
Mereka melihat Arby yang sangat mesra pada istrinya. Tidak malu makan bekal yang dibuat oleh sang istri meski saat ini mereka sedang berada di restoran mewah. Mereka jadi iri. Yang sudah menikah, mau juga seperti Arby dan Freya. Yang belum menikah, juga jadi ingin cepat-cepat menikah, tidak sadar kalau kehidupan pernikahan setiap orang berbeda, punya konflik masing-masing dan cara mengatasinya juga belum tentu sama.
☘️☘️☘️
Arby sedang senyum-senyum sendiri. Sekarang adalah hari ulang tahun Radhi dan Raine, tapi pikiran pria itu kini entah kemana.
"Kamu kenapa sih, senyum-senyum sendiri gitu dari tadi. Lagi mikirin perempuan, ya?"
"Iya. Aku lagi mikirin bocah perempuan."
"Raine?"
"Ya enggak, lah. Buat apa aku mikirin Raine, kurang kerjaan saja."
"Dasar pedofil, kamu mikirin bocah perempuan untuk dijadikan selingkuhan?"
"Sembarangan! Aku tuh lagi mikirin kamu waktu melamar aku saat kita masih SD."
Freya tentu saja tidak percaya, dan melengos. Dan memang tidak ada yang percaya. Arby menghela nafas, kenangan indah dan lucu itu hanya bisa dikenang oleh dirinya sendiri. Seperti cinta sepihak, bertepuk sebelah tangan.
"Sudah tua masih saja suka ngehalu," ucap Marcell.
"Memangnya kamu enggak suka ngehalu?" tanya Arby.
"Enggak, tuh!"
"Bohong banget! Apa yang kamu lakukan di kamar mandi dengan tangan penuh busa sabun?"
__ADS_1
Marcell langsung diam.
"Chiro juga suka main dengan busa sabun di kamar mandi. Chiro suka sama aroma sabun mommy, dan ingin aroma Chiro sama dengan mommy." Dengan polosnya Chiro menyahuti pertanyaan yang ditanyakan oleh Arby pada Marcell.
"Iya, aku juga suka sama busa sabun. Bikin gelembung sabun yang banyak," jawab Raine.
Mereka langsung menyuruh anak-anak polos itu untuk bermain di halaman belakang. Bisa gawat kalau meraka ikut nimbrung.
"Jangan mesum terus napa, By."
"Aku enggak mesum, buktinya Chiro paham. maksud aku. Sudah aku bilang, aku ini cowok polos dan berhati lembut."
"Polos tapi suka main nemplok kaya cicak!"
Arby pura-pura enggak dengar, tapi kembali tersenyum saat mengingat dirinya dan Freya yang masih seumuran Chiro.
"Enggak boleh!" ucap Arby nyaring tanpa sadar.
"Apanya yang enggak boleh?"
Arby mengerjapkan matanya.
"Enggak boleh nganggur bikin anak, hehehe."
"Tuh kan, mesum."
"Bawaan lahir, mau diapakan lagi. Salahkan saja daddy yang mesum saat membuat diriku."
__ADS_1
Arkan yang mendengar anaknya mengatakan dirinya mesum, mendelik kesal.
Anak songong memang!
Apa nanti Chiro juga akan mesum dan menyalahkan Arby yang mesum saat membuat dirinya? Freya jadi terkikik sendiri membayangkan semua itu.
Pria itu tanpa malu memeluk Freya, mengecup pipinya berkali-kali di hadapan yang lain.
"Yang ngiri diam saja, tanyakan pada rumput yang bergoyang, kenapa masih jomblo."
"Yang jelas, salah satu dari kita akan segera melepas masa lajangnya. Ya kan, Nuna?"
Nuna yang ditanya seperti itu, hanya tersenyum saja. Sedangkan Ikmal hanya melirik Nuna sekilas.
"Awas, ada yang patah hati, nanti depresi, terus bunuh diri, arwahnya gentanyangan, mengganggu malam pertama kamu, Nuna!" ucap Arby.
Yang lain langsung tertawa, entah siapa yang disindir oleh Arby, karena ada beberapa pria yang mendekati Nuna sebelum gadis itu melabuhkan hatinya pada seseorang.
.
.
.
Yuhuuuuu, Arby datang, sekaligus mau kasih info kisah Nuna. Judulnya JODOH UNTUKNYA. Baca yaaa😉
Siapa jodohnya Nuna?
__ADS_1