JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA

JAKA KELANA DAN ELANG RAKSASA
Chin Suang


__ADS_3

Rupanya kepergian kaisar Ciming keluar istana di ketahui oleh Kaisar Li Ming, ia pun mengutus seorang wanita yang memakai cadar.


Terlihat wajahnya anggun mempesona terlihat dari cadar tipis yang di kenakanya.


Kaisar Li menugaskan agar Chin Suang pergi ke negeri Kaisar Ci, untuk mengamati kekuatan militer yang mereka miliki, ia juga memberi tugas khusus untuk membunuh sang Kaisar.


Kaisar Li juga akan mengirimkan beberapa orang yang telah di pilihnya untuk membantu Chin Suang.


Namun Kaisar Li menyuruh Suang berangkat terlebih dahulu.


Sebelum melaksanakan tugasnya Chin Suang menemui ibu angkatnya, rupanya ibunya adalah ibu suri yang merupakan ibu dari Li Ming.


Ibu suri semua anaknya laki laki, ia ingin sekali mendapatkan anak perempuan, namun sampai usianya tua ia tak di karuniai seorang anak wanita.


Suatu hari entah dari mana datangnya, terdengarlah suara yang menghantam atap di mana beliau sedang beristirahat.


Beliau kaget melihat sesosok wanita yang jatuh dan sekujur tubuhnya mengalami luka, bahkan terlihat kepalanya terus mengeluarkan darah.


Ibu suri yang merasa kasihan akhirnya menyuruh pengawalnya untuk membawanya ke ruang pengobatan.


Setelah beberapa hari wanita tersebut mulai terlihat membaik luka di badanya mulai sembuh, namun sakit di kepalanya masih sering melanda.


Ibu Suri merasa aneh karena wanita tersebut memiliki paras yang berbeda dengan wanita tibet, Kulitnya sedikit kuning langsat dan matanya juga tidak sipit.


Yang lebih membuat ibu suri bingung wanita tersebut juga tak mengetahui asal usulnya, ia juga tidak bisa berbahasa cina.

__ADS_1


Bahkan ibu suri harus menyuruh seorang ahli bahasa untuk membimbingnya belajar bahasa Tionghwa.


Lambat laut Ibu Suri semakin menyayanginya seperti anaknya sendiri, bahkan Chin Suang di anggapnya sebagai anugrah Dewa.


Chin Suang selain cantik juga memiliki kanuragan yang tinggi, hingga akhirnya Kaisar li mengangkatnya sebagai seorang mata mata yang memiliki tugas besar.


Ibu Suri awalnya tak rela jika Chin Suang pergi untuk mengemban tugas yang sangat berbahaya.


Namun setelah anaknya Li menjelaskan bahwa hanya Suang lah yang mampu mengemban tugas tersebut. Ibu suri tak dapat menolak ia pun memeluk Suang dengan erat sebelum pergi melaksanakan tugas negara.


Chin Suang menyamar sebagai pengembara, ia memasuki wilayah kekuasaan Kaisar Ciming dengan menunggang kuda.


Karena perutnya merasa keroncongan , Chin Suang berhenti di sebuah kedai makanan untuk mengisi perutnya.


Namun suasana kedai menjadi ricuh, ketika segerombolan orang masuk, beberapa orang memilih kabur, mereka juga terlihat ketakutan.


Tersisalah beberapa orang yang masih menyantap makanan dengan santai.


Seseorang terlihat mendekati pelayan,ia menyuruh pelayan untuk menyiapkan beberapa kendi arak dan makanan yang enak.


Ia terlihat mengeluarkan beberapa koin emas dan melemparnya ke tubuh pelayan.


Chin Suang mulai terganggu dengan ulah segerombolan pemuda yang terlihat arogan.


Apalagi mereka mulai mabok dan berteriak teriak hingga mengganggu pengunjung yang lainya.

__ADS_1


Tak tahan dengan ulah segerombolan pemuda, Chin Suang menghampiri mereka dan menggebrak meja hingga hancur.


Para pemuda yang tak terima, menyerang balik, Chin Suang.


Kaisar Li merasa tak terima melihat seorang wanita di keroyok puluhan orang, ia pun berniat untuk membantu.


Namun Jaka menarik tangan sang kaisar dengan pelan sambil berbisik, bahwa kaisar boleh membantu wanita tersebut jika terlihat mulai terdesak.


Kaisar Ci kembali duduk, ia justru kaget melihat jurus wanita itu yang di rasa asing baginya, sementara Jaka sedikit acuh ia terus menyantap makanan dan tidak melihat pergerakan Chin Suang.


Tak butuh waktu lama Chin Suang segera dapat memenangkan pertarungan dan membuat segerombolan pemuda pergi dengan membawa temanya yang terluka.


Kaisar Li merasa penasaran ia pun lantas mendekati wanita tersebut dan mencoba berkenalan denganya.


Namun wanita itu hanya terdiam sambil melemparkan senyum. Chin Suang lantas mendekati pelayan dengan menenteng sekantong koin uang , ia memberikan semua uangnya dengan tujuan untuk mengganti kerugian atas kerusakan beberapa meja dan kursi yang hancur karena ulahnya.


Kaisar Ci terus menatap wanita tersebut yang pergi meninggalkan kedai dan berlalu dengan menaiki kudanya.


Jaka merasa ada yang aneh dengan tingkah kaisar, tanpa di sangka Kaisar li berkata bahwa ia baru pertama melihat seorang gadis yang membuat jantungnya berdebar kencang.


Jaka segera berkata bahwa Kaisar Li jatuh hati pada wanita tersebut.


Jaka juga menyuruh agar Kaisar menyusulnya, namun Kaisar Li nampak gugup dan malu.


Akhirnya Jaka dan Kaisar li juga kembali melanjutkan perjalanan. Untuk melihat kondisi masyarakatnya.

__ADS_1


__ADS_2