JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Menyelamatkan Sang Guru


__ADS_3

Jaka dan Dewi membuka matanya ,ketika mengetahui orang yang berjaga telah pergi meninggalkan goa.


Keduanya segera bangun dan langsung mengalirkan hawa murni ke tubuh ki Samber Nyawa.


Ki Samber Nyawa terus saja merintih kesakitan karena luka luka yang ia alami di sekujur tubuhnya, anehnya lagi Ki Samber Nyawa juga seperti orang linglung, ia tak mengenali Jaka serta Dewi yang telah menolongnya.


Justru Ki Samber Nyawa seperti orang ketakutan.


" Siapa siapa kalian? Tolong jangan sakiti aku!"


Jaka dan Dewi saling pandang dan kebingungan melihat gurunya berlaku aneh.


"Aku Jaka,guru,sadarlah!" ucap Jaka cemas.


Samber Nyawa terus meronta badanya menggigil lalu ia pun tak sadarkan diri.


Dewi:"Nampaknya kita harus segera membawa keluar dari goa ini, Kanda!"


Jaka:" Ia dinda, kita harus selamatkan guru, nampaknya musuh kali ini benar benar sakti!"


" Mundurlah dinda!"


Jaka segera menggunakan pedang suci, berharap supaya bisa melunturkan pagar pelindung dan segera keluar dari goa.


Cahaya putih menyilaukan segera menyebar dan berbenturan dengan pagar gaib hingga membuat goa berguncang seakan mau runtuh.


Jaka bernafas lega melihat pagar pelindung berhasil ia hancurkan dengan kekuatan pedang suci.


Jaka" Alhamdulillah, akhirnya kita bisa keluar, dinda!"


Jaka segera membopong gurunya dan bersama Dewi berlari menuju mulut goa.


Namun tiba tiba muncul ribuan lintah raksasa yang berusaha mendekati mereka.


Awalnya Dewi merasa jijik dan geli dengan binatang yang mulai mendekati mereka, namun Jaka justru membentaknya dan menyuruhnya mengusir binatang tersebut dengan ajian Dewa Angin.


" Cepatlah dinda, nyawa guru sedang terancam!"

__ADS_1


Dewi segera memasang kuda kuda dan menggulung ratusan lintah yang mendekatinya dengan ajian dewa angin, hingga membuat para lintah masuk ke dalam pusaran angin, Dewi segera melemparkan pusaran angin keluar melalui mulut goa yang menganga.


Mereka segera berlari sebelum para lintah kembali.


Namun setelah berhasil keluar dari goa, rupanya terlihat sekitar lima orang dengan berpakaian hitam sudah menunggunya.


" Hei, mau pergi kemana kalian, serangggg!"


Jaka dan Dewi tak mau mengambil resiko.


Jaka segera menyuruh Dewi berubah menjadi elang raksasa dan terbang jauh membawa Ki Samber Nyawa.


Sementara ia akan menyusul setelah membereskan manusia berjubah di hadapanya.


" Ayo majulah kalian, hadapi aku!" teriak Jaka setelah mengetahui Dewi terbang membawa gurunya.


Kelima orang berjubah segera bergerak dua orang melayang dan menyerang Jaka dari atas,sementara ketiga lainya langsung membuat gerakan kombinasi dan mulai melepaskan serangan.


Jaka tersentak, ia sungguh tak menyangka kelima pendekar berjubah memiliki tenaga dalam yang luar biasa.


" Nyaris saja" pikir Jaka.


Kali ini Jaka melayang mencoba membuat jarak, sementara kini kelima orang berjubah sudah berkumpul dan bersiap menggabungkan kekuatan.


"Sekarang rasakan pukulan gabungan tenaga dalam kami dan segeralah kamu ke neraka, ha ha ha ha ha!"ucap salah seorang yang memakai jubah hitam.


Jaka kembali terkejut, ia merasa tenaga gabungan kelima orang berjubah sangat luar biasa, ia pun kembali melayang ke angkasa dan bersegera menggunakan ajian penyerap daya.


Kelima orang tersebut segera melepas tenaga gabungan, sebuah gelombang tenaga dalam yang sangat dasyatt segera meluncur, angin juga tiba tiba menjadi kencang dan membuat daun daun berterbangan.


Jaka merasa energinya sudah cukup, ia pun segera melepaskan tenaga dalamnya untuk menahan tenaga gabungan dari kelima musuhnya.


Tubuh Jaka mulai goyah hingga hilang keseimbangan.


" Gila ajian penyerap daya tak mampu menahan tenaga gabungan"


Jaka segera mengeluarkan kembali pedang suci, kini cahaya kembali memancar dan membuat terang seisi hutan.

__ADS_1


Kelima orang yang menyerangnya terpana melihat cahaya terang yang sangat menyilaukan mata.


Jaka segera menayunkan pedang suci hingga kelima musuhnya terlempar jauh masuk ke dalam semak.


" Tidak mungkin" ucap salah satu orang berjubah.


Sebelum akhirnya mereka terlempar jauh.


Jaka tak mau berlama lama ia pun masih memegang pedangnya dan terbang menyusul Dewi.


Jaka sengaja menggunakan tenaga pedang suci untuk terbang biar tenaga dalamnya tidak terkuras.


Sementara kelima orang berjubah sudah mulai bangkit dan berusaha mengejar.


Namun ketika mereka mencoba menggunakan tenaga dalam untuk terbang, dada mereka merasa sakit tidak terkira.


" Kang lebih baik kita pulihkan tenaga kita!" teriak salah seorang dari mereka.


" Ketiwasan, pasti guru akan marah dan menghukum kita!" timpal temanya.


Dengan terus memegangi dadanya,akhirnya kelima orang tersebut berjalan dengan langkah gontai memasuki goa, untuk mengobati luka dan juga mengembalikan tenaganya.


Sementara Jaka dengan bantuan tenaga pedang suci dapat melesat lebih cepat hingga membuat Dewi terkejut, karena tiba tiba Jaka sudah berada di sampingnya.


" Syukur alhamdulillah, kanda baik baik saja!" ucap Dewi dengan di iringi suara khas elang raksasa yang menggema di langit.


Jaka segera memasukan pedang suci ketubuhnya dan melompat ke punggung elang raksasa.


" Kita harus mencari tempat untuk menyembuhkan guru dinda?" ucap Jaka.


Dewi:"Lalu kita kemana,kanda?"


Jaka menyuruh Dewi terbang menuju hutan dimana terdapat rumah Ki Samber Nyawa yang dulu ia pernah tempati waktu mengasingkan diri.


" Tapi aku lupa jalanya kanda!" teriak Dewi.


" Baiklah akan ku pandu, aku masih ingat dimana letak rumah guru!" jawab Jaka sambil menunjuk sebuah arah.

__ADS_1


" Kesana dinda!"


Dewi pun segera menambah kecepatan menuju arah yang di tunjukan Jaka Kelana.


__ADS_2