
Jaka mencoba mencari orang yang telah melepas anak panahnya, lama mereka berjalan lewat semak untuk mencari pemburu tersebut.
Namun si pemburu tak kunjung di temukan.
Tiba tiba saja terdengar suara seperti desisan ular,Jaka dan Dewi terus mengamati sekelilingnya, mata mereka hampir tak berkedip mengamati pepohonan tinggi dan semak belukar yang memenuhi hutan.
" Hati hati Kanda, aku merasa ada hewan atau manusia yang sedang mengintai?" bisik Dewi.
Mereka pun segera menajamkan semua panca indera untuk mengetahui letak orang yang mengintai, Jaka mengambil sebuah ranting, kemudian di aliri tenaga dalam dan ia lempar ke dalam semak semak yang ada di hadapanya.
" Prakkkk""
Jaka melempar ranting tersebut hingga menimbulkan suara, namun tak ada tanda tanda manusia atau hewan yang terkena ranting yang ia lempar.
Kali ini Dewi curiga melihat semak di sampingnya bergerak, dia pun menggerakan sebuah ranti pohon dengan menggunakan pikiranya hingga ranting tersebut melayang masuk menuju semak.
" Akkhhggg"
Terdengar teriakan di barengi dengan suara kaki berlari, Dewi segera melompat dan menangkap si pemburu yang berusaha kabur.
" Maaf Kisanak,aku bukan orang jahat?" teriak Dewi sambil berdiri di depan sang pemburu.
" Kamu manusia apa siluman"? tanya si pemburu.
" Aku manusia sama seperti dirimu, aku hanya ingin bertanya, apa di hutan ini ada goa yang pernah ki sanak temui? sapa Dewi.
Si pemburu diam dan mencoba mengingat ingat.
Keringat terlihat membasahi wajah si pemburu nampaknya ia seperti orang ketakutan.
Jaka yang sudah berada di samping Dewi dapat merasakan ketakutan yang di alami su pemburu.
" kenapa Kisanak seperti orang ketakutan? " tanya Jaka.
" Anu, anu anu tuan pendekar, aku baru ingat bahwa aku pernah melihat seorang manusia yang terlihat menyeramkan memasuki sebuah goa sambil membopong sesosok tubuh!" sahut si pemburu.
Jaka dan Dewi sangat terkejut,mereka pun segera meminta si pemburu untuk menunjukan jalan menuju goa yang ia maksud.
" Tapi tuan, aku tak ikut mengantar, aku mau pulang anak istri sudah menunggu di rumah!" ucap si pemburu yang merasa ketakutan.
Jaka merasa kasihan dengan si pemburu yang terlihat belum mendapatkan hewan buruan.
"Ki bolehkah aku pinjam busurmu sebentar?"pinta Jaka.
Si Pemburu segera menyerahkan busurnya, Jaka segera membawa busur dan berlari menuju semak.
" Wusssss"
Panah di luncurkan dan terdengar suara rusa merintih kesakitan.
Jaka buru buru melompat dan menyembelih rusa tersebut dengan pedangnya.
__ADS_1
Lalu ia melayang dan berdiri di hadapan pemburu sambil membopong rusa yang sudah ia sembelih.
Darah pun masih menetes di pergelangan leher rusa tersebut.
Jaka:" Ki bawalah rusa ini untuk makan anak dan istrimu, terimakasih juga untuk infirmasi yang Kisanak berikan!"
Jaka melirik ke arah Dewi sambil membeli isyarat, Dewi pun sudah mengetahui isyarat suaminya.
Ia pun kemudian meraba pinggangnya dan mengambil sekantong uang.
Dewi nampak menyarahkan beberapa koin uang emas kepada si pemburu.
Pemburu nampak kegirangan.
" Terimakasih banyak tuan pendekar berdua, jangan lupa singgah di gubuku, jikalau urusan tuan sudah selesai" ucap pemburu sambil pergi dengan membawa rusa yang di berikan Jaka Kelana.
Jaka dan Dewi segera bergegas menuju jalan setapak yang mengarah ke goa.
Pikiran keduanya terus melayang memikirkan gurunya Ki Samber Nyawa.
Keduanya mulai memasang sikap waspada setelah melihat sebuah goa yang terbuka.
Dewi:"Hati hati kanda, aku merasakan ada banyak energi yang berasal dari dalam goa ini."
Jaka:"Ia dinda, aku juga merasakanya."
Belum sempat Jaka dan Dewi menginjakan kakinya di mulut goa, tiba tiba batu besar seperti muncul dari dalam tanah dan menutup mulut goa.
Mereka kini mencoba mengejar kemana sekelebat bayangan yang ia lihat pergi.
Namun keduanya kehilangan jejak.
Jaka:" Gila gerakanya tadi sangat cepat, kita kehilangan jejak!"
Kini keduanya mencoba mengamati sekeliling barang kali manusia yang melintas bersembunyi di semak atau di balik batang pohon.
Dewi:" Kanda aku juga tak merasakan ada tarikan energi selain kanda!"
Jaka pun berpikir bahwa orang tadi pastilah ilmunya sangat tinggi.
Merekapun memutuskan untuk kembali ke mulut goa yang sudah tertutup.
Jaka berdiri tegap dan berkonsentrasi mencoba menerawang untuk mengetahui isi goa.
" Deggg"
Ia seolah tak percaya melihat sesosok tubuh yang mirip gurunya tergeletak dengan mata terpejam.
Jaka segera membuka matanya dan mengambil kuda kuda untuk meledakan batu yang menutup goa.
Pukulan matahari menghantam batu yang menutup goa, namun batu tersebut lebih kuat dan utuh tanpa tergores.
__ADS_1
Dewi juga terkejut melihat Pukulan matahari tak berefek.
" Kanda, coba gunakan pukulan penghanncur Karang!" pinta Dewi.
Jaka kembali mengokohkan kuda kudanya dan melepaskan pukulan penghancur karang.
Asap terlihat mengepul namun batu masih kokoh tidak tergores sedikitpun.
"Dinda, apa yang harus kita lakukan? ucap Jaka.
Dewi:"Coba kita gunakan ajian pelebur Sukma Kanda, kita gabungkan menjadi satu!"
Dewi segera berdiri di belakang Jaka, lalu ia memejamkan mata, sukma Jaka keluar dari raganya dan langsung melompat Menghantam batu penutup goa.
" Praaakkkk"
Terdengar suara seperti retakan.
Ternyata batu tersebut cuma retak retak.
Jaka dan Dewi saling pandang.
" Terpaksa akan aku gunakan pedang suci!" teriak Jaka.
Jaka segera mengeluarkan pedang suci yang langsung ia hantamkan ke arah batu penutup goa.
Kali ini usaha Jaka berhasil, batu hancur lebur menjadi butiran debu.
Jaka bersama Dewi buru buru berlari masuk melewati lorong panjang untuk mencari keberadaan gurunya Ki Samber Gledek.
Sementara itu di dalam goa terlihat beberapa orang sudah bersiap menyambut tamu yang tak di undang.
Mereka saling menempelkan tanganya ke orang sebelah untuk menggabungkan kekuatan membuat pagar gaib untuk melindungi tempat tersebut.
Sementara Ki Samber Gledek nampak tergolek lemas di atas batu dengan luka di sekujur tubuhnya.
Jaka dan Dewi terus menjadi di setiap lorong, hingga akhirnya keduanya merasakan sebuah energi yang berasal dari salah satu lorong di dekat mereka.
Jaka mencoba mengambil batu kerikil dan melemparnya.
Namun justru batu tersebut langsung meledak.
Jaka dan Dewi kembali menggabungkan kekuatan untuk membuka pagar gaib yang melindungi lorong tersebut, namun tetap saja gagal.
Hingga munjulah ide konyol dari Jaka supaya pura pura pingsan karena kehabisan tenaga, berharap mereka akan keluar.
Benar saja begitu Jaka dan Dewi pura pura pingsan mereka segera keluar dan membopong Jaka dan Dewi menyatukan dengan gurunya Ki Samber Nyawa atau Gledek.
Mereka tertawa melihat guru dan murid sama sama meringkuk di dalam satu ruangan.
Tanpa sepatah katapun mereka segera keluar meninggalkan ruangan tersebut, dengan saling tertawa kegirangan.
__ADS_1
" Ha ha ha ha ha, kita harus segera melapor pada guru". ucap salah satu orang yang memakai jubah hitam, lalu pergi meninggalkan goa.