
Jaka Satria terus beranjak remaja kemampuan kanuraganya juga sangat luar biasa.Ki Semprul telah menurunkan semua ilmunya dan kini saatnya Jaka Satria untuk turun gunung mengembara dan menumpas segala Angkara murka yang meraja Lela.
Ki Semprul juga menyuruh Jaka untuk mencari keberadaan senjata sakti Pedang Naga Emas yang berada di sebuah goa di wilayah Gunung Arjuna.
Rasanya berat Jaka harus meninggalkan Ki Semprul, ia sudah merasakan kedekatan hati sejak ia masih bayi.
Namun Ki Semprul terus meyakinkan bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu pula sebaliknya setiap perpisahan pasti ada jalanya untuk bertemu.Dunia di ciptakan saling melengkapi,ada siang ada malam,baik ada buruk dan seterusnya.
Sebelum benar- benar turun gunung Jaka Satria juga di beri nama baru yaitu Tirta.
Sedikit berat rasanya namun Jaka mulai berjalan pelan meninggalkan gurunya Ki Semprul. Ia menyusuri hutan menuju Desa terdekat. Sampelah Jaka di sebuah kampung ,namun kampung itu sangat sunyi,hampir tidak ada satu penduduk yang ia jumpai di sepanjang perjalananya.
" Kenapa desa ini terasa sepi.seperti tak berpenghuni.Apa sebenarnya gerangan yang terjadi dengan desa ini.hemmm " Jaka menghela nafas sambil terus penasaran tentang kondisi desa yang ia lewati.
" Toloooonggggg"
Suara itu membuat Jaka terkejut ,ia segera berlari menuju sebuah rumah warga yang meminta pertolongan.
" Permisi,tuan .Apa ada orang didalam .Tuan ,!
Jaka memanggil cukup lama hingga ia memutuskan untuk masuk.
Begitu pintu di buka ,Jaka segera menyisir ke semua ruangan ,namun tak ada tanda bahwa rumah itu berpenghuni.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan desa ini" Jaka pikiranya masih berselimut dengan banyak pertanyaan.
Dikala Jaka masih merenung kembali ada suara seperti perempuan berteriak meminta pertolongan.Dia segera keluar dan berlari menuju rumah di sebelahnya .Kejadianya sama setelah Jaka masuk ia tak menemukan seorang pun.Kejadian itu terjadi untuk ketiga kalinya .
Kali ini Jaka menggunakan mata batinya barang kali ini merupakan ulah bangsa lelembut yang ingin mengerjainya.
__ADS_1
Ternyata dugaannya benar ,ia melihat sesosok bayangan hitam dengan tubuh di penuhi bulu yang sangat lebat tepat berada di depannya.
" Hey mahluk iseng.Sialan kau mau mengerjaiku ya.Terima ini!".
Jaka mengayunkan pukulanya mengarah ke wajah mahluk yang ia jumpai.
" Aduh sakit,ampun ampun tuan pendekar" teriak mahluk tersebut setelah terkena pukulan Jaka.
" Makanya jangan usil.Rasain sekarang gigi kamu telah ompong.Ha ha ha ha.
Jin tersebut segera memohon ampun.
" maaf tuan pendekar,aku hanya singgah sebentar disini. Habis di sini semua rumah tak ada yang berani menempatinya ,karena di sini sering terjadi perampokan yang di pimpin oleh Ki Rampan.Pendekar yang sakti belum terkalahkan."
Mahluk itu bercerita panjang lebar,rupanya dulunya ia tinggal di sebuah pohon beringin yang sangat lebat yang berada di tengah desa.Namun karena ia kesepian tak ada warga yang di isengi ia sengaja mengerjai Jaka Satria.
Jaka berinisiatif untuk mencari penduduk yang mengungsi setelah di beri tahu keberadaanya oleh mahluk yang mengerjainya.
Tak lama ia berjalan ,Jaka kembali di kejutkan dengan kedatangan tiga orang pria yang muncul dari balik semak .
" Berhenti anak muda" bentak salah seorang pria sambil menghunus sebilah pedang yang membuat matanya sedikit silau karena percikan cahaya matahari.
" Maaf Tuan ,aku hanya pengembara yang kebetulan lewat!. belum sempat Jaka menyudahi perkataanya,pedang terayun ke arah kepalanya.Jaka segera melompat ke atas pohon.
"Maaf tuan saya tidak ada maksud jahat.Saya hanya pengembara"
Ketiga orang itu masih tak percaya ,mereka segera mencari batu dan melempari Jaka dari bawah.Jaka kali ini cukup terapncing emosi,kedua telapak tangan di satukan dan ketika batu batu tersebut terlempar ke arahnya ia membuka telapak tangannya hingga terjadi ledakan. Batu hancur berkeping keping.
Melihat kejadian tadi ketiga orang tersebut nyalinya menjadi ciut..
__ADS_1
" Wah gawwat ,dia bukan orang sembarangan. Habislah kita"
Belum sempat selesai salah seorang berkata kepada kedua temanya Jaka sudah berdiri di hadapan mereka.
" Tenang ,ngga usah takut saya bukan orang jahat?"
" Apa benar tuan pendekar.Habisnya kami takut jikalau engkau adalah kaki tangan Ki Rampan yang ingin memata matai kami"
Mereka pun terlibat pembicaraan yang lebih inten hingga kesalah pahaman berubah menjadi pertemanan.
Ketiga orang tersebut membawa Jaka berjalan ke sebuah semak yang di tumbuhi pohon pohon kecil dan ilalang yang tingginya hampir dua kali dari tinggi orang dewasa.
Ia berjalan dengan dua tangannya terlentang sambil menyingkirkan pepohonan di sekelilinya untuk berjalan.Tak berapa lama terlihat banyak rumah yang berdiri dan banyak pula terlihat orang yang sedang berlatih Kanuragan.
" Tuan pendekar selamat datang di kampung kami. Itu adalah para pemuda yang sedang di latih oleh Ki Kuwuh untuk membakali mereka ,melawan Para perampok yang sewaktu waktu tentu bisa menemukan tempat kami yang baru".
Jaka terdiam terbawa suasana matanya berkaca kaca melihat banyak anak berlarian asyik bermain.Ia sempat berpikir bahwa Tuhan tak adil karena membiarkan hamba hambanya terlantar.
Namun ia teringat akan nasehat kakeknya bahwa hidup di dunia semua saling berpasangan antara baik dan buruk,kaya ,miskin bahagia dan sengsara..Kebahagiaan yang hakiki setelah kematian yaitu di surga .
"maaf tuan pendekar ,silahkan masuk?"
Jaka terkejut " O ia Ki,maaf Jadi merepotkan"
Makanan telah tersaji di meja ,Ki Kuwuh segera meminta Jaka duduk dan menyantap makanan yang ada.
" Maaf anak muda ,makananya ala kadarnya?"
" Ini sudah lebih dari cukup Ki,saya sangat berterima kasih atas jamuanya" Jaka nampak lahap menyantap makanan.
__ADS_1
Ki Kuwuh juga menyuruh istrinya untuk menyiapkan kamar untuk Jaka beristirahat dan menginap beberapa waktu sebelum melanjutkan pengembaraannya.
Bersambung.