
Jaka Satria mengikuti wanita bercadar masuk kesebuah ruangan. Sementara dua orang membawa mayat lelaki lalu bersama tiga orang lainya menguburkan jasadnya . Jaka Satria yang memang sudah kecapean langsung masuk bilik dan tak berapa lama ia tertidur dengan nyenyak.
Sementara itu di bilik yang lain nampak seorang wanita yang berparas rupawan sedang bercermin di depan kaca. Rupanya ia jatuh hati kepada Jaka Satria saat pandangan pertama. Mekar Sari wajahnya berseri sambil bersolek ia terus membayangkan wajah pemuda yang baru ia temui ,namun wajahnya seketika berubah menjadi muram ketika teringat akan nasib kekasihnya yang dulu yang merupakan pria Lanang jagad di desanya,hingga jadi rebutan banyak wanita.
Karena ketampanannya justru jadi membuatnya tragis oleh seorang wanita yang di juluki oleh warga bidadari beracun ,paras wanita itu memang sangat cantik namun di balik itu ia sangat mengerikan karena memiliki racun yang sangat mematikan. Kekasih Sari juga menjadi korban , kejadian itu juga baru terjadi sekitar satu pekan di saat malam sedang ronda Arga melihat seorang gadis cantik berjalan sendirian ,ia pun bertanya dan mencoba menggoda. Namun gadis itu justru mengajaknya pergi ke tengah hutan hingga pada pagi hari ia di temukan tewas dengan tubuh menghitam.
Tak terasa wajah tari Mekar bersimbah air mata mengingat kejadian yang mengenaskan terhadap Arga yang sangat ia cintai.
Sudah puluhan pemuda mati oleh Bidadari beracun. Bahkan baru dua hari yang lalu seorang pengelana yang baru tinggal menginap di penginapan mekar juga pagi hari di temukan warga dengan jasad menghitam.
Karena hal itulah Jaka di suruh pergi oleh penduduk sebelum suatu hal buruk terjadi padanya,namun justru pemuda yang berniat baik juga mati secara misterius.
Malam semakin senyap,sudah tidak ada suara orang berbicara atau lalu lalang. Namun di sebuah gubuk di hutan tepi desa nampaklah seorang nenek tua dan cucunya seorang wanita cantik sedang berbicara. Rupanya nenek tua adalah Nini Andung seorang wanita yang ahli di bidang racun. Sementara cucunya bernama Nilam .
Selain pandai membuat racun Ni Andung juga mempunyai kesaktian yang luar biasa. Nilam juga sudah mewarisi semua ilmu racun ataupun kadigdayaan dari sang nenek. Rupanya ada syarat utama yang wajib di penuhi Nilam agar menjadi wanita racun dan pilih tanding di antaranya ia harus menyerap jiwa dari para pemuda yang berparas tampan dan juga masih perjaka.
Nilam sudah berhasil mendapatkan sembilan jiwa perjaga dengan mudah dan ini adalah perjaka ke sepuluh yang akan menjadi penyempurna. Rupanya Tirta menjadi target utamanya ,sedari tadi dia sudah mengawasi di sekitar pintu masuk desa,dia jugalah yang membunuh warga yang hendak menyuruh Tirta untuk pergi dari desa itu.
" Ni aku minta izin untuk mencari tumbal ke sepuluh untuk menyempurnakan ilmuku?"
" Tapi cucuku,aku merasa firasatku mengatakan bahwa target kali ini bukan orang sembarangan.Bahkan penerawanganku tak bisa menembus wajahnya seperti ada cahaya terang yang menutupinya" Nini Andung mukanya sedikit cemas.
" Tenanglah Nek,aku sudah di bekali ilmu dengan sangat banyak,bahkan racun yang saya buat belum ada obatnya jadi nenek tidak usah takut"
" Ya sudah sana pergi tapi kamu harus berhati hati,ini bawa bungkusan racun yang sudah aku siapkan. Ini adalah racun yang bisa membuat orang pingsan .Jadi kamu bisa langsung membawanya kesini dan kita akan menjalankan ritual untuk terakhir kalinya!" Ni Andung menyerahkan bungkusan yang berisi racun.
Nilam langsung melesat dalam beberapa lompatan ia telah tiba di atas atap tepat di mana Jaka Satria sedang terlelap. Nilam mengambil bungkusan racun ,ia pun membuka genteng dan menaburkannya .
__ADS_1
Jaka Satria tidur semakin pulas bahkan yang tadinya ia sempat menggeliat,kini seperti orang pingsan. Mungkin racun pelemah saraf telah ia hidup dan membuatnya tak sadarkan diri.
Di waktu yang bersamaan Sari yang tidak bisa tidur terbayang akan ketampanan pemuda yang belum ia kenal diam diam menyelinap masuk. Ia mencoba membangunkan Tirta,namun ia terkejut ketika menemukan Tirta tubuhnya lemas seperti orang pingsan. Sari lantar keluar berteriak memanggil ayahnya. Disaat yang bersamaan Nilam menerobos atap dan membawa tubuh Tirta kedalam hutan.
Sari dan ayahnya terkejut mendapati Tirta hilang. Mereka lantas keluar dan membunyikan ketongan hingga membuat para warga yang sedang pulas tidur terbangun dan kemudian lari menuju rumah Mekarsari.
" Kita harus menolong pemuda itu sebelum ia menjadi korban berikutnya" Ayah sari meminta warga untuk besiap dengan membawa senjata dan juga obor untuk penerangan. Sementara Sari di suruh ayahnya untuk tetap berada di rumah. Mereka sudah sangat muak dengan perilaku Nini Andung yang memang sudah terkenal dengan sepak terjangnya dan sering membuat ulah. Namanya juga sangat di kenal oleh dunia persilatan. Rupanya beberapa kejadian lalu membuat warga curiga bahwa kematian para pemuda adalah ulah Nini Andung dan juga cucunya . Kala itu warga yang tak sengaja sedang mencari kayu bakar pernah melihat seorang gadis cantik sedang mengambil air di tepi sungai ia pun lantas mengintai dan mengikutinya. Warga itu pun melihat gadis itu masuk ke sebuah rumah dan ternyata ia juga melihat Nyi Andung.
Karena warga itu sangat tau tentang Nini Andung ia pun lari ke desa dan melaporkanya kepada Ki Tarpa yang merupakan Kuwuh setempat dan juga sekaligus pemilik penginapan yaitu ayahnya Mekarsari.
Hingga warga menduga bahwa kematian para pemuda adalah ulah Nilam dan juga cucunya.
Dalam beberapa lompatan Nilam telah berhasil membawa Tirta.Ia pun membaringkan tubuh Tirta di sebuah amben yang terbuat dari bambu. Rupanya korban kesepuluh harus ada ritual khusus yang di lakukanya bersama neneknya hingga ia membawa tubuh Tirta ke dalam rumah.
Ki Tarpa beserta warga sudah berada semakin dekat dengan rumah Nini Andung bahkan dari kejauhan nampak obor yang mereka bawa. Nilam yang kala itu sedang berjaga di luar menjadi panik dan kembali masuk untuk memberitahu gurunya yang sedang menyiapkan sesaji untuk upacara tumbal. Rupanya upacara baru akan di mulai sesudah cahaya bulan purnama mencapai puncaknya yaitu pas tengah malam.
Nyi Andung sedikit panik dan menyuruh Nilam menghadang rombongan supaya tidak menggangu ritual. Dia juga memberikan bubuk racun untuk mengalahkan para penduduk yang suara langkahnya mulai mendekat.
Nampak jelas dalam penglihatan batinya,tubuhnya sedang pulas tertidur dan tiba tiba ada seorang yang membawanya menerobos atap dan membopongnya ke dalam hutan.
Tirta segera menyadari situasi yang terjadi ia segera menutup semua aliran tenaga dalamnya dan berjalan mengendap endap untuk melihat keadaan di luar rumah.
Tirta kaget terdengar suara orang bertarung tak jauh dari rumah itu,ia lantas melompat kesebuah pohon untuk melihat kejadian itu.
Walaupun malam hari namun cahaya purnama menerangi hingga bisa melihat walaupun agak remang. Apalagi ada beberapa obor yang nampak seperti berjalan.
Ni Andung tersenyum melihat persiapan sudah sempurna ,ia lantas menuju kamar tempat Tirta di baringkan.
__ADS_1
" Tepat dugaanku kali ini Nilam memilih korban yang tidak tepat. Aku harus berhasil mendapatkannya atau semua akan berakhir dengan sia sia" Andung segera keluar dan melayang membantu Nilam melawan penduduk.
Nilam segera menabur racun di angkasa dan membuat beberapa orang terkapar ,sementara Ki Tarpa mencoba untuk bertahan dan menyerang sekuat tenaga di bantu oleh warga yang lain.
Nyi Andung yang sudah sampai segera melempar sebilah kayu yang ia pegang dengan ilmu kendali pikiran ia menggerakkan kayu itu menyerang warga dan membuat mereka kewalahan. Melihat kejadian itu Tirta segera melayang dan memasuki arena. Pedang Halilintar juga seperti memberi sinyal agar cepat di cabut dari warangka ia terus bergerak gerak namun Tirta mengabaikannya.
" Maaf Ki perintahkan para warga untuk mundur sebelum ada banyak korban'!"
Ki Tarpa yang cukup kaget terpaku sejenak melihat pemuda yang baru ia kenal tiba tiba datang. Namun ia segera melihat di sekitarnya beberapa orang sudah tumbang dan dirinya juga sudah kepayahan meladeni Nilam yang memang bukan tandingannya.
Ki Tarpa segera menyuruh warga untuk mundur .
" Dasar pemuda sombong,belum tentu kamu bersama para penduduk mampu mengalahkan kami berdua. Ini malah kamu menyuruh mereka hanya untuk menonton dasar pemuda keblinger""
Tirta hanya tertawa kecil mendengan ucapan Nyi Andung. Bahkan matanya kaya nyaris copot ketika melihat wajah Nilam yang terkena cahaya bulan terhilat begitu cantik layaknya bidadari.
Kali ini giliran Nyi Andung yang tertawa melihat perilaku Tirta.
"Dasar Mata keranjang"
Rupanya Nilam juga jatuh hati pada pandangan pertama ketika ia secara sembunyi mengawasi keberadaan Tirta di gerbang Desa. Dadanya berdetak kencang pertama melihat wajah Tirta yang memang sangat tampan. Nyi Andung segera menyadarkan pandangan cucunya dengan melemparnya dengan ranting
" Cucuku jangan terperdaya dengan pemuda mata keranjang"
Sari segera sadar dan kembali dengan sikap kuda kuda. Kali ini karena takut di marahi neneknya ia menyerang Tirta dengan membabi buta . Tirta bergerak dengan sangat gesit menghindari serangan Nilam . Bahkan ia sesekali memegang kedua tangan Nilam dengan kuat dan beradu Padang.
Bahkan Nilam terlihat malu. Nyi Andung semakin jengkel dan kembali menggunakan sebilah kayu untuk menyerang Tirta . Kali ini Tirta sedikit menjauh ,ia melompat ke belakang sambil melepas pukulan dengan di aliri tenaga dalam. Kayu yang di luncurkan Ni Andung bercerai berai.
__ADS_1
Bahkan Nilam juga kaget karena mengetahui kekuatan itu cukup besar untuk ukuran tenaga dalamnya.
bersambung