Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
233 Gak Mau Pergi


__ADS_3

"Berenangnya gaya penguin aja, Yang."


Freya memutar bola matanya, sedangkan anak-anak itu langsung membayangkan bagaimana penguin berenang.


"Makan dulu, Yang. Biar kamu enggak kedinginan." Arby menyuapi Freya potongan buah-buahan, juga memberikan martabak.


"Daddy."


"Ya?"


"Gimana nguinnguin belenang?"


Arby menghela nafas.


"Jan."


"Ya, Tuan."


"Ajarkan mereka berenang gaya penguin."


Freya melirik Arby, sedangkan pria itu hanya cengengesan saja.


Jan—dari tempatnya berada saat ini—langsung berjalan seperti penguin. Tentu saja sebelumnya dia harus membuka Internet dulu.


"Duh duh duh, kan. Mules, aku."


Di dalam kolam, Sachi, Ichi dan Ishi mengikuti gaya berjalan Jan. Chiro menekuk keningnya, merasa gemas dengan adik-adiknya itu.


Ini baru tiga, bagaimana kalau nambah satu lagi? Batin Chiro.


Anak itu melihat perut sang mommy yang sudah sangat besar.


Apa kembar lagi?


Tidak bisa dia bayangkan bagaimana kalau dia akan memiliki adik kembar lagi. Sejak penculikan dalam kontainer itu, dia dan sepupu-sepupunya semakin keras berlatih bela diri. Dia tidak mau lagi sampai keselamatan adik-adiknya terancam, apalagi itu membuat sang mommy sampai harus masuk rumah sakit.


"Ini gaya lumba-lumba berenang." Jan mempraktekkan gaya lumba-lumba, semakin membuat perut besar Freya terguncang.


"Kucing belenang, gimana Om?"


Jan lalu menirukan gaya kucing berenang, sambil berpikir, memangnya kucing bisa berenang?

__ADS_1


"Daddy, kalau kecebongnya Daddy belenang, kaya apa?"


Arby langsung tersedak martabak yang dia makan.


Bukannya menjawab, pria itu malah cekikikan.


"Jangan mesum!" bisik Freya sambil mencubit pinggang Arby.


"Aw aw aw, jadi pengen."


Freya mendengus, malah tambah mesum suaminya itu.


Anak-anak itu berenang dengan ceria, tidak tahu sudah berapa banyak gaya yang Jan Jon Jun ajarkan. Untung saja dulu Ti J sering berenang di laut, jadi tidak masalah bagi mereka berenang di kolam renang seperti ini.


"Udah, Yang. Nanti kamu kedinginan."


Arby membantu Freya naik dari kolam renang. Membiarkan keempat anaknya bermain di kolam.


Mungkin setelah ini, mereka akan mengajak semua body yang ada untuk bermain bajak laut.


...💦💦💦...


"Iya, Daddy. Jadi anak baik, makan gak boleh dibuang."


Iya, deh. Yang diingat gak boleh buang makanan.


"Daddy pulang bawa pizza."


"Bulgel."


"Sushi."


"Kamu apa, Shiro?"


"Ikan bakar."


Arby mengelus dada. Kenapa dia seperti pengantar makanan?


"Yang, aku pergi. Gak apa?"


"Lah, emangnya kenapa kalau kamu mau kerja?"

__ADS_1


"Apa rapatnya di rumah aja ya, Yang?"


"Aku kan di sini sama anak-anak. Gak ke mana-mana juga. Perut aku sudah berat banget."


"Kembar sepuluh kali, ya?"


"Sembarangan! Kucing aja enggak gitu-gitu, amat!"


Arby cengar-cengir saja. Wah, dia jadi membayangkan gimana punya kembar sepuluh?


"Jangan kebanyakan ngayal!"


"Ya kan dari ngayal, bisa jadi kenyataan."


"Mau mu!"


"Ya emang mau ku."


Arby tertawa melihat wajah Freya yang kesal. Dia kembali duduk di sofa.


"Gak pergi?"


"Rapat online aja, deh."


Entah kenapa Arby sangat tidak mau pergi hari ini. Dia ingin selalu ada di dekat Freya.


Pria itu kini malah tidur-tiduran di sofa.


"Daddy, bangun. Beli bulgel."


"Pesan online saja, ya."


"Sama es klim."


"Sama kue."


"Pelmen juga."


"Cium Daddy dulu."


Bukanya dicium yang benar, malah dikasih iler.

__ADS_1


__ADS_2