan berusaha menangkap tubuh bibi Pay. Rupanya ketika Jaka berusaha mengobati bibi Pay, teman teman jin datang dan berusah mengambil tubuh bibi Pay.
Para warga semakin ketakutan karena tiba tiba terdengar suara tanpa rupa yang mengancam akan membinasakan para warga.
Jaka dan Dewi tak ingin membuat warga semakin ketakutan , keduanya segera mengambil posisi dan bergerak dengan gerakan yang sama.
Mereka kembali mengeluarkan ajian sepasang dewa gledek, angin kencang dan suara guntur bergemuruh di langit hutan lebat, kilatan petir menyambar nyambar, jeritan demi jeritan terdengar dari mahluk yang tak berwujud.
Para warga bertiarap di tanah.
Jaka berteriak dengan lantang supaya para jin menyerah dan tidak mengganggu para warga yang mencari kayu bakar dan dapat hidup berdampingan dengan damai.
Tiba tiba nampaklah beberapa mahluk berperawakan hitam tinggi besar duduk bersimpuh sambil meminta ampun.
Para jin juga berjanji untuk tidak mengganggu para warga jika mereka mencari kayu bakar.
__ADS_1
Jaka dan Dewi segera menghentikan jurus dewa gledeg dan membiarkan para jin pergi.
Bibi pay membuka kedua matanya dan nampak kebingungan melihat banyak orang berkerumun di dekatnya.