
Dewi segera mengambil guci yang berisi mata air keabadian. Ia segera menyuruh Nyi Seruni meminumnya.
Rasa panas di tubuh Seruni pelan pelan mulai hilang dan tubuhnya pun kembali pulih.
Jaka mengangkat tanganya dan melakukan beberapa gerakan untuk melancarkan peredaran darah dari Nyi Seruni yang sempat ia hentikan.
Nyi Seruni sangat berterimakasih. Sesuai janjinya ia pun mulai berkisah tentang masa mudanya.
Aku dan patih Raja Langit tak sengaja bertemu ketika ia masih muda dan berkelana sebelum pergi ke tanah Sumatera.
Karena sikap beliau yang ksatria dan santun aku jatuh hati kepadanya.
Singkat cerita kami pun menikah dan di karuniai seorang anak. Sejak kami mempunyai anak rupanya mulai ada masalah dalam keluargaku. Aku tak sengaja bertemu dengan mantan yang masih sangat mencintaiku.
Dengan berbagai cara dia berusaha merayuku hingga akupun terperdaya.
Hingga suatu saat pas waktu kakang Raja pergi, mantanku datang dan merayuku hingga akhirnya kami melakukan hal terlarang.
Akhirnya kakang Raja pulang dan mengetahui aku berselingkuh. Kakang Raja yang emosi segera menggunakan pukulan matahari dan membunuh mantanku.
Ia pun membawa anak yang masih bayi pergi bersamanya.
Aku mencoba mengejar dan sempat bertarung dengan kang Raja Langit.
Kami bertarung di dekat tebing, hingga akhirnya kang Raja memukulku dengan pukulan matahari dan membuat tubuhku terlempar ke jurang.
Rupanya aku tidak mati dan justru menemukan sebuah kotak yang berisi kitab kanuragan dan berisi banyak jarum beracun.
Setelah berhasil menguasai ilmu jarum beracun, aku menjadi wanita pendedam.
Di dalam kitab juga banyak berisi ilmu sesat di antaranya ilmu malih rupa.
__ADS_1
Sejak saat itu aku mencoba keluar dari jurang untuk mencari Raja Langit dan menuntut balas.
Namun kabar terahir yang ku dapat dia pergi berlayar ke pulau sumatra dan bayi yang ia bawa mati terlantar.
Aku pun bertekad untuk mengahiri hidupnya untuk membalas kematian anaku.
Bertahun tahun aku menunggu hingga waktu itu tiba.
Aku tak sengaja melihat dirinya saat aku melintas di bukit tengkorak. Hingga akhirnya aku bertarung dan menggunakan jarum beracun untuk membunuhnya.
Namun ia berhasil melarikan diri.
Aku pun menjadi tak dapat menahan diri dan melampiaskan dendamku kepada semua orang yang aku temui.
Namun ada hal aneh ketika aku bertarung dengan seorang pemuda, entah kenapa merasa melihat sosok Kang Raja dalam dirinya. Aku pun berpikir bahwa itu pastilah kerena kerinduanku terhadap anaku yang telah tiada.
Seruni segera mengusap kedua pipinya yang berjatuhan air mata.
" Dan perlu bibi tahu, bahwa anak bibi masih hidup, paman raja menitipkan anak bibi, di perguruan macan kumbang."
Mendengar kata kata Dewi Seruni mengusap kedua matanya.
" Benarkah anaku masih hidup,Dewi?" tanya Seruni.
Jaka pun menyahut ia menganggukan kepalanya.
Tangis seruni pecah saat bayangan patih Raja Langit muncul di pikiranya.
"Kang Raja maafkan aku kang. Aku telah di butakan oleh dendamku!"
Seruni menangis tersedu mengingat wajah mendiang suaminya.
__ADS_1
Jaka pun menyambung kata katanya bahwa anaknya juga ingin sekali membalas dendam atas kematian ayahnya. Bahkan Purwaka pernah menyangka bahwa aku lah pembunuh ayahnya.
Seruni kali ini meminta maaf kepada Jaka karena telah menyerupai wajahnya.
Seruni berkata bahwa saat itu di dalam pikiran Raja Langit pasti ada wajah Jaka hingga spontan ia mencoba membaca pikiran raja langit dan segera menyerupai wajah yang sedang di pikirkan lawanya.
" Jaka antarkan aku untuk menemui anaku,aku siap jika harus mati di tangan anaku sendiri,sebagai penebus dosa atas kematian Kakang Raja Langit"
Jaka dan Dewi saling pandang. Wajah keduanya nampak mendengar perkataan Seruni.
" Baiklah kalau itu permintaan bibi,mari ikut dengan kami!" ucap Dewi Kumalasari.
Seruni terkejut ketika Dewi tiba tiba menjelma menjadi elang raksasa bulu kuduknya merasa merinding.
" Benar benar mengerikan, jadi kalian ini yang berjuluk sepasang pendekar elang. Nama kalian sangat masyur di kalangan pendekar. Aku beruntung dapat menjajal kekuatan kalian!"
" Lupakan saja Bi, bibi naiklah elang raksasa akan membawa kita menuju lembah tengkorak"jawab Jaka.
Keduanya segera naik ke atas elang raksasa. Kedua sayap elang raksasa segera mengembang dan pelan pelan naik ke angkasa terbang menuju lembah tengkorak.
Di atas punggung Dewi, Jaka dan Nyi Seruni terus berbincang mengenai sosok Raja Langit.
Barkali kali Seruni menyeka air matanya yang terus berjatuhan, bayang bayang wajah mendiang suaminya terus hinggap . Kini hatinya di liputi penyesalan yang sangat dalam karena kesalah pahaman nyawa suaminya harus melayang di tanganya sendiri.
Jaka juga ikut sedih, tapi ia mencoba menghibur Nyi Seruni dengan mengatakan bahwa semua sudah kehendak tuhan dan pasti ada hikmah besar di setiap masalah yang kita hadapi.
Elang Raksasa terus mengepakan kedua sayapnya hingga puncak bukit tengkorak mulai terlihat.
Seruni hatinya makin berdebar kencang, ada perasaan bahagia ketika ia bertemu dengan anaknya, namun seketika hatinya menjadi sakit mengingat di tangan ia sendiri ayah purwaka mati terkena jarum beracun.
Sungguh buah simalakama pikir Seruni.
__ADS_1
Ia pun meneguhkan hati untuk menerima semua konsekuensi atas semua hal yang telah di lakukanya. Termasuk jika ia harus mati di tangan Purwaka anak kandungnya sendiri untuk menebus dosa atas kematian suaminya Patih Raja Langit.