JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Racun Bidadari Bab 4


__ADS_3

Tirta mencoba menggunakan ilmu penerawangan mencari dimana keberadaan Nilam dan juga gurunya. Dalam penglihatan ya ia melihat sebuah goa yang letaknya cukup dekat dari rumah Nyi Andung. Tirta melompaat menapaki pucuk pohon bergerak bergantian menuju goa yang ia lihat di dalam mata batinya.


Dia menerobos masuk kedalam untuk memastikan keberadaan Nilam dan juga gurunya. Tirta masuk lebih dalam dan mulai mendengar suara rintihan .


" Ehmmm,itu pasti suara Nyi Andung yang kesakitan. Aku akan menggunakan ajian selimut asap untuk mengaburkan pandangan Nilam dan Nyi Andung".Tirta segera membaca mantra dan asap putih mulai menyelimuti dirinya hingga tubuhnya hilang dari pandangan mata. Ia mendekati Nyi Andung yang terus merintih merasa kesakitan .


" Aduh tubuhku sakit sekali.Nilam ,Nilam kenapa kamu tak juga kembali.Apa kamu mau membiarkan nenekmu mati'Oh Tuhan apa ajalku sudah dekat,apakah ini karma darimu yang harus aku dapat atas segala perilaku diriku" Nyi Andung terus mengoceh sambil mengerang kesakitan.


Tirta merasa iba melihat penderitaan Nyi Andung. Ia pun segera menghilangkan ajian selimut asap dan mengagetkan Nyi Andung.


" Anak muda ,apa kau ingin membunuhku. Ayo lakukanlah aku sudah tak kuat lagi?"


Tirta hanya tersenyum,lantas ia memberi isyarat kepada Nyi Andung untuk bangkit dan duduk bersila. Nyi Andung yang sudah pasrah atas sakit yang ia derita mencoba bangkit dan duduk bersila.


" Ayo bunuh saja aku!".


" Baiklah Nek ,bersiaplah aku akan akhiri penderiataanmu"? balas Tirta.


Ia membelakangi Nyi Andung dan mulai membuka kedua kakinya,rupanya Tirta akan kembali menggunakan pukulan Pelebur roh namun kali ini ia akan membalik gerakannya untuk menyembuhkan Nyi Andung.


Sementara itu Nyi Andung hanya pasrah jika itu adalah hari terakhirnya,ia terbayang saat saat Nilam kecil sedang bercanda dengannya.


Tirta segera melepas pukulanya dan membuat Nyi Andung menjerit dan jatuh pingsan. Sementara itu Nilam seperti mendengar suara jeritan keras dari gurunya. Ia yang semula mau mencari Tirta ke desa segera balik arah dan melompat bergerak cepat berpindah dari satu pohon ke pohon lainya menuju goa.


Tirta keluar untuk mencari makan jakalau nanti Nyin Andung sadar pasti akan kelaparan karena akibat pukulan pelebur Roh semua urat dan otot sarafnya retak jadi dia hanya bisa minum air untuk menahan lapar.


Nilam yang sudah sampai di goa bergegas masuk dan menemukan gurunya dalam keadaan pingsan. Wajahnya pucat menyangka gurunya telah mati.


" Nek ,bangun Nek jangan tinggalkan aku sendiri!"Nilam menangis tersedu sedu melihat Nyi Andung yang tak bergerak.


Sementara itu Tirta telah masuk kedalam goa sambil membawa buah buahan yang ia dapat dari hutan.


Nilam terkejut dengan kedatangan Tirta dan langsung menyerang dengan membabi buta.


"Pembunuh ,pembunuh,aku akan balas kematian nenekku"


Dengan penuh amarah dia mengeluarkan semua kemampuannya untuk menyerang.Tirta.

__ADS_1


" Tunggu nona,aku tak berniat jahat kepada gurumu!"


Nilam tak memperdulikan ucapan Tirta dan semakin cepat bergerak menyerang Tirta. Tirta hanya menghindar dan sesekali menangkis serangan Nilam dan tidak mau menyerangnya .


" Ayo serang aku.kenapa hanya menghindari seranganku !"


" Sabar,sabar nona ini salah paham. Jangan jangan Nona jangan lakukan itu atau goa ini akan runtuh dan kita semua akan terkubur di sini!" Rupanya teriakan Tirta tak di hiraukan .Nilam kembali menggunakan jurus pelebur raga untuk menghabisi Tirta.


Goa sekarang bergetar akibat pancaran tenaga dari jurus pukulan pelebur raga. Tirta segera mengambil tindakan sebelum Nilam melepas jurusnya ia kembali menggunakan ajian selimut asap dan membuatnya hilang dari pandangan Nilam.


" Nona hentikan semua ini atau Nenekmu akan benar benar mati terkubur di sini. Lihatlah nenekmu sudah mulai sadar"


Nilam yang tak bisa menemukan Tirta hanya bisa mendengar suaranya,ia pun menoleh dan melihat tubuh neneknya mulai bergerak.


Ia lantas menarik ajian pelebuh raga dan berlari kearah neneknya.


" Nilam kemana pemuda itu. Dia telah menyembuhkanku.Tak kira tadi dia mau membunuhku"


" Dia masih ada di sini Nek " jawab Nilam.


Nyi Andung kaget dan hampir melompat dari pembaringan.


" Maaf Ni ,jika kehadiranku membuatmu kaget.Ayo makan buah ini biar Nyai cepat pulih tenaganya!" Tirta menyodorkan beraneka macam buah yang ia dapat dari hutan di luar goa.


Tanpa berkata sepatah katapun Nyi Andung meraih buah pemberian Tirta dan memakanya dengan lahap. Nilam memperhatikan wajah Tirta dengan seksama.


" Tidak usah macam itu,nanti malah jadi cinta!" Tirta berusaha meledek Nilam yang memandangnya tanpa berkedip. Namun mendengar perkataan Tirta ,Nilam segera memalingkan mukanya dan berlari keluar.


Nyi Andung hanya tertawa kecil menyaksikan cucunya yang salah tingkah.


Hingga dia tersadar mendengar suara bunyi perut Tirta yang keroncongan.


" He he,maaf anak muda aku terlalu lapar jadi tak ingat denganmu. Ayo makanlah bersama sama!" ucap Nyi Andung.


Keduanya nampak lahap menyantap buah buahan,semntara itu Nilam wajahnya memerah menahan malu.


" Aduh kenapa aku jadi gugup" Nilam mondar mandir ingin rasanya ia masuk tapi mulutnya terasa kaku jika beradu pandang dengan pemuda yang belum ia kenal.

__ADS_1


Sementara itu Nyai Andung mulai bertanya tentang siapa sebenarnya pemuda yang telah menolongnya . Dia bahkan bertanya tentang asal usul ajian pelebur roh yang di miliki Tirta.


" Maaf Nek,namaku Tirta.Aku hanya pengembara biasa yang kebetulan singgah. Tujuanku mau ke gunung Arjuna untuk mencari pedang Naga Emas!"


Ucapan Tirta sekali lagi membuat Nyi Andung kaget.


" Anak muda sebaiknya kamu batalkan saja. Karena akan banyak sekali rintangan ,banyak para pendekar yang berebut tentang pedang itu dan sudah berapa puluh nyawa yang mati sia sia. Gunung itu penuh bahaya. Bahkan konon Pedang itu berada di dasar jurang lembah Arjuna yang di jaga oleh siluman ular naga. sudah banyak pendekar yang mati di sana. Konon menurut ramalan guruku hanya orang yang bisa menguasai ajian Elang Sukma Sejati yang bisa keluar dari lembah gunung Arjuna. Dan ajian itu kini telah hilang terahir saya dengar ajian itu di miliki oleh seorang wanita yang dapat mengubahnya menjadi Elang Raksasa hingga dapat terbang mendaki Lereng Arjuna yang sangat curam. Bahkan menurut cerita yang kedengar pula bahwa sekarang wanita itu kehilangan ilmunya setelah mendapatkan seorang putra"


" Jadi lebih baik kau batalkan saja keinginanmu Tirta!" Nyi Andung mencoba membujuk Tirta agar membatalkan keinginannya. Rupanya diam diam Nilam menguping pembicaraan Tirta dan juga Neneknya.


Dengan yakin ia kini melangkah masuk dan mencoba menguasai perasaanya .


" Ayo makan nona!"


Nilam hanya diam dan mencoba menghindari pandangan mata Tirta yang sembari menyodorkan beberapa buah pisang.


" Sudah tak usah malu,kenalkan namaku Tirta. aku seorang pengembara.Kalau kamu namanya siapa nona cantik?".


Wajah Nilam memerah menahan malu ia menjawab pertanyaan Tirta dengan ketus.


Sementara nenek Andung hanya tertawa melihat tingkah lucu cucunya itu.


" Sudahlah Nilam tak usah malu malu. Nenek setuju jika pemuda ini menjadi pendampingku!" gurau Nyi Andung yang membuat jantung Tirta dan juga Nilam kembali berdenyut dengan kencang.Keduanya hanya saling pandang dan tersenyum semringah.


" Oya ,maaf nona tujuanku kesini untuk mengajakmu ke desa untuk menyembuhkan Sari anak Ki Tarpa!"


Mendengar perkataan Tirta,Nilam terbakar rasa cemburu.


" Aku tak Sudi untuk mengobatinya " Nilam menjawab dengan wajah bengal.


"Nilam turuti saja kemauan Tirta. Nenek kan sudah sehat tanpa di cari dia malah datang sendiri dan mengobatiku"


Setelah di desak oleh Nyi Andung Nilam bersedia untuk ikut bersama Tirta mengobati Mekarsari yang terkena pukulan Pelebur Raga.


Bersambung.


Mohon dukunganya biar jadi semangat menulis.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2