
Janjang semakin tak terkendali hingga Tirta akhirnya kembali menggunakan jurus Penghancur Karang untuk mengatasi kekuatan ilmu Banyu Ireng . kedua kekuatan beradu untuk beberapa saat hingga Tirta menambah kekuatanya Jajang yang tenaganya sudah banyak terkuras sudah tak kuat menahan tenaga dari ilmu penghancur Karang . Hingga ajian Banyu Ireng berbalik ke arahnya dalam sekejap tubuhnya menjadi batu..
Sementara itu Mahisa yang melihat tubuh Jajang yang sudah menjadi batu tanpa pikir panjang menggunakan ajian Kawah Murka menghantam Jajang yang berdiri mematung ,tubuh itu pun hancur berkeping keping .
Melihat Mahisa membunuh Jajang yang sudah tak berdaya Ki Cadas marah lalu dengan cepat melompat dan menghantam pukulan Kawah Murka menghujam ke tubuh Mahisa. Mahisa terpental hingga tak sadarkan diri.
Melihat Mahisa terluka parah Mayang berniat menghadapi gurunya namun kali ini Nilam mencegahnya dengan memegangi tanganya.
Tirta segera menghampiri Mayang dan menasehatinya supaya tak menyerang Ki Cadas Putih ,biar itu menjadi urusanya.
" Sombong sekali kau anak muda,walaupun menyerang bersama sama belum tentu kau bisa mengalahkan aku"
" Bukan sombong Ki,tapi aku cukup percaya diri untuk bisa mengalahkannya" Tirta menimpali perkataan Ki Cadas.
" Baiklah tak usah banyak omong".
Ki Cadas Putih tak mau bermain main Kali ini ia menggunakan jurus Kawah Murka namun Tirta dapat menahannya dengan pukulan Matahari. Ki Cadas Putih bisa merasakan kekuatan Tirta yang seperti tak ada batasnya. Bahkan Tirta sudah bersiap kembali menggunakan ajian penghancur Karang.
Ki Cadas Putih siaga dengan ajian Banyu Ireng yang menggunakan tingkat level tiga karena tak mau seperti Jajang yang justru ajianya harus memakan dirinya sendiri. Karena Jajang baru beberapa hari menerima jurus Banyu Ireng sebelum pengangkatannya menjadi ketua perguruan.
Tirta melesatkan ajian penghancur Karang ,Ki Cadas Putih juga sudah siaga melepaskan kekuatan Banyu Ireng . Mayang segera menyambar tubuh Mahisa dan membawanya pergi . Nilam berseru kepada semua orang supaya menjauh atau akan manjadi korban.
Semua orang panik mendengat peringatan Nilam,bahkan bumi mulai berguncang. Rumah rumah dan pepohonan roboh. Mereka berlari menjauh dari padaepokan. Kedua kekuatan bertemu dan beradu di udara kobaran api menyebar kemana mana akibat dia kekuatan dasyatt yang bertarung.
Bahkan rumah Ki Cadas yang paling megah roboh dan hancur di lalap api,Padaepokan Kalajengking Hitam hancur . Kuda kuda dan ternak berada di kandang lari pontang panting.
Ki Cadas Putih masih gencar menebar seranganya,Tirta juga tak mau menyerah dan masih mencoba mengimbangi Ki Cadas Putih.
" Sungguh pemuda ingusan yang luar biasa. Baru kali ini aku bertemu lawan yang hebat. Anak muda ada hubungan apa kamu dengan Jaka Kelana?".
" Baiklah Ki biar kamu tak mati penasaran ,Aku adalah Jaka Satria anak dari Jaka Kelana!".
" Aku sudah menduganya ".Ki Cadas segera mengambil Tumbak Kayangan yang ia selipkan di pinggangnya. Sekarang terimalah kekuatan Tumbak Kayangan Jaka Satria"
Pancaran kekuatan dari Tumbak Kayangan membuat tubuh Tirta serasa berat untuk di gerakan .
__ADS_1
" Tuanku segera kau cabut pedang Naga Emas".Rupanya siluman Naga sudah tak sabar hingga ia memberi isyarat dengan bicara secara batin.
Tirta segera mencabut Pedang Naga Emas.
" Sungguh menakjubkan kekuatan dari pedang Naga Emas" Ki Cadas Terpukau dengan pancaran cahaya kekuningan.
Dia segera mengeluarkan kekuatan Tumbak Kayangan dengan mengangkat tanganya mengarahkan ke Naga Emas yang terbang di atas kepalanya.
Sang Naga menyemburkan Api yang sangat panas namun Ki Cadas Putih mampu menahannya dengan Tumbak Kayangan yang ia pegang.
Sang Naga terus menyemburkan api dari dalam mulutnya,namun tak membuat Ki Cadas Putih gentar.
Bahkan sesekali sang naga harus menghindari cahaya berwarna jingga yang keluar dari Tumbak Kayangan.
Tirta mulai melihat Naga Emas mulai kewalahan dia mengalirkan tenaga dalamnya ke pedang Naga Emas agar Naga Emas yang sedang bertarung menjadi kuat. Namun kekuatan itu belum mampu mengalahkan Tumbak Kayangan.
Bahkan Nilam dan Mayang yang masih memperhatikan pertarungan menjadi cemas. Tiba tiba pedang halilintar yang berada di pinggang Nilam bergerak gerak.
Nilam mengerti maksud dari pedang Halilintar.
" Mayang kamu tetap di sini aku akan membantu Kang Tirta !"
Nilam segera melayang dan mendarat di sebelah Tirta.
" Apa yang kamu lakukan di sini Dinda?"
" Aku akan membantumu Kang"
" Jangan aku tak mau melibatkanmu dalam bahaya!"
Nilam tak menghiraukan himbauan Tirta ia lantas mencabut pedang halilintar. Kilat petir menyambar nyambar dengan suara gemuruh yang membahana.
Tangan Tirta seperti bergerak mendekati Pedang Halilintar yang di pegang Nilam. Nilam juga merasakan hal yang sama. Pedang Halilintar seperti ingin menyatu dengan pedang Naga Emas.
Mereka pun segera menempelkan pedang naga dan pedang halilintar . Keluarlah cahaya keemasan dengan di sertai suara gemuruh meluncur masuk ke tubuh Naga Emas.
__ADS_1
Naga Emas merasakan tenaganya bertambah berkali lipat. Bahkan cahaya keemasan yang keluar dari tubuhnya kini berubah menjadi seperti kristal kristal yang bening.
Api yang di keluarkan dari mulutnya juga berubah menjadi putih dan semakin terang. Ki Cadas Putih terkejut bukan kepalang mendapati kekuatan yang layaknya seperti sebuah gunung akan menghantamnya.
Ki Cadas Putih segera mengeluarkan seluruh sisa tenaga dalamnya untuk menahan gelombang kekuatan besar yang akan menghantamnya. Tumbak Kayangan juga mengeluarkan cahaya jingga semakin besar sekarang cahaya itu menutupi tubuh Ki Cadas Putih .
Angin kencang juga tiba tiba muncul mengakibatkan pepohonan mengeluarkan suara seakan ranting dan dahanya mau patah.
Mayang segera membawa Tubuh Mahisa mundur lebih jauh ,bahkan kali ini ia melesat membawa Mahisa ke bukit yang terletak di sebelah padaepokan. Bukit itu di rasa cukup jauh dan aman.
Sementara Nilam dan Tirta juga mengerahkan semua tenaga dalamnya menyalurkan ke pedang mereka masing masing hingga sang Naga Emas semakin merasa kuat.
Bahkan tubuh Ki Cadas seakan tak bisa di gerakan ketika naga emas melepas kekuatanya beradu dengan kekuatan Tumbak Kayangan.
Bahkan tanah yang di jadikan tempat untuk berpijak kini retak . Setelah dua kekuatan beradu kini cahaya jingga yang keluar dari Tumbak Kayangan lama lama hilang dan di serap masuk ke dalam cahaya kristal putih.
Cahaya Kristal kini meluncur deras mengarah ke tubuh Ki Cadas Putih di sertai bunyi ledakan yang sangat keras.
Bahkan tubuh Ki Cadas Putih masuk terjelembab ke dalam lubang akibat kekuatan Naga Emas..
Dia pun pingsan di dalam lubang yang seperti sumur yang cukup dalam .
Tirta dan Nilam segera menyarungkan pedangnya dan lenyaplah sudah wujud naga emas yang telah masuk ke pedang naga..
Tirta memeluk tubuh Nilam dengan erat mereka sejenak terhanyut dengan rasa haru karena bisa mengalahkan Ki Cadas Putih.
Namun rupanya Ki Cadas Putih segera tersadar ia merasakan sakit yang luar bisa bahkan untuk sekedar menggerakkan jarinya pun sulit.
Ia merintih meminta pertolongan.
" Tolong ,tolong ,tolong"
Tirta dan Nilam terkejut melihat seperti ada suara lirih orang meminta pertolongan. Mereka segera mencari namun di situ tak ada satu orang pun. Hingga pandangan mereka tertuju ke sebuah lobang yang menganga tak jauh dari tempat mereka berdiri .
" Dari situ Kanda,sumber suaranya"
__ADS_1
Tirta segera tersadar bahwa kemungkinan Ki Cadas masih hidup ia pun segera melesat masuk ke dalam lobang dan segera mengangkat tubuh Ki Cadas naik ke atas permukaan . Ki Cadas kali ini sudah tak bisa berkata kata. Mulutnya hanya terbuka dan tertutup tapi tak ada suara yang keluar.
Bersambung.