JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Kekuatan Pedang Suci


__ADS_3

Jaka terus berusaha menyalurkan tenaga dalam untuk mengambil pedang suci.


Semakin lama tubuhnya semakin melemah karena tenaganya sudah banyak terkuras.Sementara Dewi terus mencari rahasia di balik cermin pemberian dari Syeikh Subakir.


Di dalam kekalutan tiba tiba Jaka mendengar suara yang mirip Syeikh Subakir ,agar Jaka menggunakan cermin pemberianya.


Jaka segera meminta cermin dari tangan Dewi Kumalasari,ia segera mencoba menaruh cermin di atas batu hitam.


Tiba tiba sinar matahari yang berada di atas kepala seakan masuk ke cermin dan memantul ke batu hitam.Perlahan batu hitam terlihat mulai ada celah .


Jaka pun mulai bisa memecahkan misteri,ia segera mengambil cermin dan mengangkatnya tepat di atas batu hitam.


Batu hitam mulai berlubang dan lama lama terbelah,semakin lama lubang semakin besar dan tiba tiba munculah sebuah pedang dengan kepala naga yang terlihat bergerak ke atas.


Jaka segera mencoba mencabut pedang suci ia menggunakan sisa tenaga dalamnya ,Dewi berusaha membantu dengan mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh suaminya.Setelah berusaha cukup lama akhirnya pedang suci terangkat .Tubuh Jaka bergetar mencoba menahan energi yang bersumber dari pedang suci.


Lama lama tubuhnya terangkat terbawa energi yang berada dalam pedang suci.

__ADS_1


Dengan cepat Dewi segera terbang ia pun kembali mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh Jaka Kelana ,mencoba menundukan energi pedang suci.


Akhirnya sedikit demi sedikit pedang suci mulai dapat Jaka kuasai,ia pun mulai merasakan energi pedang suci masuk dan memenuhi seluruh tubuhnya,aliran energi membuat tubuhnya kembali terasa bugar.


Jaka kini mulai mencoba melakukan gerakan dan memainkan pedang suci,kilatan kilatan cahaya keluar dan beberapa kali mengenai pepohonan besar hingga terbentuk banyak lubang.


Jaka merasa kagum dengan kekuatan pedang suci yang mampu menembus semua benda,bahkan batu besar yang yang terkena kilatan cahaya juga terlihat menganga.


Setelah berusaha menyelaraskan gerakanya dengan pedang suci dan di rasa berhasil,Jaka segera membalut pedang suci dengan kain untuk menutupi cahaya yang terpancar .


Dewi yang sedari tadi sedikit menjauh karena takut terkena kilatan cahaya ,kini berjalan mendekati Jaka,ia pun merasa penasaran dan meminta suaminya untuk meminjamkan pedang suci.


""Akhhgggg"..


Dewi meringis mencoba menahan beratnya pedang suci yang ia genggam,ia pun berusaha mengangkat dengan kedua tanganya ,namun pedang suci semakin terasa berat.


Jaka yang kaget melihat Dewi tidak mampu menahan beratnya pedang suci segera meminta kembali ,ia segera meraihnya dan pedang itu nampak begitu ringan .

__ADS_1


Dewi seakan tak percaya ,karena pedang itu terasa begitu ringan di tangan Jaka Kelana.


Ia pun masih penasaran,kali ini Dewi mengalirkan tenaga dalamnya ke telapak tangan.Ia mencoba merebut pedang suci dari tangan Jaka.


Sekali lagi Dewi terkejut karena sedikitpun pedang suci tak dapat ia gerakan ,bahkan kini pedang suci terasa menempel erat dan menyedot energi yang di miliki Dewi Kumalasari.


Melihat tubuh Dewi kejang kejang Jaka segera menyambar pedang suci dari tangan Dewi Kumalasari.Kali ini Dewi merasa kapok,ia pun menyadari bahwa pedang suci memang hanya dapat di gunakan oleh orang yang telah ia pilih menjadi tuanya.


Jaka tersenyum melihat istrinya yang masih sedikit kesal karena tidak bisa menaklulan pedang suci,padahal Dewi juga menggunakan mustika batu delima yang mampu melipat gandakan kekuatanya.


Sementara itu batu tumbal yang tadinya belubang kini sudah terlihat rapat seperti sedia kala,dan anehnya cermin ajaib yang Jaka selipkan di balik jubahnya tiba tiba lenyap.


Jaka akhirnya menyadari bahwa cermin ajaib mungkin tugasnya sudah selesai dan tuanya menyuruhnya pulang.


Setelah berhasil mengambil pedang suci kali ini ,tugas Jaka selanjutnya adalah untuk mencari cambuk api ,ia pun segera menyuruh Dewi mengubah wujudnya menjadi elang raksasa dan membawanya terbang menuju arah gunung Merapi.


******

__ADS_1


Author mengucapkan minal aidzin wal faizin,mohon maaf lahir dan batin.Apabila dalam menulis ada kata kata yang kurang berkenan dan membuat pembaca yang budiman sering kecewa karena jarang up...


__ADS_2